Follow by Email

Kamis, 10 Desember 2009

UPACARA PERINGATAN KE-64 HARI ARMADA RI TAHUN 2009

Sabtu 5 Desember 2009, 64 tahun sudah pengabdian Armada Republik Indonesia (Armada RI) kepada Negara dan Bangsa. Peringatan ke-64 Hari Armada RI Tahun 2009 ini digelar dalam bentuk upacara Parade dan Defile di Dermaga Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), Ujung Surabaya, bertindak selaku Inspektur Upacara Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Madya TNI Agus Suhartono, SE. Kegiatan tersebut dihadiri para mantan Kepala Staf Angkatan Laut, pejabat teras Mabesal, para Panglima Komando Utama TNI Angkatan Laut serta pejabat Muspida Pemprov Jawa Timur.
             
Sebanyak 2730 prajurit TNI AL peserta upacara dengan 5 kapal perang sebagai latar belakang yakni kapal cepat berpeluru kendali KRI Rencong-622, kapal perang Sigma Class KRI Sultan Iskandar Muda-367, kapal LST KRI Teluk Mandar-514 dengan membawa baliho raksasa ukuran 30 meter x 8 meter, kapal jenis Sigma Class KRI Diponegoro-365 serta kapal cepat berpeluru kendali KRI Keris-624. Selain itu menjelang upacara para undangan juga terlebih dahulu dihibur orkestra symphony Korps Musik TNI AL dengan para penyanyi dari Korps Wanita TNI AL.
 
Pada upacara peringatan tersebut juga ditandai dengan Kasal memberikan tanda penghargaan Satya Lencana Kesetiaan, 24 tahun, 16 tahun dan 8 tahun kepada prajurit Koarmatim. Disamping itu, Kasal juga memberikan penghargaan kepada Kapal Perang dan Pangkalan TNI AL yang berprestasi.
 
Seusai pelaksanaan upacara parade sebelum pelaksanaan defile pasukan dan kendaraan tempur, para undangan dihibur dengan pertunjukan “Military dance” yang melibatkan 300 personel gabungan dari perwira, bintara, tamtama dan Korps Wanita TNI AL (Kowal) Koarmatim, serta hiburan paduan suara 600 prajurit Koarmatim. Sedangkan dalam defile kendaraan tempur diperlihatkan berbagai jenis mesin perang termutakhir TNI AL yang dimiliki.
 
Selain upacara dan defile, pada Peringatan ke-64 Hari Armada RI ini, pada malam harinya, Sabtu (5/12) akan digelar Malam Hiburan Prajurit yang berlangsung di Dermaga Koarmatim. Pada kegiatan panggung hiburan malam prajurit ini akan dimeriahkan oleh Roy Boomerang Independent Band. Kemudian pada pagi harinya, Minggu (6/12) di Dermaga Koarmatim Ujung dinyatakan terbuka untuk umum. Kegiatan yang diberi nama “Naval Base Open Day” ini digelar beberapa rangkaian acara, diantaranya Armada Fun Bike, panggung hiburan, bazaar dan open ship (kunjungan ke kapal perang) maupun ke Monumen Jalesveva Jayamahe yang diperuntukan untuk prajurit dan masyarakat umum.
 
Mengawali kegiatan peringatan Hari Armada RI kali ini, sebelumnya juga dilaksanakan beberapa rangkaian kegiatan sosial yaitu diantaranya donor darah oleh 824 prajurit serta pemberian tali asih kepada para warakamuri dan panti asuhan.
 
Dalam amanat Kasal mengatakan, bahwa Hari Armada RI hakikatnya adalah Hari TNI Angkatan Laut sehingga upacara kali ini masih dipahami sebagai peringatan Hari Armada RI ke- 64. Namun dengan mempertimbangkan aspek historis dan aspek yuridis serta beberapa masukan dari para sesepuh yang kemudian dipertegas dengan Peraturan Kasal Nomor Perkasal/77/X/2009 tanggal 26 Oktober 2009, maka setiap tanggal 5 Desember diperingati sebagai Hari Armada RI. Sedangkan hari lahir TNI Angkatan Laut diperingati setiap tanggal 10 September.
 
”Atas dasar hal tersebut, maka upacara Hari Armada RI tahun 2009 merupakan Hari Ulang Tahun Emas Armada RI, sekaligus kita canangkan sebagai tonggak perubahan yang menjadi momen penting kembalinya ”Hari Armada Republik Indonesia”. Untuk itu, melalui upacara kali ini TNI AL ingin mengembalikan memori kita terhadap sejarah perjalanan Armada RI dan ingin menumbuhkembangkan serta memperkuat jiwa korsa, kebanggaan, kecintaan dan kehormatan bagi prajurit TNI AL yang bertugas dijajaran Armada dalam meningkatkan semangat juang serta pengabdian kepada bangsa dan negara,”kata Kasal menegaskan.
 
 
diposting dari
by dispenal

Selasa, 03 November 2009

KESEMPATAN MENJADI PRAJURIT TNI AL TH. 2009/2010

TNI Angkatan Laut membuka kesempatan kepada para pemuda Warga Negara Indonesia yang berusia antara 18 hingga 22 tahun, untuk dididik menjadi calon prajurit Tamtama TNI AL.




Persyaratan umumnya antara lain adalah : Warga Negara Indonesia, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, tidak memiliki catatan kriminalitas yang dikeluarkan secara tertulis oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polres setempat), sehat jasmani dan rohani, tidak sedang kehilangan haknya utuk menjadi prajurit berdasarkan putusan Pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap.



Persyaratan lainnya adalah : Pria, berijazah serendah-rendahnya SMP, belum pernah menikah dan sanggup tidak menikah selama mengikuti pendidikan dan selama 2 tahun setelah selesei pendidikan, tinggi badan minimal 163 Cm, berusia setinggi-tingginya 22 tahun dan sekurang-kurangnya 17 tahun 9 bulan pada saat pembukaan Pendidikan Pertama (Dikma) 5 April 2010, bersedia menjalani Ikatan Dinas Pendek (IDP) selama 7 tahun terhitung mulai saat dilantik menjadi kelasi Dua/Prajurit Dua.



Persyaratan tambahan : Bukan Prajurit TNI, anggota Polri maupun PNS, tidak bertato, bertindik maupun bekasnya, tidak buta warna dan berkacamata, memiliki KTP dan Kartu keluarga sesuai dengan tempat pendaftaran yang terdekat. Bersedia ditempatkan diseluruh wilayah NKRI, ada persetujuan dari orang tua/wali bagi yang belum berusia 21 tahun, ada persetujuan dari instansi bagi yang sudah memiliki pekerjaan tetap, telah menetap sekurang-kurangnya 1 tahun sesuai KTP dan KK, calon hanya dibenarkan mendaftar pada satu tempat pendaftaran.



Saat pendaftaran, calon peserta harus datang sendiri ke tempat pendaftaran dengan membawa berkas asli : Akte kelahiran, Ijazah, daftar nilai ujian akhir Nasional, pasphoto hitam putih terbaru/mengkilap ukuran 4x6 sebanyak 3 lembar, KTP Calon, KTP orang tua, KTP wali bagi yang tidak bertempat tinggal dengan orang tua, Kartu Keluarga, stopmap warna merah 2 buah, fotocopy berkas asli masing-masing 1 lembar.



Calon mendaftar pada tempat pendaftaran terdekat dengan domisili, tidak diperbolehkan mendaftar lebih dari satu tempat pendaftaran.



Pendaftaran mulai tanggal 14 Desember 2009 sampai dengan 6 Januari 2010 di Markas Komando (Mako) Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) I Belawan tlp. (061) 6940549, (061) 6941785, (061) 6941926; Lantamal II Padang tlp. (0751) 61232, (0751) 767854, (0751) 767859; Lantamal III Jakarta tlp. (021) 64713392, (021) 6402236; Lantamal IV Tanjung Pinang tlp. (0771) 318422, (0771) 318424, (0771) 318426; Lantamal V Surabaya tlp. (031) 3293576, (031) 3294421, (031) 3294422; Lantamal VI Makassar tlp. (0411) 327593, (0411) 315211, (0411) 315252; Lantamal VII Kupang tlp. (0380) 890568, (0380) 890123, (0380) 890124; Lantamal VIII Manado tlp. (0431) 854591, (0431) 851300, (0431) 852418; Lantamal IX Ambon tlp. (0911) 343162, (0911) 352152, (0911) 352153; Lantamal X Jayapura tlp. (0967) 532127, (0967) 533358, (0967) 532125; Lantamal XI Marauke tlp. (0971) 325078, (0971) 321512; Kantor Perwakilan Lapetal Jakarta (021) 6451685; Pangkalan TNI AL (Lanal) Cirebon tlp. (0231) 245762, Lanal Pontianak tlp. (0561) 772645; Lanal Balikpapan tlp. (0542) 422016, Lanal Palembang tlp. (0711) 712295; Lanal Tegal tlp. (0283) 536764, (0283) 356950; Lanal Semarang tlp. (024) 7623037, (024) 7617901; Lanal Cilacap tlp. (0282) 534255, (0282) 534094; Lanal Jogjakarta tlp. (0274) 520423, (0274) 587559; Kantor Pusat Lapetal Malang tlp. (0341) 351484; Lanal Banyuwangi tlp. (0333) 510733.



Seleksi tingkat daerah 8 Januari sampai 7 Pebruari 2010. Sedangkan seleksi tingkat Pusat dilaksanakan 17 sampai 26 Maret 2010. Sidang Panitia Penentuan Akhir Pusat (Panthukhirpus) 1 April 2010.



Demikian berita Dinas Penerangan Angkatan Laut.

diposting dari dispenal

Minggu, 20 September 2009

Selamat Idul Fitri 1430 Hijriyah.

Segenap Crew Web-Blog Saka bahari Jogja mengucapkan :


Taqoballahuminna Wamingkum Shiyamana Washiyamakum----Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H-------"Mohon maaf lahir dan Bathin"

Jumat, 04 September 2009

Pulau Jemur di Selat Malaka Milik Indonesia


Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, S.E., menegaskan bahwa Pulau Jemur yang berada di kawasan Selat Malaka adalah milik Indonesia dan jauh masuk dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta bukan pula pulau terluar karena base point yang menjadi acuan titik terluar perbatasan Indonesia dengan Malaysia adalah Pulau Batu Mandi yang juga milik Indonesia kurang lebih 8 mil laut dari garis batas antara Indonesia dan Malaysia di dalam wilayah Indonesia, berdasarkan perjanjian antara Pemerintah Indonesia dengan Malaysia tentang garis Batas Landas Kontinen di Selat Malaka tanggal 27 Oktober 1969 dan diratifikasi dengan Keppres No. 89 Tahun 1969 tanggal 15 Nopember 1969 terdapat 10 titik koordinat di sepanjang Selat Malaka yang menghubungkan garis perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia. Jadi tidak ada alasan bagi Malaysia untuk mengklaim Pulau Jemur sebagai miliknya.
Pulau Jemur memiliki luas sekitar 250 hektar pada posisi 02 52 85 Utara – 100 33 80 Timur dan potensi pantai yang indah masuk dalam gugusan Kepulauan Aruah, Kepulauan Riau. Jarak Pulau Jemur ke Tanjung Pertandangan, Sumatera Utara 23,1 mil dan jarak ke Kuala Selangor kurang lebih 57,2 mil. Pulau ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau letaknya sekitar 46 mil dari Bagan Siapiapi dan 50 mil dari pelabuhan Klang di Malaysia. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Rohil telah menginvestasikan asetnya di Pulau Jemur dan telah lama melakukan berbagai kegiatan di Pulau Jemur, diantaranya membudidayakan penyu.
Sementara itu, TNI AL secara aktif melakukan pengamanan di Pulau Jemur yang belum berpenduduk dan mempunyai pesona bahari ini dengan menempatkan Pos TNI AL Pulau Jemur dan sekarang ini dikomandani Letda Laut (P) Jujuk Herwanto bersama sejumlah anak buah yang merupakan BKO (Bawah Kendali Operasi) Pangkalan TNI AL Dumai.
Instansi Pemerintah Indonesia yang ada di Pulau Jemur yaitu Pos TNI AL dan sejumlah personel serta Distrik Navigasi 10 personel ( 5 di Pulau Jemur dan 5 di Pulau Batu Mandi). Sedangkan bangunan yang ada adalah Posal Pulau Jemur, Pos Distrik Navigasi Dumai, Suar Pulau Jemur dengan karakteristik C5s6m 18M, Gua Jepang, Mess Pemda Kabupaten Rohil dan Gazebo Dinas Pariwisata Pemprov Riau.
Perairan sekitar Pulau Jemur merupakan daerah penghasil ikan. Malah, tahun 1960-an, laut di sekitar Pulau Jemur pernah menyandang penghasil ikan terbesar di dunia, setelah Norwegia. Pulau Jemur ini, sebenarnya merupakan gugusan pulau-pulau yang terdiri dari, Pulau Tekong Mas, Tekong Simbang, Pulau Labuhan Bilik serta pulau-pulau kecil lainnya. Pulau-pulau yang ada di sekitar pulau Jemur itu, membentuk lingkaran, sehinga bagian tengahnya merupakan laut yang tenang. Beberapa pulau itu disebut kawasan pulau Aruah. Setiap harinya, di kawasan pulau Aruah ini, dari Kabupaten Rokan Hilir saja, lebih dari 3000 nelayan mencari ikan di kawasan tersebut. Ini belum lagi nelayan-nelayan lainnya dari Sumatera Utara. Maka aktivitas nelayan di kawasan ini, diperkirakan lebih dari 5000 nelayan.
Pulau Jemur ini memiliki pemandangan dan panorama alam yang indah. Selain itu pulau yang luasnya hanya tiga hektar ini juga amat kaya dengan hasil lautnya dan terumbu karangnya. Di sana juga terdapat penyu hijau yang merupakan jenis satwa hanya satu-satunya di Indonesia. Pada musim-musim tertentu, penyu-penyu hijau itu naik ke pantai dan bertelur. Paling tidak, sekali bertelur penyu itu menyimpan telurnya di bawah lapisan tanah antara 100 sampai 150 butir setiap ekor penyu.
Selain itu di Pulau Jemur ini, juga terdapat beberapa potensi wisata di antaranya Goa Jepang, menara suar, sisa pertahanan Jepang, batu Panglima Layar, serta Taman Laut dan pantainya berpasir kuning emas. Bila dilihat dari posisinya, Pulau Jemur sangat cocok dikembangkan menjadi kawasan resort. Paling tidak, disana bisa dikembangkan objek wisata berselancar dan menyelam untuk melihat terumbu karang yang indah. Sebenarnya, bila pemerintah setempat serius untuk menangani kawasan pulau Jemur ini, bukan tidak mungkin untuk masa mendatang merupakan objek wisata resort andalan Provinsi Riau. Namun hingga kini pemerintah belum tampak optimal untuk mengembangkan kawasan pulau Aruah yang berada di wilayah perbatasan RI dengan Malaysia itu. Misalnya saja, pemerintah belum menyediakan sarana transportasi kapal laut untuk menuju ke pulau tersebut. Saat ini, bila ingin melihat indahnya kawasan pantau Pulau Jemur itu, paling tidak harus menyewa kapal-kapal milik nelayan. Karena minimnya sarana transportasi inilah, makanya pulau ini masih sepi dikunjungi turis baik local maupun manca negara. Apa lagi, di kawasan pulau Aruah itu tidak tersedia penginapan. Kalau pun ada rumah, itu milik TNI AL serta navigasi yang memang bertugas di Pulau Jemur.

diposting dari dispenal

Jumat, 21 Agustus 2009

19 Negara Kirimkan Delegasi di Sail Bunaken


Manado, Sebanyak 19 negara peserta Sail Bunaken di perairan Sulawesi Utara (Sulut), hanya mengirimkan delegasinya tanpa melibatkan kapal perang.

"Mereka hanya hadir untuk menyaksikan 'Sailing dan Flying Pass' di Teluk Manado, sekaligus melibatkan diri pada persaudaraan sesama pelaut," kata koordinator Media Center Sail Bunaken, S Sembiring, di Manado, Jumat.

Negara-negara yang hanya mewakili delegasi Staf Angkatan Laut diantaranya Brazil, Rusia, Perancis, Korea Selatan, Jepang, Turki, Cili, Bangladesh, Kanada, Belanda, Arab Saudi , Iran, Italia, Peru, Suriah serta Papua Nugini.

Sementara negara yang akan ikut Sail Bunaken lengkap dengan Kepala Staf Angkatan Laut serta parade kapal perang, yakni Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Inggris, Filipina, Brunei, India, Kamboja, Malaysia, Nigeria, Selandia Baru, Pakistan dan Portugal, Cina, Thailand, Singapura, dan Timor Leste.

Ada 33 negara sudah menyatakan kesiapan ikut kegiatan maritim terbesar abad 21 di perairan Sulut, sekaligus menyemarakkan Sailing dan Flying Pass yang akan disaksikan langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 19 Agustus 2009.

Bahkan sementara ini sudah enam kapal perang merapat di Sulut, terdiri dari dua kapal Thailand masing-masing, Phuttaloetia Naphalai FF 461, Rattanakosin FS 441, dua kapal Malaysia, KD Kedah 171 dan KD Tunas Samudera.

Serta satu kapal Filipina yakni Manuel L Quezon PS 70, dan sebuah kapal Inggris, HMS Echo H87, sementara kapal lainnya masih dalam perjalanan.

Sebelumnya, Asisten Perencanaan Lantamal VIII Manado, Kolonel (L) Ganif, mengatakan, pihak TNI Angkatan Laut menyiapkan sebanyak delapan KRI dan dua KRI cadangan, untuk meramaikan Indonesian Fleet Review (IFR) 2009.

"Sebagian besar KRI sudah mulai merapat di perairan Manado dan Bitung, dengan kekuatan peserta mencapai 500 lebih personil," katanya.

KRI yang direncanakan ikut Sail Bunaken, yakni KRI Ahmad Yani - 351, KRI Yos Sudarso - 353, KRI Sultan Hasanudin - 366, KRI Sultan Iskandar Muda - 367, KRI Fatahilah - 361, KRI Nala -363, KRI Dewaruci serta KRI Arung Samudera.

Kemudian KRI cadangan yakni, KRI Slamet Riyadi - 352, dan KRI Frans Kaisiepo -368.

Selain itu, TNI Angkatan Laut akan mengirimkan empat uni pesawat Cassa N-212 dan empat Nomad untuk meramaikan "flying Pass".

Sementara itu, TNI Angkatan Udara mengirimkan tiga sukhoi Mk - 27/Mk - 30 serta empat unit F - 16. (*)

Minggu, 16 Agustus 2009

Indonesia Pecahkan Rekor Penyelaman Massal


Malalayang: Indonesia akhirnya berhasil memecahkan rekor dunia penyelaman massal terbanyak dalam acara International Sail Bunaken di Pantai Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, Ahad (16/8) waktu setempat. Tercatat, sekitar 2.818 penyelam dari berbagai wilayah ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Berdasarkan laporan reporter Liputan 6 SCTV, Nova Rini, hingga kini seluruh penyelam telah bersiaga di dasar laut dengan kedalaman 15 meter. Suasana air laut agak terlihat keruh lantaran para peserta baru saja turun ke dasar laut, sehingga pasir mulai naik dan mengganggu pandangan [baca: Jelang Pemecahan Rekor Penyelaman Massal].

Rencananya, selain dalam rangka memecahkan rekor dunia dengan jumlah penyelaman massal terbanyak, para penyelam juga akan menggelar upara bendera memeperingati Hari Ulang Tahun ke-64 Republik Indonesia. Rangkaian upacara bendera juga sama dengan upacara bendera yang biasa dilakukan di daratan. Misalnya, kehadiran komandan upacara, pengibaran bendera Merah putih, mengeheningkan cipta, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Sebelumnya, rekor penyelaman massal terbanyak dipegang oleh Inggris dengan jumlah penyelam sekitar 900-an orang. Jumlah penyelam kali ini pun telah melampaui jumlah peserta yang didaftarkan untuk pemecah rekor dunia, yakni 1.500 orang. (UPI/YUS)




Rabu, 29 Juli 2009

Personel USPACOM Kunjungi Koarmatim

Surabaya, 16 Juli 2009 Personel Komando Pasukan Asia Pasifik Amerika Serikat (United State Pasific Fleet Command/Uspacom) yang dipimpin Letkol James Mc Andrew beserta 5 orang staf lainnya mengadakan kunjungan ke Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim). Kunjungan Tim Uspacom yang didampingi oleh Mr. Pat Filoia dari Office of Naval Inteligence tersebut diterima Komandan Guspurlatim Laksma TNI R.M. Harahab di Gedung Gajah Mada Ujung, Surabaya, Kamis (16/7). Kunjungan kehormatan ke Koarmatim tersebut merupakan rangkaian kegiatan TNI Angkatan Laut dan Komando Pasukan Asia Pasifik Amerika Serikat (United State Pasific Fleet Command/Uspacom ) untuk menjalin kerja sama di bidang intelijen. Kerja sama intelijen itu diwujudkan dalam latihan pengembangan personel melalui pertukaran informasi dan pengetahuan di bidang intelijen (Subject Matter Expert Exchange/SMEE) yang berlangsung selama tiga hari di Komando Pengembangan dan Pendidikan TNI Angkatan Laut (Kobangdikal) Surabaya. Seusai diterima di Gedung Gajah Mada, rombongan Tim Uspacom ini mengunjungi KRI Frans Kaisiepo-368 yang bersandar di Dermaga Ujung. Dalam kunjungan tersebut, diterima langsung oleh Komandan KRI Frans Kaisiepo-368 Letkol Laut (P) Wasis Priyono, ST. Selama berada di kapal perang Korvet Sigma Klas Belanda ini, Tim Uspacom melihat berbagai fasilitas dan alutsista yang ada di kapal tersebut. Kepala Dinas Penerangan Koarmatim Letkol Laut Drs. Toni Syaiful Keterangan Foto: Komandan KRI Frans Kaisiepo-368 Letkol Laut (P) Wasis Priyono, ST menyambut kedatangan Letkol James Mc Andrew dari Uspacom di kapal.

diposting dari :http://beta.tnial.mil.id/koarmatim/

Rabu, 22 Juli 2009

TVS Hijaukan Pantai Samas

Pada tanggal 19 Juli 2009, Saka Bahari Yogyakarta mengirimkan Kak Ahmad Afandi "Anggota Saka Bahari Cabang Kota Yogyakarta" dalam acara Penghijauan Pantai Samas yang diselenggarakan oleh PT TVS Motor Company Indonesia dengan melakukan penanaman 1000 pohon bakau Pantai Samas, Yogyakarta. Penanaman dilakukan oleh perwakilan Dealer TVS Yogyakarta, PT TVS Motor Company Indonesia dan seluruh undangan termasuk dari Saka Bahari.

Pelantikan Anggota Saka Bahari Jogjakarta

Pada tanggal 18-19 Juli 2009 yang lalu Pengurus Dewan Saka Bahari Cabang Kota Yogyakarta telah mengadakan Acara Pelantikan Anggota Saka Bahari. Kegiatan yang bertempat di Kebonagung, Imogiri - Goa Cermai - Pantai Parangtritis diikuti oleh 12 Peserta Calon Anggota Pilihan yang siap untuk dilantik menjadi Anggota Resmi Saka Bahari Yogyakarta.Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Kak Ari Tri Munandar, Senior Saka Bahari Yogyakarta yang sekarang bertugas di Kediaman Pangarmatim, Beliau datang khusus untuk memeberikan semangat da motivasi untuk calon anggota yang akan dilantik.Dalam kegiatan itu juga didampingi oleh Pamong Saka Bahari yaitu Serma (Mar) Sudarsono yang selelu aktif mendampingi kegiatan Saka Bahari hingga Akhir Acara.

Pada Kesempatan itu Peserta Calon Anggota melaksanakan Praktik Survival. Saat Acara pelantikan Resmi Anggota Saka Bahari Cabang Kota Yogyakarta, bertindak sebagai irup adalah Lettu Rumadi , Pasop Lanal Yogyakarta yang saat ini menjabat sebagai Pinsaka Bahari Cabang Kota Yogyakarta menyampaikan bahwa Pendidikan Bala Negara Sangat penting untuk Pramuka karena Pramuka dan Pemuda adalah Sebagai Pasukan Cadangan setelah TNI dan POLRI untuk Membela dan Mempertahankan Keutuhan NKRI.

Untuk itu Segenap Crew Web www.sakabaharijogja.uni.cc mengucapkan selamat kepada Anggota baru Saka Bahari Cabang Kota Yogyakarta.Semoga dapat memajukan Saka Bahari pada khususnya, Pramuka pada umumnya.

Rabu, 10 Juni 2009

Pengurus Dewan Saka Bahari Jogja Mewakili Prop.DIY di KPN 2009


Kapal Pemuda Nusantara adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementrian Negara Pemuda dan olahraga sedangkan untuk tahun 2009 kali ini akan menempuh rute Jakarta-Semarang-Nusa Tenggara Barat.Kegiatan akan berlangsung dari tanggal 9 - 23 Juni 2009.

Setelah mengikuti seleksi yang diadakan oleh BPO Prop.DIY, Akhirnya dua putra-putri terbaik Saka Bahari Yogyakarta lolos mewakili Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.Merekalah Kak Guntur Sukoco dan Kak Johana Rosita, dalam kepengurusan Saka Bahari Cabang Kota Yogyakarta Kak Guntur menjabat sebagai Sekertaris dan Kak Johana Menjabat sebagai Pemangku Adat.

Ini adalah satu prestasi yang diraih oleh Anggota-anggota Saka Bahari Yogyakarta, Membanggakan memang karena dua bulan terkahir telah mengikuti kegiatan-kegiatan bertaraf Nasional,setelah bulan lalu pada tanggal 4-20 Mei 2009 telah mengirimkan 12 putra-putri terbaik Prop.DIY ( Kak Teguh Prasetyo Aji, Kak Fikar Yunizar Eka Pramana, Kak Fuad Galuh, Kak Moch Fauzi, Kak Wahyu Adikuncara, Kak M.Nasukha, Kak Guntur Sukoco, Kak Ardhinny S, Kak Sitti Fatimah, Kak Eka Wirajuang, Kak Dian Ayu Wulandari, Kak Herlin) untuk Mengikuti kegiatan Ekspedisi Kelautan Pramuka Indonesia dalam rangka memeriahkan kegiatan World Ocean Conference 2009 yang menempuh rute Surabaya-Balikpapan-Pantoloan (Sulteng)-Bitung (Sulut)

Segenap Crew web saka bahari jogja mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih..Semoga tambah Jaya di masa depan.

Menegpora Menyelenggarakan Kapal Pemuda Nusantara

Persyaratan Peserta Kapal Pemuda Nusantara 2009

A. Persyaratan Calon Peserta
1. Warga Negara Indonesia berusia 21 – 30 Tahun.
2. Sehat jasmani rohani dibuktikan dengan surat keterangan dokter.
3. Minimal lulus SLTA dan bisa renang.
4. Belum menikah dan tidak merokok.
5. Bagi mahasiswa dan pegawai harus dibuktikan dengan surat izin cuti.
6. Berminat dalam bidang kelautan ditunjukkan dengan membuat proposal usaha mengenai potensi kelautan daerahnya.
7. Belum pernah mengikuti kegiatan KPN yang diselenggarakan oleh Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga atau Departemen Pendidikan Nasional.
8. Tinggi dan berat badan minimal : Putri 155 cm dan 45 kg, Putra 160 cm dan 50 kg.
9. Memiliki tingkat kebugaran jasmani yang baik dibuktikan melalui test lari 2400 meter dengan durasi untuk Putri 13,81 – 15,54 menit, Putra 10,46 – 12 menit yang akan dilaksanakan oleh panitia pusat.

B. Persyaratan Administratif
1. Fotocopy KTP yang masih berlaku.
2. Izin tertulis dari orangtua / instansi yang bersangkutan.
3. Proposal usaha mengenai potensi kelautan daerah masing – masing.
4. Pasfoto 3 X 4 sebanyak 4 lembar.

C. Biodata Calon terpilih
1. Provinsi mengirimkan berkas lengkap minimal 4 (empat) calon peserta ke Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga c.q Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda selambat – lambatnya tanggal 13 April 2009.
2. Panitia pusat akan memanggil dua orang (1 putra dan 1 putri) sebagai peserta kegiatan yang dinyatakan lulus seleksi.

D. Pembiayaan
Yang ditanggung Kementerian Negara Pemuda Dan Olahraga :
1. Biaya transportasi dari Ibu Kota Provinsi ke DKI Jakarta, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat dan kembali lagi ke Ibu Kota Provinsi.
2. Perlengkapan dan akomodasi selama mengikuti program.

E. Lain-lain
Jika calon peserta hasil seleksi daerah yang dikirim ke pusat tidak memenuhi persyaratan, maka Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga akan menolak dan akan meminta daerah asal atau daerah lain untuk menggantikannya. Sedangkan biaya pemulangan calon peserta yang tidak memenuhi persyaratan tersebut ditanggung oleh daerah asalnya.

Pendaftaran calon peserta Kapal Pemuda Nusantara ke Dinas/Badan/Biro/Kantor Pemuda dan Olahraga yang menangani Bidang Kepemudaan Tingkat Provinsi akan diumumkan oleh Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga di media cetak dan televisi nasional minimal satu kali tayang.

diposting dari : http://amaliasari.wordpress.com/2009/03/02/kapal-pemuda-nusantara-persyaratan-peserta-2009/


Minggu, 07 Juni 2009

BAHARI SCOUT CAMP 2009



Dinas Kelautan dan Perikanan kerjasama dengan Balai Pemuda dan Olehraga beserta Pimpinan Saka Bahari Daerah Istimewa Yogyakarta akan menyelenggarakan kegiatan perkemahan pemuda bahari tingkat daerah, kegiatan yang diberi nama "Bahari Scout Camp 2009" akan dilaksanakan pada tanggal 28 Juni-1 Juli 2009, sedangkan lokasi pelaksanaannya berada di Geoparsial/Bakorsurtanal, Polair Polda DIY dan Pantai Depok, Parangtritis, Kabupaten Bantul, DIY.Dalam pelaksanaan kegiatan ini akan disampaikan materi-materi Pengenalan Kebaharian, Kepramukaan, Hukum Laut, Peluit Serang, Pengetahua Dasar Selam, SAR air, Pengenalan TNI AL, Pengenalan Dislautkan, Pengenalan BPO, Pengenalan POLAIR dan masih banyak lagi...

Kegiatan BSC 2009 ini rencana akan diikuti oleh Pramuka Penegak-Pandega dan Unsur kepemudaan yang ada di 4 Kabupaten (Bantul, Sleman, Kulonprogo, Gunung Kidul) dan satu Kota ( Yogyakarta) , tiap-tiap wilayah (kabupaten dan Kota) diminta untuk mengirimkan 40 peserta terdiri dari 20 peserta putra dan 20 peserta putri, Total peserta yang terlibat sekitar 300 orang. Diharapkan Peserta BSC 2009 adalah yang belum menjadi Anggota Resmi Saka Bahari yang mendaftarkan diri secara kolektif melalui Masing-masing Cabang dan berkas pendaftaran diserahkan kepada panitia paling lambat tangga 20 Juni 2009.
Tiap-tiap peserta akan mendapatkan fasilitas Transportasi, Konsumsi selama kegiatan, Piagam, Blocknote, Buku Panduan dll.

Info lebih lengkap akan disampaikan pada Tehnical Meeting yang akan dilaksanakan pada tanggal 24 Juni 2009 bertempat di Dinas Kelautan dan Perikanan DIY yang beralamat di Jl.Sagan III/4 Yogyakarta (Timur LIPI)

Dalam Kegiatan ini peserta tidak dipungut biaya apapun (Gratis)

Jumat, 05 Juni 2009

TNI AL MENYELENGGARAKAN SAIL BUNAKEN 2009

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (KADISPENAL) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul S.E. Menjelaskan bahwa TNI AL akan menyelenggarakan Perhelatan Kelautan bertaraf internasional "SAIL BUNAKEN 2009" pada tanggal 11 -19 Agustus 2009 Mendatang.Kegiatan tersebut akan menampilkan parade kapal perang internasional (International Fleet/IFR) dan selam massal untuk melaksanakan upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-64 oleh 1.500 penyelam di dalam laut pada tanggal 17 Agustus 2009, Sekaligus Memecahkan Rekor Dunia "GUINNES WORLD RECORD" Di Manado, Sulawesi Utara.

International Fleet Review (IFR) merupakan kegiatan puncak “SAIL BUNAKEN” berupa parade kapal perang (Warship dan Tallship) yang rencananya akan diinspeksi oleh Kepala Negara (Panglima Tertinggi TNI) Pada Tanggal 19 Agustus 2009 Menjelang terbenamnya matahari / sunset di Teluk Manado. Pada kesempatan tersebut, Presiden RI akan menerima penghormatan peserta berupa Sailing dan Flaying Pass di Teluk Manado. Pada saat inspeksi seluruh kapal perang peserta IFR dalam posisi lego jangkar, sementara kapal Kepresidenan yang berlayar menginspeksi satu persatu kapal perang peserta IFR. Sedangkan pada saat Sailing dan Flying Pass kapal Kepresidenan Posisi ststis ,sementara peserta IFR yang berlayar. Ketika melintas didepan kapal Kepresidenan maka secara otomatis akan melakukan penghormatan kepada Presiden RI. Oleh karena itu disetiap kapal perang negara-negara sahabat ditempatkan perwira TNI AL sebagai pemandu di kapal.

Sebanyak 30 negara WPNS (Western Pacific Naval Symposium) dan 14 negara lainnya diundang mengikuti IFR. Hingga saat ini,sebanyak 16 negara menyatakan hadir, 11 negara diantaranya akan hadir dengan delegasi dan kapal perangnya berpartisipasi dalam pesta kapal perang tersebut yaitu Amerika Serikat (Delegasi dan kapal perangnya) kemungkinan 2 kapal (1 diantaranya Kapal Induk Helly), Australia 2 kapal (Hmas New Castel dan Hmas Leeuwing), Jepang 3 Kapal (Destroyer), Singapura 1 kapal, Thailand 3 kapal (Frigate), Inggris 1 kapal (Hms Echo), India 1 kapal (Destroyer), Brasil 1 kapal (Landing Ship Tank), Perancis 1 kapal, Malaysia 2 kapal (KD Kedah dan Kld Tunas Samudra). Belanda, Chili, Peru, Suriah dan Turki hanya mengirimkan delegasinya saja.

Minggu, 24 Mei 2009

Ekspedisi Kelautan Pramuka Indonesia 2009

Indonesia pada tanggal 11-15 Mei 2009 mendapat kepercayaan dunia untuk menyelenggarakan kegiatan yang bertajuk Konferensi Kelautan Dunia (World Ocean Conference atau disingkatWOC) dan tempat pelaksanaannya di Manado, Sulawesi Utara. 
   

WOC ini merupakan bagian dari pelaksanaan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Hukum Laut serta bukti kepercayaan masyarakat dunia terhadap Indonesia, sebagai manivestasi pengakuan atas Azas Negara Kepulauan (Archipelagic State) seperti tertuang dalam UNCLOS 1982 yang telah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1985. 
   

Gerakan Pramuka memandang hal tersebut sebagai peluang emas untuk menunjukkan kepada masyarakat luas, bahkan juga masyarakat dunia; betapa Gerakan Pramuka selama ini telah peduli terhadap �laut� melalui kegiatan Saka Bahari. Oleh karena itu, untuk memeriahkan kegiatan tersebut, Kwarnas Gerakan Pramuka menyelenggarakan kegiatan Ekspedisi Kelautan Pramuka Indonesia Tahun 2009. Kegiatan ekspedisi ini akan berlangsung dari tanggal 5 � 20 Mei 2009.  
   

Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Prof. DR. Dr. H. Azrul Azwar, MPH mengatakan bahwa, mengingat kondisi geografis Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dua pertiga wilayahnya merupakan laut, Gerakan Pramuka senantiasa berusaha dan berupaya menanamkan serta menumbuh- kembangkan �Cinta Laut� kepada anak-anak bangsa. 
   

Wujud dari komitmen itu, ujar Ka Kwarnas, Gerakan Pramuka sejak tahun 1984 telah membentuk Satuan Karya Pramuka (Saka) Bahari, maksudnya agar setiap Pramuka khususnya anggota Saka Bahari menyadari, bahwa laut dengan semua potensi dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya merupakan salah satu soko guru kemakmuran rakyat, sebagai modal dasar pembangunan nasional. 
   

Menurut Ka Kwarnas, bahwa tujuan dari penyelenggaran Ekspedisi Kelautan Pramuka Indonesia 2009 ini, selain untuk memeriahkan penyelenggaraan WOC, juga mengarahkan para peserta untuk menjadi peduli terhadap laut dengan segala aspeknya; potensi sumberdaya, lingkungan dan alam sekitarnya; memiliki rasa �CINTA LAUT� dan pandangan hidup yang berorientasi ke laut, serta mampu menularkannya kepada orang lain, khususnya Pramuka dan Pemuda; memperoleh bekal dan tambahan pengetahuan, keterampilan, teknologi dan pengalaman tentang kebaharian yang bermanfaat bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara; memiliki semangat berlatih dan berkarya dalam bidang kebaharian; meningkatnya persaudaraan dan kerja sama antar anggota pramuka; dan memahami pentingnya laut disekitar kita untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan bela negara; serta meningkatnya rasa persatuan dan kesatuan bangsa. 
   

Kegiatan yang mengangkat tema �Dengan Semangat Bahari Kita Bangun Masa Depan Bangsa�, berangkat dari Tanjung Perak, Surabaya menuju Bitung, Manado, tanggal 5 Mei 2009 dan pulang dari Manado menuju Tanjung Perak, Surabaya tanggal 15 Mei 2009. Route perjalanan ekspedisi, yaitu Surabaya, Balikpapan, Palu dan finish di Bitung. Begitu juga sebaliknya, kepulangan peserta menggunakan kapal dan route yang sama. 
   

Peserta Ekspedisi Kalautan Pramuka Indonesia 2009 adalah para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega putera-puteri anggota Saka Bahari serta Pembina Pramuka Mahir Penegak sebagai Pamong Saka Bahari utusan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Kwarda Gerakan Pramuka Sulawesi Utara. Masing-masing Kwarda mengirimkan sebanyak 12 orang, dengan jumlah seluruhnya diperkirakan 350 orang. Dari jumlah tersebut sudah termasuk utusan Ikatan Sarjana Oceanografi Indonesia. 
   

Direncanakan selama perjalanan kegiatan meliputi dinamika kelompok, WOC, praktek kebarian, oceanografi, potensi dan sumberdaya laut, pengolahan hasil laut, pelestarian lingkungan laut (terumbu karang dan mangrove), dan bela negara matra laut. Sedangkan selama di Manado, para peserta akan mengikuti kegiatan partisipasi dalam WOC, kunjungan pameran, bakti sosial, seminar kelautan, praktek kebaharian, pentas seni dan wisata edukatif.

Lagu Wajib Ekspedisi Kelautan Indonesia 2009

Lirik Lagu Kuburan Band - Lupa Lupa Ingat

Le mari mari rame rame kita kumpul tapi gak kebo
Le bukan nyanyi tulo tulo mari kita nyanyi yo

Lupa, lupa lupa lupa, lupa lagi syairnya
Lupa, lupa lupa lupa, lupa lagi syairnya
Ingat, ingat ingat ingat, cuma ingat kuncinya
Ingat, aku ingat ingat, cuma ingat kuncinya

C A minor D minor ke G ke C lagi
A minor D minor ke G ke C lagi
A minor D minor ke G ke C lagi

C A minor D minor ke G ke C lagi
A minor Demi Moore kece ke C lagi
A minor D minor ke G ke C lagi
A minor D minor ke G ke C lagi
A minor D minor ke G ke C lagi
A minor D minor ke G ke C lagi

Nah abis dari C kita kemana nih,
Sudahlah kita ke C lagi saja (ke C lagi) jangan pusing-pusing
Tau nih kayaknya ke C lagi aja (ke C lagi) jangan ngikutin teruslah
Berantakan ini yang dapet (ke C lagi)
Ey yang bener udahlah ganti ini
Ke C lagi ke C lagi (ke C minor)

Selasa, 28 April 2009

Detailed agenda WOC 2009

THURSDAY,
MAY 7 - 10, 2009
  • First Expert Meeting of FishWatch Asia Pacific
SUNDAY,
MAY 10, 2009
  • Delegates arriving from Singapore with 2 Special Flights,
  • Delegates arriving from Jakarta with 1 Special Flight,
  • Delegates arriving using regular flights,
  • Participants arriving using regular flights
  • Indonesian boys scout arriving using PELNI Passenger Ships.
  • Registration and Lodging Allocations
MONDAY,
MAY 11, 2009
  • Opening of WOC’09 SOM
  • Opening of WOC’09 Exhibition
  • Opening of INDO AQUA 2009
  • Indonesia – Germany Bilateral Meeting
  • Indonesia – USA Bilateral Meeting
  • Global Ocean Policy Day Pre – Meeting
  • UNEP Poster Exhibition
  • Opening of Ocean Festival,
  • Opening of Science Fairs & Beach Sport
  • Opening of North Sulawesi Fair,
  • Reception for All Delegates & Symposium Participants, at Grand Kawanua Park
TUESDAY,
MAY 12, 2009
  • Opening of WOC’09 Symposium,
  • WOC’09 SOM,
  • Indonesia – Germany Bilateral Meeting
  • Indonesia – USA Bilateral Meeting
  • Global Ocean Policy Day Pre – Meeting
  • UNEP Poster Exhibition
  • WOC’09 Exhibition
  • Ocean Festival Activity,
  • Science Fairs & Beach Sport
  • North Sulawesi Fair at Kayuwatu
  • WOC Symphony:”UNDER THE SEA” & Reception for All Delegates at MCC
Wednesday, May 13, 2009
  • Opening Of Global Ocean Policy Day
  • Opening of Developing-8 SOM
  • Opening CTI SOM and CTI Ministerial Meeting
  • WOC’09 Symposium
  • WOC’09 Exhibition
  • Ocean Festival Activity
  • Science Fairs & Beach Sport
  • North Sulawesi Fair at Kayuwatu
  • WOC’09 Receptions to be Hosted by Bupati & Walikota at each respective pavilions.
Thursday,
May 14, 2009
  • Opening Of World Ocean Conference 2009,
  • WOC’09 Symposium,
  • WOC’09 Exhibition,
  • Ocean Festival Activity,
  • Science Fairs & Beach Sport.
  • North Sulawesi Fair, at Kayuwatu
  • Gala Dinner & North Sulawesi Cultural Performance for WOC’09 & CTI Summit Delegates, to be hosted by The President of Indonesia.
  • Farewell Dinner for Other Participants, to be Hosted By The Ministry of Culture & Tourism RI
Friday,
May 15, 2009
  • Opening Of Coral Triangle Initative Summit,
  • Inaguration of CTI & WOC’09 Monument,
  • Closing of WOC’09 Exhibition,
  • Closing of Ocean Festival Activity,
  • Closing of Science Fairs & Beach Sport.
  • Closing of North Sulawesi Fair, at Kayuwatu

World Ocean Conference 2009

11 - 15 MAY 2009 Schedule of Program
11 - 14 May 2009
Grand Kawanua Convention Center

Intergovernmental Meeting
Meeting of ministers, high level and senior government officials from 121 invited countries and officials from intergovernmental organizations to discuss the role of oceans in climate change, and the effects of climate change on the oceans.

Signing of the Manado Ocean Declaration

(By invitation and official country and intergovernmental organization delegates only)
15 May 2009
Grand Kawanua Convention Center

Coral Triangle Initiative Summit
Meeting of the six Heads of State of the Coral Triangle countries, Indonesia, Malaysia, Papua New Guinea, the Philippines, Solomon Islands, and Timor Leste, and representatives of two partner countries, the USA and Australia, and the NGO consortium
Launching of the CTI Implementation in 6 countries as a result of the APEC Sydney 2007 Declaration.

(By special invitation only)
12 - 14 May 2009
Manado Convention Center

International Ocean Science, Technology & Policy Symposium, 1500 participants in 31 Topics

(By application and registration. Abstract and paper submission CLOSED. Registration deadline for other participants 15 April 2009)
11 - 15 May 2009
Nyiur Melambai Convention Center

International Ocean Science, Technology & Industry Exhibition
Two hundred and fifty Exhibition Stands showcasing ocean science, technology and industrial applications.
Exhibition of ocean research vessels.

Contact Person:

Mr. Endra Runy
Feraco
Phones 62-21 860 6819, 860 4850
Fax: 62 21 8660 5154, 860 4850, 8662 0268
Mobile : (62) (0) 818 97 0027
Email: endra_runy @ yahoo.com

(Open to the public, 10:00 – 19:00)
13 May 2009
Grand
Kawanua Convention Center

Global Ocean Policy Day

(By invitation and registration)

11 - 15 May 2009

Various locations

Side events:

  • North Sulawesi Cultural Week
  • Indo Aqua 2009
  • Marine Scout Jamboree, using the Landing Platform Dock Vessel of the Indonesian Navy.

Sang Pelaut itu Guru TK

Ternyata menjadi Anggota TNI AL bukan merupakan kebanggaan Pria berperawakan tegap ini. Padahal hobinya adalah hal-hal yang berbau kemaritiman. Mungkin bagi Kakak yang biasa di panggil Kak Dadang , hanya sekedarnya hobi yang mendarah dingin. Sejuta kegiatannya di dalam Saka Bahari membuat ia cinta akan kekayaan sumber daya alam khususnya dibidang kelautan. Ia mengaku tidak sama sekali berminat kearah kemiliteran tapi lebih cenderung kelingkungan hidupnya seperti pemanfaatan terumbu karang dan Diving.

Penyuka abon sapi ini memulai kiprahnya dibelantika kebaharian sejak tahun 1989 dan telah mencoba semua krida yang ada di Saka Bahari. Pamong Saka Bahari Jakarta Selatan ini mengaku berminat mengikuti kegiatan Saka Bahari karena dulu ingin bisa menyelam. Menurutnya kegiatan yang paling menarik dalam Saka Bahari Adalah Menyelam.

Saat ditanya tentang perkembangan Saka Bahari, Kak Dadang dengan semangat 45 bercerita. Penggemar minuman kopi ini bilang kalau dari tahun ke tahun peminat kegiatan seperti Saka Bahari semakin berkurang. “dari jamnas 1992 sampai Rainas 1997 Saka Bahari bisa mengumpulkan 2000 anggota Saka Bahari, tapi sekarang 200 orang saja sudah syukur”

Ada yang menarik dari profil pria berzodiak cancer ini lho! Dibalik hobi lulusan ITB yang nggak jauh dari laut dan pantai ini, ternyata ia adalah seorang guru TK di salah satu instansi pendidikan yang cukup terkenal. Wah, Kak Dadang itu penyuka anak kecil juga toh!

Kak Dadang berpesan pada segenap Anggota Gerakan Pramuka untuk melestarikan kekayaan sumber daya alam laut yang telah ada demi kelangsungan hidup selanjutnya. “ Indonesia 2/3 nya lautan dan telah ada gejala kerusakan seperti terumbu karang, gejala lain kearah penelitian,pengembangan, dan pemanfaatan. Kita kalah dengan orang luar negeri. Nelayan kita mancing semalaman hanya dapat berapa kilogram ikan saja,sedangkan orang luar mancing seenaknya dia bisa dapat berton-ton. Kenapa nggak kita sih yang seperti itu?” jelasnya.

“Suatu saat nanti daratan ini akan penuh dan sumber daya alam yang terakhir pasti di lautan. Ayo, yang punya minat kelautan disini ada medianya “ ajak Kak Dadang. Benar juga sih. Kalau nggak kita yang menjaga alam kita, siapa lagi??

Moto hidupnya adalah Think Globaly, Act Localy. Menurutnya semua perbuatan harus dipertimbangkan sebaik-baiknya. Pikirkan apa yang kemungkinan terburuk akan terjadi secara keseluruhan. Tapi itu semua cukup di lakukan dengan tindakan yang sederhana alias tidak lebai. Pikirkan tentang semua hal sampai pada saat bengong pun. Jadi nggak bengong pun bermanfaat buat kita.

[Saila]

Nama : Dadang Lesmana

TTL : Jakarata, 18 Juli 1973

Alamat : Jln. Gunuk ciliwung no. 36 Tanjung Barat, Jagakarsa Jaksel 12530

Hobi : Laut, pantai, menulis, melukis, dengerin musik, baca buku.

Pengalaman pramuka : Konda DKI Jamnas 1986, Jamnas 1991, Rainas 1992, Jamnas 1996, Rainas 1997, Peran Saka 1993, Comdeca 1993

Minggu, 12 April 2009

MUSYAWARAH SAKA BAHARI JOGJA

Saka Bahari Jogja telah sukses melaksanakan Musyawarah Saka Bahari Kwartir Cabang Kota Yogyakarta pada Sabtu-Ahad, 4-5 April 2009 bertempat di Ruang Rapat Lanal Yogyakarta.Kegiatan Musyawarah tersebut meliputi

Sidang Pleno I.

Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Dewan Saka Bahari Masa Bakti 2007-2009,

SidangPleno II

Komisi A, B, dan C (Komisi A.Membahas tentang Kegiatan Oprasional dan Tekpram, Komisi B membahas tentang Administrasi, Keuangan dan Usaha, Komisi C.Membahas tentang Tata Adat Saka Bahari Jogya) dan terakhir

Sidang Pleno III

Pemilihan Pengurus Dewan Saka Bahari Dewa Ruci-Cut Malahayati Masa Bakti 2009-2011

Kegiatan di buka oleh Pelda Sahilan (Perwira Jaga Lanal Yogyakarta).

Dalam kegiatan tersebut menghasilkan beberapa keputusan penting diantaranya : Diterimanya LPJ Dewan Saka Bahari Masa Bakti 2007-2009,Program kerja untuk kepengurusan mendatang jugadisepakati oleh Semua Peseta Sidang, Sidang menjadi menarik ketika pembahasan Administrasi , Keuangan dan Usaha karena Saka Bahari Jogja akan mewujudkan mimpi untuk memiliki sebuah koperasi Anggota, Pada saat Pembahasan Tata Adat juga tak kalah seru karena anggota Saka Bahari Jogja ingin selalu berbenah diri dan tak akan puas dengan apa yang pernah diraih.

Segenap Crew www.Sakabaharijogja.uni.cc mengucapkan Selamat Kepada Generasi Baru Hantu Laut Jogja jajaran Hiu Muda yang akan berkarya dimasa depan!!!!! 

Selamat Menjabat untuk Kak Wahyu Adikuncara dan Kak Ardinny.S

Semoga Jabatan yang diemban dapat dilaksanakan sesuai amanah

dan kami ucapkan Terima Kasih atas Pengabdian Kak Fauzi dan Rekan-rekan

selama menjabat menjadi pengurus Dewan Saka Bahari Masa bakti 2007-2009

Semoga jasa-jasamu dapat dilanjutkan oleh pengurus yang baru .amin....

Sabtu, 11 April 2009

Pendidikan Dasar ke-XIV


Saka Bahari Jogja melaksanakan Kegiatan pendidikan Dasar ke-XIV,Kegiatan kali ini diikuti oleh 123 peserta dari 1 kota dan 4 kabupaten di wilayah Kwarda XII.Pendidikan Dasar kali ini sangat Special karena Pendidikan Dasarnya terpadu.Namun pada waktu seleksi yang lolos menjadi Calon Anggota hanya 73 orang saja.ini dikarenakan Saka Bahari Jogja mengutamakan Kwalitas SDM yang dimiliki dari Tamu Anggota Saka Bahari yang akan menjadi Calon Anggota Saka Bahari.kam segenap pengurus mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mambantu terlaksananya kegiatan ini.Semoga Saka Bahari Jogja tetap jaya.....

Selasa, 24 Februari 2009

PELANTIKAN PINSAKA BAHARI DAERAH

Yogyakarta—Tujuan dibentuknya Satuan Karya Bahari (Saka Bahari) adalah untuk membina dan mengembangkan anggota gerakan Pramuka agar dapat menjadi kader tenaga pembangunan dalam bidang kebaharian, memeiliki rasa cinta kepada laut dan perairan berikut seluruh isinya, memiliki sikap dan cara pikir yang lebih matang dalam menghadapi permasalahan menyangkut kebaharian, serta mampu menyelenggarakan proyek-proyek kegiatan bidang-bidang kebaharian yang positif berdayaguna dan tepat guna sesuai dengan bakat dan minatnya guna membawa manfaat bagi masyarakat sekitar.

Hal demikian disampaikan Wakil Ketua Kwartir XII Gerakan Pramuda DIY Drh. Sri Budoyo ketika membacakan sambutan tertulis Ketua Kwartir XII DIY Paku Alam IX pada pelantikan Pimpinan Saka Bahari Tingkat Kwartir Daerah XII Gerakan Pramuka DIY masa bhakti 2008-2014 tadi pagi (Rabu,18/2-2009) di Aula Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi DIY di Sagan,Kotabaru,Yogyakarta.

 Adapun Susunan Pimpinan Saka Bahari Tingkat daerah Kwartir Daerah XII DIY Masa Bhakti 2009-2014 yang dikukuhkan tersebut antara lain: Ketua : Suwarman Partosuwiryo,A.Pi,MM, Wakil Ketua I : Mayor Laut (E) Suharmadji. Wakil Ketua II Kompol Bambang Setyawan,S.Pd. Wakil Ketua III Ir.H.Nuk Prasetyo,MM. Sekretaris I; Sugeng Istwitono,SP. Sekretaris II: Fikar Yunizar Eka Pramana,A.Md. Bendahara I: Taurina Nugrahani,S.Kom,M.Kom dan dibantu oleh beberapa krida-krida yang meliputi krida Sumber daya bahari dengan Koordinator: Sunardi,SIP, Krida Wisata bahari koordinator: Drs.Pipo Arokhmanuri S, Krida Jasa bahari sebagai koordinator: Drs. Untung Sukaryadi,MM, Krida Reksa bahari dengan koordinator: Serma (Mar) Sudarsono, Bidang Tekhnik Kepramukaan Drs.Ki Sutikno serta masing-masing Krida dan Bidang dibantu angota-anggota.

Lebih lanjut Ketua Kwartir Daerah XII DIY yang juga sebagai Wakil Gubernur DIY menyatakan bahwa kalau kita melihat kondisi sekarang ini di mana krisis global menimpa bangsa di Dunia tentunya juga akan membawa dampak di negeri kita ini, seperti ancaman pengangguran, menurunnya daya beli masyarakat karena keterbatasan akses secara ekonomi.

 Selain itu lanjut Paku Alam IX, permasalahan kaum muda dewasa ini banyak dipengaruhi oleh global informasi dan tekhnologi, sehinggga perlu adanya pengembangan secara inovatif dengan pendekatan metodologi dan berbagai bentuk kegiatan yang lebih tepat sesuai dengan dinamika kehidupan sekarang ini.

 Oleh sebab itu Paku Alam IX sangat menaruh harapan dan memilki rasa optimis terhadap gerakan pramuka agar mampu menddidik kaum muda yang handal, kuat dan tangguh dalam menghadapi segala permasalahan.Termasuk dalam kondisi krisis global yang tengah melanda dunia saat ini, tandas Paku ALam IX ;Saka bahari harus ikut andil dalam membangun masyarakat khususnya kaum muda dalam bidang kebaharian. Karena Indonesia merupakan Negara kepulauan dimana lautan yang minitari berbagai pulau sangat luas dan mempunyai banyak potensi.

 Dengan banyaknya potensi laut yang ada tersebut Ketua Kwartir Daerah XII Gerakan Pramuka DIY Paku ALam IX mengharapakan seharusnya bisa dimanfaatkan dengan bijaksana dengan memperhatikan kearifan masyarakat local dengan terus mengembanagkan serta meningkatkan kemampuan dan partisipasi masyarakat, khususnya dalam melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya kelautan.

 Diakhir sambautannya Paku Alam IX minta usai pelantikan Pimpinan Saka Bahari tingkat daerah ini dapat segera dituindaklanjuti, dengan mengadakan konsolidasi internal organisasi hingga ditingkatan kwartis cabang, untuk mematangkan dan membahas program kerja yang akan dilaksanakan selama kurun waktu 5 tahun tersbeut. Kerjasama sinergi dengan berbagai pihak baik pemerintah, masyarakat dan stake holder terkait harus terus dijalin serta mengembangkan jejaring dengan berbagai lembaga masyarakat yang ada.

Menandai pelantikan Pimpinan Saka Bahari selain menabdatangani berita acara juga pengucapan Ulang Janji TRI SATYA.

Turut hadir menyakasikan pelantikan tersebut Penasehat Saka Bahari Provinsi DIY Komandan Pangkalan TNI AL Yogyakarta Kolonel Laut (P) Sutarmono,Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Ir.Titik Sugiarto,Kepala Dinas Pariwisata DIY Tasbir.SH.(Sis-Kar)

Humas DIY.

Tanda jabatan Saka Bahari


diposting dari pramukanet.org

Data Pengunjung Februari 2010

Pelantikan Pinsakada Bahari Prop.DIY

Pelantikan Pinsakada Bahari Prop.DIY

Seragam Pramuka Saka Bahari

Seragam Pramuka Saka Bahari

Mendapat arahan dari Kakak-kakak

Mendapat arahan dari Kakak-kakak

Tongkat Pora

Tongkat Pora
Pernikahan Kak Fauzi & kak Wanti

Badgenya dipasang biar siap dilantik....

Badgenya dipasang biar siap dilantik....

Paling Populer

Menyediakan Berbagai Kebutuhan Atribut Pramuka :



Perlengkapan dan Peralatan Pramuka