Follow by Email

Jumat, 17 Agustus 2012

Kamis, 19 April 2012

Selamat jalan Kak Laks TNI (Pur) Sudomo

  Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun. Mantan menteri tenaga kerja dan Menkopolkam di era Orde Baru, Laksamana Purnawirawan Sudomo tutup usia saat dirawat di RS Pondok Indah Jakarta, Selasa (18/4) sekitar pukul 10.05 WIB.

Senin (16/4) Sudomo dilaporkan terbaring koma di ruang ICU lantai 2 Rumah Sakit (RS) Pondok Indah, Jakarta Selatan. Senin (16/4). Mantan Menteri Tenaga Kerja, dan Menkopolkam era Orde Baru  ini dirawat sejak Sabtu, (14/4) karena diduga terkena stroke batang otak.

Kondisi pria kelahiran Malang, Jawa Timur, 20 September 1926 masih dirawat intensif dan mengenakan infus. ''Bapak belum sadarkan diri, dan masih diinfus,'' ujar menantu Sudomo, Djoko Tabiat, ditemui di RS Pondok Indah, Jakarta, Senin (16/4).

Tampak sejumlah anggota keluarga dan kerabat mendampingi Sudomo yang masih terbaring koma. ''Bapak tiba-tiba tak sadarkan diri seusai menghadiri acara resepsi. Setelah menjalani CT Scan, dokter memasangkan monitor jantung. Kata dokter ada pendarahan di otak tengah yang terkena batang otaknya dan agak parah. Kata dokter recoverynya kecil,'' tuturnya.

Laksamana TNI (Purnawirawan) Sudomo akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis 19/4.
Rencananya proses pemakaman akan dimulai pukul 09.00 wib dan dipimpin langsung Wakil Presiden Boediono.
Tampak hadir juga mantan Presiden BJ Habibie dan mantan Wapres Tri Sutrisno tampak mengenakan baju batik sementara Bj Habibie mengenakan baju putih dan mengenakan peci.
Keduanya tampak akrab berbincang-bincang. Jenazah sendiri masih dalam perjalanan menuju TMP Kalibata. Wapres Boediono juga masih belum terlihat.

Selasa, 13 Maret 2012

MANTAN KETUA DKC KWARCAB KOTA MALANG JADI PANGARMATIM


Agung Pramono sekitar tahun 1979-80, adalah Ketua Dewan Kerja Cabang Kwartir Cabang Kota Malang,.....Dari Gugus Depan 103 RS. Soepraoen Malang. Kini dilantik sebagai Panglima Armada Timur

Selasa, 14 Februari 2012

Raja Swedia Bertemu Sultan Bahas Pramuka

Raja Carl XVI Gustaf dari Swedia, hari ini mengawali turnya ke Yogyakarta hingga 3 Februari 2012. Kunjungan Raja Swedia ini terkait dengan kapasitasnya sebagai Ketua Yayasan Pramuka se-Dunia.
Kedatangan Ketua World Scout Foundation (WSF) ini merupakan kunjungan kehormatan dalam rangka meninjau lokasi calon proyek MoP (Messenger of Peace) Preserve Local and Traditional Culture di Bantul.

Raja Carl XVI Gustaf akan mengunjungi sejumlah tempat di Yogyakarta, seperti Candi Borobudur. Dia juga dijadwalkan bertemu dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang juga sebagai Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka DIY.

"Pada hari Rabu tanggal 01 Februari 2012 beliau akan ke Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, DIY untuk melihat dan observasi lokasi, kegiatan kemasyarakatan, juga kegiatan gugus depan di daerah tersebut," kata Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Azrul Azwar di Yogyakarta, Senin 30 Januari 2012.
"Selain itu juga akan melihat kehidupan sehari-hari masyarakat, kegiatan-kegiatan pemuda, karang taruna dan pelajar."

Menurutnya Kabupaten Bantul adalah daerah pertama yang menjadi obyek program MoP. Pendanaan program ini akan didukung oleh World Scout Foundation.

"Kegiatan kemasyarakatan Desa Wukirsari akan dijadikan percontohan dalam rangka membentuk budaya hidup modern yang tetap berpedoman pada kearifan lokal dan kemayarakatan," ujar Azrul.
"Dengan kegiatan kemasyarakatan (sesuai dengan kehidupan sehari-hari) tujuannya agar bisa membentuk karakter pemuda yang kuat dan berjiwa luhur, serta jiwa kewirausahaan."

Sementara itu, Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Bantul, EB Nurcahyo mengatakan kedatangan Raja Swedia ini juga akan melakukan peresmian pendapa di Desa Wukirsari, Imogiri, Bantul. "Kunjungan ini ditangkap sebagai sinyal baik dalam rangka pengembangan gerakan Kepramukaan di Bantul," katanya.

Nurcahyo menyatakan Raja Carl Gustaf memilih kunjungan ke Indonesia lantaran dari 30.000 pramuka di seluruh dunia, Indonesia memiliki 20.000 anggota. Sebagai apresiasi Carl Gustaf memberikan hibah bagi daerah yang dipandang mampu mengembangkan kearifan lokal dengan baik.

"Dari sekian banyak daerah, Bantul terpilih karena dianggap mampu mengembangkan kearifan lokal dengan baik, yakni kerajinan tatah sungging, batik, dan karawitan. Hibah raja Swedia ini diwujudkan dengan pembangunan pendapa dengan alokasi dana sekitar Rp300 juta untuk pelatihan kegiatan seperti tatah sungging, membatik dan karawitan," ujarnya. (ren)

Raja Swedia Resmikan Pendopo Sanggar Pramuka

Raja Swedia Carl XVI Gustaf yang juga sebagai Ketua Yayasan Pandu Dunia (Chairmant of the World Scout Foundation) dan rombongan berkunjung ke DIY, Rabu (01/02). Kedatangan Raja Swedia yang tiba di Yogyakarta dan langsung menuju Desa Nogosari, Imogiri Bantul sekitar pukul 10.00 WIB itu, untuk meresmikan Pendopo Sanggar Pramuka bantuan hibah dari Kerajaan Swedia bersama National Scout Organization (Organisasi Pandu Nasional).

Peresmian ditandai dengan penggguntingan buntal melati dan penandatanganan prasasti, dilanjutkan penanaman pohon monumental sawo kecik. Hadir menyaksikan peresmian, Wakil Gubernur DIY selaku Ketua Kwarda Paku Alam IX, Menteri Pemuda dan Olahraga RI Andi Malarangeng, Duta Besar Swedia untuk Indonesia, dan Ketua Kwarnas Pramuka Azwar Asrul serta sejumlah pejabat Provinsi DIY maupun pejabat Pemkab Bantul.

Dalam sambutan peresmiannya, Carl XVI Gustaf menyatakan, pusat pelatihan sanggar ini sangat dibutuhkan di daerah ini dan pihaknya sangat terkesan dengan berbagai pelatihan yang telah dilakukan. Untuk itu Yayasan Pandu Dunia yang telah memulai proyek Messenger of Peace bersama seluruh organisasi pandu nasional termasuk Gerakan Pramuka bersama-sama dengan Saudi Arabia, akan terus menyuarakan pesan perdamaian melalui Messengers of Peace ke seluruh dunia.

Messenger of Peace lanjutnya, diciptakan untuk membantu menuju yang lebih baik, sehingga negara-negara lain dapat mengikuti mencontoh apa yang telah dilakukan di Indonesia. “Kami bertujuan membantu untuk meningkatkan terus dan memberdayakan masyarakat,” katanya.

Carl XVI Gustaf menambahkan, sudah ada puluhan ribu yang mengikut proyek Messenger of Peace ini diberbagai tempat dengan melihat di website milik pandu dunia. Di website itu kata dia, bisa dilihat ada peta dunia yang ada titik-titik merah menandakan proyek tersebut telah diselenggarakan. Bulan depan pihaknya akan meluncurkan website baru dengan salah satu bahasa resminya adalah bahasa Indonesia.

“Gunakanlah website itu dengan semaksimal mungkin, tempatkan titik merah dipeta tersebut dan ceritakan yang anda lakukan. Ada jutaan Pandu di seluruh dunia menantikan apa yang anda lakukan di sini untuk mereka ikuti. Inilah salah satu alasan kami mengunjungi Indonesia, mengunjungi anda di sini,” ujarnya.

Carl XVI Gustaf yakin Pramuka melakukan pekerjaan yang sangat baik dan sangat besar ini. Ia juga bangga dengan para Pramuka di Indonesia umumnya dan di Bantul khususnya. Bahkan ia berjanji akan menceritakan hal ini kepada seluruh dunia.

Sementara Bupati Bantul Hj. Sri Surya Widati mengemukakan, 30 juta anggota kepanduan di seluruh dunia 21 juta diantaranya berada di Indonesia dan 35 ribu lebih berada di Kabupaten Bantul. Ia mengutarakan, dalam pengembangan kegiatan kepanduan di Indonesia, Bantul sangat aktif melalui kegiatan Pramuka lewat sekolah. Hingga saat ini di Bantul telah terbentuk 1 Gugus Depan Teritorial, 17 Majelis Pembimbing Ranting, 41 Majelis Pembimbing Cabang, dan 410 Gugus Depan.

Menurut Bupati Bantul, hibah yang diberikan kepada Pemkab Bantul berupa Pendopo Sanggar Pramuka dan beberapa pelatihan bagi anak-anak dan generasi muda seperti membatik, membuat wayang kulit melalui tatah sungging dan belajar karawitan ini sebagai wujud perhatian dan kepedulian yang sangat besar kepada masyarakat Pramuka khususnya maupun masyarakat Bantul pada umumnya.

“Kegiatan itu merupakan karya-karya adiluhung warisan nenek moyang dan memiliki arti penting dalam pengembangan karakter dan budaya bangsa. Pelatihan tersebut sekaligus merupakan kegiatan yang sangat esensi untuk latihan kerja guna mendukung peluang pengembangan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Bantul,” terangnya.

Bangunan Pendopo yang belum selesai 100 persen dan berdiri di atas lahan seluas 5 ribu meter persegi lebih ini ujar Sri Surya Widati, direncanakan ke depan sebagai wahana bumi perkemahan dan kegiatan kepemudaan lainnya. Selain digunakan untuk pelatihan membatik, tatah sungging dan karawitan, telah dimanfaatkan pula untuk kegiatan antara lain seni tari, handi craft, sablon, kegiatan keagamaan, dan pelatihan kepramukaan.

“Hibah yang telah  diberikan semakin bermakna manakala anak-anak bangsa dan generasi muda yang telah dilatih di Pendopo ini dapat menghasilkan karya seni yang langsung dapat dipamerkan serta dapat mementaskan hasil karya seni dan budayanya,” katanya.

Sebelumnya, Raja Swedia Carl XVI Gustaf dan rombongan telah menyempatkan diri mengunjungi pusat kerajinan batik tulis di Dusun Nogosari, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Ia juga sempat menyaksikan cara pembuatan kerajinan batik tulis, tatah sungging untuk wayang kulit dan pembuatan keris. Untuk diketahui, Desa Wukirsari terkenal sebagai sentra kerajinan batik tulis berkualitas serta kerajinan wayang kulit.

Seusai mengunjungi Dusun Nogosari, rombongan melanjutkan kunjungannya ke Candi Borobudur dan Candi Prambanan sebelum beristirahat di Hotel Sheraton. Dan menurut rencana pada malam harinya, Raja Swedia akan menghadiri jamuan makan malam bersama Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Kraton Yogyakarta.
(rsd)

Data Pengunjung Februari 2010

Pelantikan Pinsakada Bahari Prop.DIY

Pelantikan Pinsakada Bahari Prop.DIY

Seragam Pramuka Saka Bahari

Seragam Pramuka Saka Bahari

Mendapat arahan dari Kakak-kakak

Mendapat arahan dari Kakak-kakak

Tongkat Pora

Tongkat Pora
Pernikahan Kak Fauzi & kak Wanti

Badgenya dipasang biar siap dilantik....

Badgenya dipasang biar siap dilantik....

Paling Populer

Menyediakan Berbagai Kebutuhan Atribut Pramuka :



Perlengkapan dan Peralatan Pramuka