Follow by Email

Kamis, 30 Agustus 2007


Merevitalisasi Satuan Karya Pramuka (Saka)

Revitalisasi Gerakan Pramuka secara substansi bertujuan untuk mengembalikan organisasi ini kembali dicintai dan diminati generasi muda. Selain itu, revitalisasi mengukuhkan kembali Gerakan Pramuka sebagai lembaga pendidikan kader bangsa yang dapat diandalkan mencetak generasi muda yang berkepribadian, berbudi pekerti luhur, cerdas, dan terampil, serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dukungan penuh dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Mabinas Gerakan Pramuka telah diserukan. Tinggal peran optimal dari seluruh jajaran Gerakan Pramuka untuk mengimplementasikannya sesuai kemampuan yang ada.
SEORANG Pramuka menggunakan kompas saat rekannya membaca peta pada latihan navigasi, beberapa waktu lalu. Pramuka mendapat peluang untuk menyalurkan minat, mengembangkan bakat, dan pengetahuan lewat penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka.* DENI YUDIAWAN/"PR"


Revitalisasi di sini juga bukan membentuk organisasi baru, namun membenahi sekaligus menyempurnakan organisasi dan bagian-bagiannya yang sudah ada dengan inovasi-inovasi segar yang disesuaikan dengan perkembangan lingkungan yang dinamis. Salah satunya adalah pengembangan Satuan Karya Pramuka (Saka).

Seperti dilansir situs www.pramuka.or.id, baru-baru ini dalam pertemuan yang membahas koordinasi pimpinan Satuan Karya Pramuka yang dihadiri perwakilan ketujuh Saka, di Jakarta, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Prof. Dr. H. Azrul Azwar, M.P.H., mengungkapkan, sejalan dengan revitalisasi Gerakan Pramuka, mengingat perannya yang sangat penting, pembinaan kesakaan perlu dibangkitkan kembali. Hal itu dilakukan dengan pembinaan yang sistematis, berkelanjutan, dan terencana, sehingga menggugah generasi muda kembali aktif dalam Gerakan Pramuka.

Seperti termaktub dalam Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 032 Tahun 1989 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka BAB II, Satuan Karya Pramuka (Saka), merupakan wadah pendidikan kepramukaan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat dan meningkatkan pengetahuan, kemampuan, keterampilan, dan pengalaman para Pramuka dalam berbagai bidang kejuruan. Dengan aktif di kesakaan, anggota Pramuka diharapkan bisa meningkatkan motivasinya untuk melaksanakan kegiatan nyata dan produktif sehingga dapat memberi bekal bagi kehidupannya sendiri maupun bekal pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Saat ini ada tujuh Saka yang membidangi bidang tertentu. Ketujuh Satuan Karya Pramuka itu ialah Saka Bahari, Saka Bakti Husada, Saka Bhayangkara, Saka Dirgantara, Saka Kencana, Saka Tarunabumi, dan Saka Wanabakti.

Saka Bahari merupakan wadah bagi Pramuka yang berminat dengan kegiatan kebaharian. Kegiatan yang sangat potensial dalam rangka menanamkan rasa cinta dan menumbuhkan sikap hidup yang berorientasi kebaharian. Pembinaan Saka Bahari biasanya bekerja sama dengan TNI AL dan Departemen Pariwisata. Sementara itu, Saka Bakti Husada diresmikan 17 Juli 1985 dengan tujuan sebagai wadah bagi Pramuka untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang kesehatan. Pembinaan Saka ini bekerja sama dengan Departemen Kesehatan, PMI, dan rumah sakit. Bagi anggota Pramuka yang ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bidang keamanan dan ketertiban masyarakat bisa bergabung dengan Saka Bhayangkara. Saka Bhayangkara merupakan yang terbesar dan paling berkembang di Indonesia dan biasanya bekerja sama dengan Polri. Bagi yang berminat dan mempunyai keahlian di bidang kedirgantaraan, Saka Dirgantara bisa dijadikan sebagai tempat mengasah sekaligus menambah pengetahuan. Sedangkan Saka Kencana, Saka Tarunabumi, dan Saka Wanabakti merupakan tempat menyalurkan minta anggota Pramuka di bidang Keluarga Berencana, pertanian, dan kehutanan.

Setiap Saka mempunyai satuan kecil yang disebut krida, yang lebih mengkhususkan dalam bidang tertentu dalam sebuah Saka. Saka dengan berbagai bidang yang ada di dalamnya sebenarnya bisa dijadikan aset potensial untuk kembali menarik minat generasi muda kembali menggeluti Gerakan Pramuka. Dengan pembinaan yang serius dari seluruh jajaran, penyediaan sarana dan prasarana penunjang yang memadai, pengemasan kegiatan yang menarik, dan dukungan dari lembaga terkait yang menjadi pembina, bukan mustahil revitalisasi Saka dapat terlaksana dengan baik sehingga Gerakan Pramuka kembali membahana di bumi tercinta ini
JADWAL KEGIATAN FIPOB 2007 DI PADANG
Festival International Pemuda & Olahraga Bahari (FIPOB) Merupakan sebuah konsep program yang menyatukan multievent kepemudaan, keolahragaan dan kepariwisataan yang dikemas dalam satu penyelenggaraan pertandingan olahraga Bahari, Festival Pemuda, Exhibition, Cultural & Art Performance, Festival Kota, dan Hiburan. Sesuai dengan arahan Bapak Presiden agar menghidupkan kembali gerakan “Mengolahragakan Masyarakat dan Memasyarakatkan Olahraga” dikalangan pemuda Indonesia, maka Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, serta Kepala Staf TNI-AL menuangkan kesepakatan termasuk pemuda, olahraga, dan pariwisata bahari. Setelah sukses diselenggarakan untuk pertama kalinya di Makassar pada tahun 2006, tahun ini kota Padang terpilih sebagai tuan rumah penyelenggara FIPOB kedua. Bencana gempa yang baru saja terjadi, tidak menyurutkan semangat warga Sumatera Barat untuk turut mensukseskan FIPOB 2007 tahun ini. Bangunlah jiwa bahari untuk mempercepat kesuksesan mandiri bagi negeri.

Data Pengunjung Februari 2010

Pelantikan Pinsakada Bahari Prop.DIY

Pelantikan Pinsakada Bahari Prop.DIY

Seragam Pramuka Saka Bahari

Seragam Pramuka Saka Bahari

Mendapat arahan dari Kakak-kakak

Mendapat arahan dari Kakak-kakak

Tongkat Pora

Tongkat Pora
Pernikahan Kak Fauzi & kak Wanti

Badgenya dipasang biar siap dilantik....

Badgenya dipasang biar siap dilantik....

Paling Populer

Menyediakan Berbagai Kebutuhan Atribut Pramuka :



Perlengkapan dan Peralatan Pramuka