Follow by Email

Minggu, 02 Desember 2007

Sejarah Pramuka Indonesia

Latar Belakang Lahirnya Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka lahir pada tahun 1961, jadi kalau akan menyimak latar belakang lahirnya Gerakan Pramuka, orang perlu mengkaji keadaan, kejadian dan peristiwa pada sekitar tahun 1960.

Dari ungkapan yang telah dipaparkan di depan kita lihat bahwa jumlah perkumpulan kepramukaan di Indonesia waktu itu sangat banyak. Jumlah itu tidak sepandan dengan jumlah seluruh anggota perkumpulan itu.

Peraturan yang timbul pada masa perintisan ini adalah Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana. Dalam ketetapan ini dapat ditemukan Pasal 330. C. yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila. Seterusnya penertiban tentang kepanduan (Pasal 741) dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana Pemerintah untuk mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30). Kemudian kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powellisme (Lampiran C Ayat 8).

Ketetapan itu memberi kewajiban agar Pemerintah melaksanakannya. Karena itulah Pesiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Hari Kamis malam itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia ini tentulah perlu sesuatu pengesahan. Dan kemudian terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebut oleh Presiden pada tanggal 9 Maret 1961.

Ada perbedaan sebutan atau tugas panitia antara pidato Presiden dengan Keputusan Presiden itu.

Masih dalam bulan April itu juga, keluarlah Keputusan Presiden RI Nomor 121 Tahun 1961 tanggal 11 April 1961 tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota Panitia ini terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, Achmadi dan Muljadi Djojo Martono (Menteri Sosial).

Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka.



Kelahiran Gerakan Pramuka

Kelahiran Gerakan Pramuka ditandai dengan serangkaian peristiwa yang saling berkaitan yaitu :

1. Pidato Presiden/Mandataris MPRS dihadapan para tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA

2. Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei adalah; Hari Kebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA.

3. Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA.

4. Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, diikuti defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului dengan penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka, dan kesemuanya ini terjadi pada tanggal pada tanggal 14 Agustus 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA.



Gerakan Pramuka Diperkenalkan

Pidato Presiden pada tanggal 9 Maret 1961 juga menggariskan agar pada peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI Gerakan Pramuka telah ada dan dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu Keppres RI No.238 Tahun 1961 perlu ada pendukungnya yaitu pengurus dan anggotanya.

Menurut Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, pimpinan perkumpulan ini dipegang oleh Majelis Pimpinan Nasional (MAPINAS) yang di dalamnya terdapat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Kwartir Nasional Harian.

Badan Pimpinan Pusat ini secara simbolis disusun dengan mengambil angka keramat 17-8-’45, yaitu terdiri atas Mapinas beranggotakan 45 orang di antaranya duduk dalam Kwarnas 17 orang dan dalam Kwarnasri 8 orang.

Namun demikian dalam realisasinya seperti tersebut dalam Keppres RI No.447 Tahun 1961, tanggal 14 Agustus 1961 jumlah anggota Mapinas menjadi 70 orang dengan rincian dari 70 anggota itu 17 orang di antaranya sebagai anggota Kwarnas dan 8 orang di antara anggota Kwarnas ini menjadi anggota Kwarnari.

Mapinas diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno, Presiden RI dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh.

Sementara itu dalam Kwarnas, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat Ketua dan Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari.

Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 bukan saja di Ibukota Jakarta, tapi juga di tempat yang penting di Indonesia. Di Jakarta sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan Apel Besar yang diikuti dengan pawai pembangunan dan defile di depan Presiden dan berkeliling Jakarta.

Sebelum kegiatan pawai/defile, Presiden melantik anggota Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari, di Istana negara, dan menyampaikan anugerah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia (Keppres No.448 Tahun 1961) yang diterimakan kepada Ketua Kwartir Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono IX sesaat sebelum pawai/defile dimulai.

Peristiwa perkenalan tanggal 14 Agustus 1961 ini kemudian dilakukan sebagai HARI PRAMUKA yang setiap tahun diperingati oleh seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka.

Kamis, 01 November 2007

Ikuti.....
Memeriahkan HUT Armada TNI AL ke-62
SAKA BAHARI KOTA YOGYAKARTA
menyelenggarakan.......................................................................................

“JOGJA RAFTING ADVENTURE”

Pelaksanaan :
Tanggal 2 Desember 2007
Pukul 06.30 – Selesai
disungai Elo, Mungkid, Magelang
Biaya Rp.115.000,- / Peserta

Kegiatan :
Pengarungan
Materi Rafting
Materi Delam Dasar
Wisata Candi Mendut
Bakti sosial
Sarasehan

Pendaftaran :
Tanggal 10 – 30 November 2007
Tempat Sekretariat Saka Bahari-Denal Yogyakarta
Jl.Melati wetan No.62 Baciro, Yogyakarta
CP : Fauzi ( 085643065619 )

Fasilitas :
Tiket Pengarungan 1x
Tiket Wisata Candi mendut 1x
Asuransi
Makan, Snack & Soft Drink
Piagam Penghargaan
Buku Panduan
Transportasi
Sticer
Door Prize


Kegiatan ini Terbuka untuk Umum!!!!
Usia 10 – 60 th
Sehat Jasmani Ruhani

JOGJA RAFTING ADVENTURE


सका

Sabtu, 06 Oktober 2007

Pertemuan Pramuka Penegak
Raimuna, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pandega dalam bentuk perkemahan besar yang diselenggarakan oleh kwartir Gerakan Pramuka, seperti Raimuna Ranting, Raimuna Cabang, Raimuna Daerah, Raimuna Nasional.

Gladian Pimpinan Satuan, adalah kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega bagi Pemimpin Sangga Utama, Pemimpin Sangga, dan Wakil Pemimpin Sangga dan pengurus Dewan Ambalan/Racana, yang bertujuan memberikan pengetahuan di bidang manajerial dan kepemimpinan. Dianpinsat diselenggarakan oleh gugusdepan, kwartir ranting atau kwartir cabang. Kwartir daerah dan Kwartir Nasional dapat menyelenggarakan Dianpinsat bila dipandang perlu.

Perkemahan, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang diselenggarakan secara reguler untuk mengevaluasi hasil latihan di gugusdepan dalam satu periode, seperti Perkemahan Saptu Minggu (Persami), Perkemahan Jum'at Saptu Minggu (Perjusami), perkemahan hari libur, dan sejenisnya.

Perkemahan Wirakarya (PW), adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega berbentuk perkemahan besar, dalam rangka mengadakan integrasi dengan masyarakat dan ikut serta dalam kegiatan pembangunan masyarakat. PW diselenggarakan oleh semua jajaran kwartir secara reguler, khusus untuk PW Nas, diselenggarakan apabila dipandang perlu.

Perkemahan Bakti (Perti), adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega berbentuk perkemahan besar, dalam rangka mengaplikasikan pengetahuan dan pengalamannya selama mengadakan pembinaan, baik di gugusdepan maupun di Satuan karya Pramuka (Saka) dalam bentuk bakti kepada masyarakat.

Perkemahan Antar (Peran) Saka, adalah Kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang menjadi anggota Satuan Karya Pramuka (Saka), berbentuk perkemahan besar, yang diselenggarakan oleh kwartir Gerakan Pramuka. Saat ini Gerakan Pramuka memiliki tujuh Saka. Peran Saka diselenggarakan apabila diikuti minimal oleh dua Satuan Karya Pramuka.

Pengembaraan, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega berbentuk penjelajahan, dalam rangka mengaplikasikan pengetahuan tentang ilmu medan, peta, kompas dan survival.

Latihan Pengembangan Kepemimpinan, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menanamkan dan mengembangkan jiwa kepemimpinan bagi generasi muda agar dapat ikut serta dalam mengelola kwartir dan diharapkan di kemudian hari mampu menduduki posisi pimpinan dalam Gerakan Pramuka.

Latihan Pengelola Dewan Kerja, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman mengenai manajemen Dewan Kerja, sehingga para anggota Dewan Kerja dapat mengelola dewan kerjanya secara efektif dan efisien.

Kursus Instruktur Muda, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega pengembangan potensi Pramuka, baik sebagai Pribadi, kelompok maupun organisasi untuk mensukseskan pelaksanaan upaya Pengembangan Sumber Daya Manusia, Pengentasan Kemiskinan dan Penanggulangan Bencana.

Penataran, Seminar, dan Lokakarya, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk mengkaji suatu permasalahan dan merumuskan hasil kajian serta memecahkan masalah secara bersama, sebagai bahan masukan bagi perkembangan Gerakan Pramuka.

Sidang Paripurna, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menyusun program kerja bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dalam satu tahun program, dan akan dijadikan bahan dalam Rapat Kerja Kwartir.

Musyawarah Pramuka Penegak dan Pandega Puteri dan Putera (Musppanitera), adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menyusun perencanaan pembinaan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di wilayah kwartir dalam satu masa bakti kwartir/dewan kerja dan akan dijadikan bahan pada musyawarah kwartirnya.

Kamis, 30 Agustus 2007


Merevitalisasi Satuan Karya Pramuka (Saka)

Revitalisasi Gerakan Pramuka secara substansi bertujuan untuk mengembalikan organisasi ini kembali dicintai dan diminati generasi muda. Selain itu, revitalisasi mengukuhkan kembali Gerakan Pramuka sebagai lembaga pendidikan kader bangsa yang dapat diandalkan mencetak generasi muda yang berkepribadian, berbudi pekerti luhur, cerdas, dan terampil, serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dukungan penuh dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Mabinas Gerakan Pramuka telah diserukan. Tinggal peran optimal dari seluruh jajaran Gerakan Pramuka untuk mengimplementasikannya sesuai kemampuan yang ada.
SEORANG Pramuka menggunakan kompas saat rekannya membaca peta pada latihan navigasi, beberapa waktu lalu. Pramuka mendapat peluang untuk menyalurkan minat, mengembangkan bakat, dan pengetahuan lewat penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka.* DENI YUDIAWAN/"PR"


Revitalisasi di sini juga bukan membentuk organisasi baru, namun membenahi sekaligus menyempurnakan organisasi dan bagian-bagiannya yang sudah ada dengan inovasi-inovasi segar yang disesuaikan dengan perkembangan lingkungan yang dinamis. Salah satunya adalah pengembangan Satuan Karya Pramuka (Saka).

Seperti dilansir situs www.pramuka.or.id, baru-baru ini dalam pertemuan yang membahas koordinasi pimpinan Satuan Karya Pramuka yang dihadiri perwakilan ketujuh Saka, di Jakarta, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Prof. Dr. H. Azrul Azwar, M.P.H., mengungkapkan, sejalan dengan revitalisasi Gerakan Pramuka, mengingat perannya yang sangat penting, pembinaan kesakaan perlu dibangkitkan kembali. Hal itu dilakukan dengan pembinaan yang sistematis, berkelanjutan, dan terencana, sehingga menggugah generasi muda kembali aktif dalam Gerakan Pramuka.

Seperti termaktub dalam Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 032 Tahun 1989 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka BAB II, Satuan Karya Pramuka (Saka), merupakan wadah pendidikan kepramukaan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat dan meningkatkan pengetahuan, kemampuan, keterampilan, dan pengalaman para Pramuka dalam berbagai bidang kejuruan. Dengan aktif di kesakaan, anggota Pramuka diharapkan bisa meningkatkan motivasinya untuk melaksanakan kegiatan nyata dan produktif sehingga dapat memberi bekal bagi kehidupannya sendiri maupun bekal pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Saat ini ada tujuh Saka yang membidangi bidang tertentu. Ketujuh Satuan Karya Pramuka itu ialah Saka Bahari, Saka Bakti Husada, Saka Bhayangkara, Saka Dirgantara, Saka Kencana, Saka Tarunabumi, dan Saka Wanabakti.

Saka Bahari merupakan wadah bagi Pramuka yang berminat dengan kegiatan kebaharian. Kegiatan yang sangat potensial dalam rangka menanamkan rasa cinta dan menumbuhkan sikap hidup yang berorientasi kebaharian. Pembinaan Saka Bahari biasanya bekerja sama dengan TNI AL dan Departemen Pariwisata. Sementara itu, Saka Bakti Husada diresmikan 17 Juli 1985 dengan tujuan sebagai wadah bagi Pramuka untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang kesehatan. Pembinaan Saka ini bekerja sama dengan Departemen Kesehatan, PMI, dan rumah sakit. Bagi anggota Pramuka yang ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bidang keamanan dan ketertiban masyarakat bisa bergabung dengan Saka Bhayangkara. Saka Bhayangkara merupakan yang terbesar dan paling berkembang di Indonesia dan biasanya bekerja sama dengan Polri. Bagi yang berminat dan mempunyai keahlian di bidang kedirgantaraan, Saka Dirgantara bisa dijadikan sebagai tempat mengasah sekaligus menambah pengetahuan. Sedangkan Saka Kencana, Saka Tarunabumi, dan Saka Wanabakti merupakan tempat menyalurkan minta anggota Pramuka di bidang Keluarga Berencana, pertanian, dan kehutanan.

Setiap Saka mempunyai satuan kecil yang disebut krida, yang lebih mengkhususkan dalam bidang tertentu dalam sebuah Saka. Saka dengan berbagai bidang yang ada di dalamnya sebenarnya bisa dijadikan aset potensial untuk kembali menarik minat generasi muda kembali menggeluti Gerakan Pramuka. Dengan pembinaan yang serius dari seluruh jajaran, penyediaan sarana dan prasarana penunjang yang memadai, pengemasan kegiatan yang menarik, dan dukungan dari lembaga terkait yang menjadi pembina, bukan mustahil revitalisasi Saka dapat terlaksana dengan baik sehingga Gerakan Pramuka kembali membahana di bumi tercinta ini
JADWAL KEGIATAN FIPOB 2007 DI PADANG
Festival International Pemuda & Olahraga Bahari (FIPOB) Merupakan sebuah konsep program yang menyatukan multievent kepemudaan, keolahragaan dan kepariwisataan yang dikemas dalam satu penyelenggaraan pertandingan olahraga Bahari, Festival Pemuda, Exhibition, Cultural & Art Performance, Festival Kota, dan Hiburan. Sesuai dengan arahan Bapak Presiden agar menghidupkan kembali gerakan “Mengolahragakan Masyarakat dan Memasyarakatkan Olahraga” dikalangan pemuda Indonesia, maka Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, serta Kepala Staf TNI-AL menuangkan kesepakatan termasuk pemuda, olahraga, dan pariwisata bahari. Setelah sukses diselenggarakan untuk pertama kalinya di Makassar pada tahun 2006, tahun ini kota Padang terpilih sebagai tuan rumah penyelenggara FIPOB kedua. Bencana gempa yang baru saja terjadi, tidak menyurutkan semangat warga Sumatera Barat untuk turut mensukseskan FIPOB 2007 tahun ini. Bangunlah jiwa bahari untuk mempercepat kesuksesan mandiri bagi negeri.

Sabtu, 18 Agustus 2007

LKTI TNI AL

Dalam rangka memperingati Hari Dharma Samudera tanggal 15 Januari 2008 akan dilaksanakan lomba karya tulis ilmiah bagi anggota militer dan PNS TNI AL serta untuk umum. Tema lomba karya tulis ilmiah: “Dengan memperingati Hari Dharma Samudera 2008 kita bangun kekuatan TNI Angkatan Laut yang mampu mengantisipasi ancaman pertahanan negara bidang maritim pada dasawarsa pertama abad ke-21”.
Lomba karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk menggugah dan menggali gagasan serta pemikiran dari anggota TNI AL dan masyarakat umum dalam rangka membangun TNI Angkatan Laut yang mampu mengantisipasi setiap bentuk ancaman pertahanan negara.
Tata cara penulisan dengan ketentuan sebagai berikut : materi tulisan bebas sesuai dengan tema baik berupa telaahan perorangan, hasil kajian, sistem, metoda maupun penemuan baru hasil penelitian. Tulisan diketik satu setengah spasi pada kertas HVS ukuran A4, huruf Arial font 12, tebal minimal 20 halaman dan dijilid dengan sampul warna biru untuk peserta TNI AL serta warna kuning untuk peserta umum.
Kriteria penilaian meliputi kelengkapan persyaratan nilai 10, materi dan sistematika tulisan nilai 75, penggunaan bahasa yang baik dan benar sesuai EYD nilai 15, maksimal nilai 100. Karya yang dilombakan belum pernah diikutkan dalam lomba karya tulis manapun.
Karya tulis dijilid rangkap dua dan menyertakan copy CD dalam sampul tertutup dikirim kepada panitia LKT Dharma Samudera 2008, Dispenal Gedung B-4 lantai 2 Mabesal Cilangkap Jaktim 13870, paling lambat tanggal 30 November 2007 cap pos. Setiap tulisan dari anggota TNI AL harus disahkan kasatker dan tulisan menjadi milik panitia. Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi panitia ke telepon (021) 8723311 dan (021) 8723308.
Akan dipilih tiga peserta terbaik dari TNI AL dan umum, tiga peserta untuk juara harapan dan kepada para pemenang akan diberikan piagam penghargaan dan hadiah berupa uang. Pengumuman pemenang dimuat di majalah Cakrawala dan website TNI AL di www.tnial.mil.id. Besarnya hadiah uang bagi pemenang lomba adalah : juara satu Rp 3.000.000,- juara kedua Rp 2.000.000,- dan juara ketiga Rp 1.000.000,-. Sedangkan juara harapan satu Rp 700.000,- juara harapan kedua Rp 600.000,- dan juara harapan ketiga Rp 500.000,-. Piagam penghargaan dan hadiah uang bagi juara satu, dua dan tiga baik dari TNI AL maupun umum akan diserahkan pada upacara peringatan Hari Dharma Samudera tanggal 15 Januari 2008.

Sabtu, 28 Juli 2007

JAYALAH SAKA BAHARI JOGJAKARTA....

SATUAN KARYA PRAMUKA BAHARI
(SAKA BAHARI)
Satuan Karya Pramuka (Saka) Bahari adalah wadah bagi Pramuka yang menyelenggarakan kegiatan-kegiatan nyata, produktif dan bermanfaat dalam rangka menanamkan rasa cinta dan menumbuhkan sikap hidup yang berorentasi kebaharian termasuk laut dan perairan dalam.

Tujuan dibentuknya Saka Bahari adalah untuk membina dan mengembangkan anggota Gerakan Pramuka agar :
Memiliki tambahan pengetahuan, pengalaman, keterampilan dan kecakapan di bidang kebaharian, yang dapat menjurus kepada kariernya di masa mendatang.
Memiliki rasa cinta kepada laut dan perairan dalam berikut seluruh isinya pada khusunya dan rasa cinta kepada tanah air Indonesia pada umumnya.
Memiliki sikap dan cara berfikir yang lebih matang dalam menghadapi segala tantangan hidup, terutama menyangkut kebaharian.
Mampu menyelenggarakan proyek-proyek kegiatan di bidang kebaharian secara positif berdaya guna dan tepat guna, sesuai dengan minat dan bakatnya serta bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya.
Kegiatan kesakaan dilaksanakan di gugusdepan dan satuan karya Pramuka disesuaikan dengan usia dan kemampuan jasmani dan rohani peserta didik. Kegiatan pendidikan tersebut dilaksanakan sedapat-dapatnya dengan praktek berupa kegiatan nyata yang memberi kesempatan peserta didik untuk menerapkan sendiri pengetahuan dan kecakapannya dengan menggunakan perlengkapan yang sesuai dengan keperluannya.

Anggota Saka Bahari adalah :
Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega
Pramuka Penggalang Terap.
Pemuda berusia 14-25 tahun, dengan syarat khusus

Syarat menjadi Anggota Saka Bahari :
Mendapat izin dari orang tua/wali dan pembina Gugusdepan
Berusia antara 14-25 tahun
Sehat jasmani dan rokhani
Berminat dan bersedia untuk berberan aktif dalam segala kegiatan Saka Bahari

Saka Bahari meliputi 4 (empat) krida, yaitu :
Krida Sumberdaya Bahari
Krida Jasa Bahari
Krida Wisata Bahari
Krida Reksa Bahari

Krida Sumberdaya Bahari, terdiri atas 6 (enam) SKK :
SKK Penangkapan Ikan
SKK Alat Penangkap Ikan
SKK Budidaya Laut
SKK Pengolahan Hasil laut
SKK Budidaya Air Payau/Tambak
SKK Pertambangan Mineral.

Krida Jasa Bahari, terdiri atas 9 (sembilan) SKK :
SKK Listrik
SKK Mesin
SKK Pengecatan
SKK Elektronika
SKK Pengelas
SKK Perencana Kapal
SKK Perahu Motor
SKK Pelaut
SKK Operator Alat Bongkar Muat.

Krida Wisata Bahari, mempunyai 8 (delapan) SKK :
SKK Renang
SKK Layar
SKK Selam
SKK Dayung
SKK Ski Air
SKK Pemandu Wisata Laut
SKK Selancar Angin
SKK Penyelamatan di Pantai.

Krida Reksa Bahari, mempunyai 7 (tujuh) SKK :
SKK Navigasi
SKK Telekomunikasi
SKK Isyarat Bendera
SKK Isyarat Optik
SKK Pelestarian Sumberdaya Laut
SKK Pengemudi Sekoci
SKK SAR di Laut.

Hasil yang diharapkan setelah mengikuti kegiatan Saka Bahari adalah :
Mampu dan dapat memanfaatkan segala pengetahuan, pengalaman dan kecakapannya untuk ikut berperan serta secara aktif dalam Pembangunan Nasional, khususnya di bidang kebaharian.
Merasa ikut bertanggungjawab terhadap kelestarian lingkungan hidup yang menyangkut kebaharian.

Kamis, 26 Juli 2007

saka bahari jogjakarta

SATUAN KARYA PRAMUKA BAHARI(SAKA BAHARI)Satuan Karya Pramuka (Saka) Bahari adalah wadah bagi Pramuka yang menyelenggarakan kegiatan-kegiatan nyata, produktif dan bermanfaat dalam rangka menanamkan rasa cinta dan menumbuhkan sikap hidup yang berorentasi kebaharian termasuk laut dan perairan dalam. Tujuan dibentuknya Saka Bahari adalah untuk membina dan mengembangkan anggota Gerakan Pramuka agar :Memiliki tambahan pengetahuan, pengalaman, keterampilan dan kecakapan di bidang kebaharian, yang dapat menjurus kepada kariernya di masa mendatang. Memiliki rasa cinta kepada laut dan perairan dalam berikut seluruh isinya pada khusunya dan rasa cinta kepada tanah air Indonesia pada umumnya. Memiliki sikap dan cara berfikir yang lebih matang dalam menghadapi segala tantangan hidup, terutama menyangkut kebaharian. Mampu menyelenggarakan proyek-proyek kegiatan di bidang kebaharian secara positif berdaya guna dan tepat guna, sesuai dengan minat dan bakatnya serta bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya.Kegiatan kesakaan dilaksanakan di gugusdepan dan satuan karya Pramuka disesuaikan dengan usia dan kemampuan jasmani dan rohani peserta didik. Kegiatan pendidikan tersebut dilaksanakan sedapat-dapatnya dengan praktek berupa kegiatan nyata yang memberi kesempatan peserta didik untuk menerapkan sendiri pengetahuan dan kecakapannya dengan menggunakan perlengkapan yang sesuai dengan keperluannya. Anggota Saka Bahari adalah :1. Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega 2. Pramuka Penggalang Terap.3. Pemuda berusia 14-25 tahun, dengan syarat khususSyarat menjadi Anggota Saka Bahari :1. Mendapat izin dari orang tua/wali dan pembina Gugusdepan2. Berusia antara 14-25 tahun3. Sehat jasmani dan rokhani4. Berminat dan bersedia untuk berperan aktif dalam segala kegiatan Saka BahariSaka Bahari meliputi 4 (empat) krida, yaitu :1. Krida Sumberdaya Bahari2. Krida Jasa Bahari3. Krida Wisata Bahari4. Krida Reksa BahariMari Bergabung dengan kami.........Bravo!!!!!.

Data Pengunjung Februari 2010

Pelantikan Pinsakada Bahari Prop.DIY

Pelantikan Pinsakada Bahari Prop.DIY

Seragam Pramuka Saka Bahari

Seragam Pramuka Saka Bahari

Mendapat arahan dari Kakak-kakak

Mendapat arahan dari Kakak-kakak

Tongkat Pora

Tongkat Pora
Pernikahan Kak Fauzi & kak Wanti

Badgenya dipasang biar siap dilantik....

Badgenya dipasang biar siap dilantik....

Paling Populer

Menyediakan Berbagai Kebutuhan Atribut Pramuka :



Perlengkapan dan Peralatan Pramuka