Agung Pramono sekitar tahun 1979-80, adalah Ketua Dewan Kerja Cabang Kwartir Cabang Kota Malang,.....Dari Gugus Depan 103 RS. Soepraoen Malang. Kini dilantik sebagai Panglima Armada Timur
Selasa, 13 Maret 2012
Selasa, 14 Februari 2012
Raja Swedia Bertemu Sultan Bahas Pramuka
Raja Carl XVI Gustaf dari Swedia, hari ini mengawali turnya ke Yogyakarta hingga 3 Februari 2012. Kunjungan Raja Swedia ini terkait dengan kapasitasnya sebagai Ketua Yayasan Pramuka se-Dunia.
Kedatangan Ketua World Scout Foundation (WSF) ini merupakan kunjungan kehormatan dalam rangka meninjau lokasi calon proyek MoP (Messenger of Peace) Preserve Local and Traditional Culture di Bantul.
Raja Carl XVI Gustaf akan mengunjungi sejumlah tempat di Yogyakarta, seperti Candi Borobudur. Dia juga dijadwalkan bertemu dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang juga sebagai Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka DIY.
"Pada hari Rabu tanggal 01 Februari 2012 beliau akan ke Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, DIY untuk melihat dan observasi lokasi, kegiatan kemasyarakatan, juga kegiatan gugus depan di daerah tersebut," kata Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Azrul Azwar di Yogyakarta, Senin 30 Januari 2012.
"Selain itu juga akan melihat kehidupan sehari-hari masyarakat, kegiatan-kegiatan pemuda, karang taruna dan pelajar."
Menurutnya Kabupaten Bantul adalah daerah pertama yang menjadi obyek program MoP. Pendanaan program ini akan didukung oleh World Scout Foundation.
"Kegiatan kemasyarakatan Desa Wukirsari akan dijadikan percontohan dalam rangka membentuk budaya hidup modern yang tetap berpedoman pada kearifan lokal dan kemayarakatan," ujar Azrul.
"Dengan kegiatan kemasyarakatan (sesuai dengan kehidupan sehari-hari) tujuannya agar bisa membentuk karakter pemuda yang kuat dan berjiwa luhur, serta jiwa kewirausahaan."
Sementara itu, Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Bantul, EB Nurcahyo mengatakan kedatangan Raja Swedia ini juga akan melakukan peresmian pendapa di Desa Wukirsari, Imogiri, Bantul. "Kunjungan ini ditangkap sebagai sinyal baik dalam rangka pengembangan gerakan Kepramukaan di Bantul," katanya.
Nurcahyo menyatakan Raja Carl Gustaf memilih kunjungan ke Indonesia lantaran dari 30.000 pramuka di seluruh dunia, Indonesia memiliki 20.000 anggota. Sebagai apresiasi Carl Gustaf memberikan hibah bagi daerah yang dipandang mampu mengembangkan kearifan lokal dengan baik.
"Dari sekian banyak daerah, Bantul terpilih karena dianggap mampu mengembangkan kearifan lokal dengan baik, yakni kerajinan tatah sungging, batik, dan karawitan. Hibah raja Swedia ini diwujudkan dengan pembangunan pendapa dengan alokasi dana sekitar Rp300 juta untuk pelatihan kegiatan seperti tatah sungging, membatik dan karawitan," ujarnya. (ren)
Kedatangan Ketua World Scout Foundation (WSF) ini merupakan kunjungan kehormatan dalam rangka meninjau lokasi calon proyek MoP (Messenger of Peace) Preserve Local and Traditional Culture di Bantul.
Raja Carl XVI Gustaf akan mengunjungi sejumlah tempat di Yogyakarta, seperti Candi Borobudur. Dia juga dijadwalkan bertemu dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang juga sebagai Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka DIY.
"Pada hari Rabu tanggal 01 Februari 2012 beliau akan ke Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, DIY untuk melihat dan observasi lokasi, kegiatan kemasyarakatan, juga kegiatan gugus depan di daerah tersebut," kata Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Azrul Azwar di Yogyakarta, Senin 30 Januari 2012.
"Selain itu juga akan melihat kehidupan sehari-hari masyarakat, kegiatan-kegiatan pemuda, karang taruna dan pelajar."
Menurutnya Kabupaten Bantul adalah daerah pertama yang menjadi obyek program MoP. Pendanaan program ini akan didukung oleh World Scout Foundation.
"Kegiatan kemasyarakatan Desa Wukirsari akan dijadikan percontohan dalam rangka membentuk budaya hidup modern yang tetap berpedoman pada kearifan lokal dan kemayarakatan," ujar Azrul.
"Dengan kegiatan kemasyarakatan (sesuai dengan kehidupan sehari-hari) tujuannya agar bisa membentuk karakter pemuda yang kuat dan berjiwa luhur, serta jiwa kewirausahaan."
Sementara itu, Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Bantul, EB Nurcahyo mengatakan kedatangan Raja Swedia ini juga akan melakukan peresmian pendapa di Desa Wukirsari, Imogiri, Bantul. "Kunjungan ini ditangkap sebagai sinyal baik dalam rangka pengembangan gerakan Kepramukaan di Bantul," katanya.
Nurcahyo menyatakan Raja Carl Gustaf memilih kunjungan ke Indonesia lantaran dari 30.000 pramuka di seluruh dunia, Indonesia memiliki 20.000 anggota. Sebagai apresiasi Carl Gustaf memberikan hibah bagi daerah yang dipandang mampu mengembangkan kearifan lokal dengan baik.
"Dari sekian banyak daerah, Bantul terpilih karena dianggap mampu mengembangkan kearifan lokal dengan baik, yakni kerajinan tatah sungging, batik, dan karawitan. Hibah raja Swedia ini diwujudkan dengan pembangunan pendapa dengan alokasi dana sekitar Rp300 juta untuk pelatihan kegiatan seperti tatah sungging, membatik dan karawitan," ujarnya. (ren)
Raja Swedia Resmikan Pendopo Sanggar Pramuka
Raja Swedia Carl XVI Gustaf yang juga sebagai Ketua Yayasan Pandu Dunia (Chairmant of the World Scout Foundation) dan rombongan berkunjung ke DIY, Rabu (01/02). Kedatangan Raja Swedia yang tiba di Yogyakarta dan langsung menuju Desa Nogosari, Imogiri Bantul sekitar pukul 10.00 WIB itu, untuk meresmikan Pendopo Sanggar Pramuka bantuan hibah dari Kerajaan Swedia bersama National Scout Organization (Organisasi Pandu Nasional).
Peresmian ditandai dengan penggguntingan buntal melati dan penandatanganan prasasti, dilanjutkan penanaman pohon monumental sawo kecik. Hadir menyaksikan peresmian, Wakil Gubernur DIY selaku Ketua Kwarda Paku Alam IX, Menteri Pemuda dan Olahraga RI Andi Malarangeng, Duta Besar Swedia untuk Indonesia, dan Ketua Kwarnas Pramuka Azwar Asrul serta sejumlah pejabat Provinsi DIY maupun pejabat Pemkab Bantul.
Dalam sambutan peresmiannya, Carl XVI Gustaf menyatakan, pusat pelatihan sanggar ini sangat dibutuhkan di daerah ini dan pihaknya sangat terkesan dengan berbagai pelatihan yang telah dilakukan. Untuk itu Yayasan Pandu Dunia yang telah memulai proyek Messenger of Peace bersama seluruh organisasi pandu nasional termasuk Gerakan Pramuka bersama-sama dengan Saudi Arabia, akan terus menyuarakan pesan perdamaian melalui Messengers of Peace ke seluruh dunia.
Messenger of Peace lanjutnya, diciptakan untuk membantu menuju yang lebih baik, sehingga negara-negara lain dapat mengikuti mencontoh apa yang telah dilakukan di Indonesia. “Kami bertujuan membantu untuk meningkatkan terus dan memberdayakan masyarakat,” katanya.
Carl XVI Gustaf menambahkan, sudah ada puluhan ribu yang mengikut proyek Messenger of Peace ini diberbagai tempat dengan melihat di website milik pandu dunia. Di website itu kata dia, bisa dilihat ada peta dunia yang ada titik-titik merah menandakan proyek tersebut telah diselenggarakan. Bulan depan pihaknya akan meluncurkan website baru dengan salah satu bahasa resminya adalah bahasa Indonesia.
“Gunakanlah website itu dengan semaksimal mungkin, tempatkan titik merah dipeta tersebut dan ceritakan yang anda lakukan. Ada jutaan Pandu di seluruh dunia menantikan apa yang anda lakukan di sini untuk mereka ikuti. Inilah salah satu alasan kami mengunjungi Indonesia, mengunjungi anda di sini,” ujarnya.
Carl XVI Gustaf yakin Pramuka melakukan pekerjaan yang sangat baik dan sangat besar ini. Ia juga bangga dengan para Pramuka di Indonesia umumnya dan di Bantul khususnya. Bahkan ia berjanji akan menceritakan hal ini kepada seluruh dunia.
Sementara Bupati Bantul Hj. Sri Surya Widati mengemukakan, 30 juta anggota kepanduan di seluruh dunia 21 juta diantaranya berada di Indonesia dan 35 ribu lebih berada di Kabupaten Bantul. Ia mengutarakan, dalam pengembangan kegiatan kepanduan di Indonesia, Bantul sangat aktif melalui kegiatan Pramuka lewat sekolah. Hingga saat ini di Bantul telah terbentuk 1 Gugus Depan Teritorial, 17 Majelis Pembimbing Ranting, 41 Majelis Pembimbing Cabang, dan 410 Gugus Depan.
Menurut Bupati Bantul, hibah yang diberikan kepada Pemkab Bantul berupa Pendopo Sanggar Pramuka dan beberapa pelatihan bagi anak-anak dan generasi muda seperti membatik, membuat wayang kulit melalui tatah sungging dan belajar karawitan ini sebagai wujud perhatian dan kepedulian yang sangat besar kepada masyarakat Pramuka khususnya maupun masyarakat Bantul pada umumnya.
“Kegiatan itu merupakan karya-karya adiluhung warisan nenek moyang dan memiliki arti penting dalam pengembangan karakter dan budaya bangsa. Pelatihan tersebut sekaligus merupakan kegiatan yang sangat esensi untuk latihan kerja guna mendukung peluang pengembangan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Bantul,” terangnya.
Bangunan Pendopo yang belum selesai 100 persen dan berdiri di atas lahan seluas 5 ribu meter persegi lebih ini ujar Sri Surya Widati, direncanakan ke depan sebagai wahana bumi perkemahan dan kegiatan kepemudaan lainnya. Selain digunakan untuk pelatihan membatik, tatah sungging dan karawitan, telah dimanfaatkan pula untuk kegiatan antara lain seni tari, handi craft, sablon, kegiatan keagamaan, dan pelatihan kepramukaan.
“Hibah yang telah diberikan semakin bermakna manakala anak-anak bangsa dan generasi muda yang telah dilatih di Pendopo ini dapat menghasilkan karya seni yang langsung dapat dipamerkan serta dapat mementaskan hasil karya seni dan budayanya,” katanya.
Sebelumnya, Raja Swedia Carl XVI Gustaf dan rombongan telah menyempatkan diri mengunjungi pusat kerajinan batik tulis di Dusun Nogosari, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Ia juga sempat menyaksikan cara pembuatan kerajinan batik tulis, tatah sungging untuk wayang kulit dan pembuatan keris. Untuk diketahui, Desa Wukirsari terkenal sebagai sentra kerajinan batik tulis berkualitas serta kerajinan wayang kulit.
Seusai mengunjungi Dusun Nogosari, rombongan melanjutkan kunjungannya ke Candi Borobudur dan Candi Prambanan sebelum beristirahat di Hotel Sheraton. Dan menurut rencana pada malam harinya, Raja Swedia akan menghadiri jamuan makan malam bersama Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Kraton Yogyakarta. (rsd)
Peresmian ditandai dengan penggguntingan buntal melati dan penandatanganan prasasti, dilanjutkan penanaman pohon monumental sawo kecik. Hadir menyaksikan peresmian, Wakil Gubernur DIY selaku Ketua Kwarda Paku Alam IX, Menteri Pemuda dan Olahraga RI Andi Malarangeng, Duta Besar Swedia untuk Indonesia, dan Ketua Kwarnas Pramuka Azwar Asrul serta sejumlah pejabat Provinsi DIY maupun pejabat Pemkab Bantul.
Dalam sambutan peresmiannya, Carl XVI Gustaf menyatakan, pusat pelatihan sanggar ini sangat dibutuhkan di daerah ini dan pihaknya sangat terkesan dengan berbagai pelatihan yang telah dilakukan. Untuk itu Yayasan Pandu Dunia yang telah memulai proyek Messenger of Peace bersama seluruh organisasi pandu nasional termasuk Gerakan Pramuka bersama-sama dengan Saudi Arabia, akan terus menyuarakan pesan perdamaian melalui Messengers of Peace ke seluruh dunia.
Messenger of Peace lanjutnya, diciptakan untuk membantu menuju yang lebih baik, sehingga negara-negara lain dapat mengikuti mencontoh apa yang telah dilakukan di Indonesia. “Kami bertujuan membantu untuk meningkatkan terus dan memberdayakan masyarakat,” katanya.
Carl XVI Gustaf menambahkan, sudah ada puluhan ribu yang mengikut proyek Messenger of Peace ini diberbagai tempat dengan melihat di website milik pandu dunia. Di website itu kata dia, bisa dilihat ada peta dunia yang ada titik-titik merah menandakan proyek tersebut telah diselenggarakan. Bulan depan pihaknya akan meluncurkan website baru dengan salah satu bahasa resminya adalah bahasa Indonesia.
“Gunakanlah website itu dengan semaksimal mungkin, tempatkan titik merah dipeta tersebut dan ceritakan yang anda lakukan. Ada jutaan Pandu di seluruh dunia menantikan apa yang anda lakukan di sini untuk mereka ikuti. Inilah salah satu alasan kami mengunjungi Indonesia, mengunjungi anda di sini,” ujarnya.
Carl XVI Gustaf yakin Pramuka melakukan pekerjaan yang sangat baik dan sangat besar ini. Ia juga bangga dengan para Pramuka di Indonesia umumnya dan di Bantul khususnya. Bahkan ia berjanji akan menceritakan hal ini kepada seluruh dunia.
Sementara Bupati Bantul Hj. Sri Surya Widati mengemukakan, 30 juta anggota kepanduan di seluruh dunia 21 juta diantaranya berada di Indonesia dan 35 ribu lebih berada di Kabupaten Bantul. Ia mengutarakan, dalam pengembangan kegiatan kepanduan di Indonesia, Bantul sangat aktif melalui kegiatan Pramuka lewat sekolah. Hingga saat ini di Bantul telah terbentuk 1 Gugus Depan Teritorial, 17 Majelis Pembimbing Ranting, 41 Majelis Pembimbing Cabang, dan 410 Gugus Depan.
Menurut Bupati Bantul, hibah yang diberikan kepada Pemkab Bantul berupa Pendopo Sanggar Pramuka dan beberapa pelatihan bagi anak-anak dan generasi muda seperti membatik, membuat wayang kulit melalui tatah sungging dan belajar karawitan ini sebagai wujud perhatian dan kepedulian yang sangat besar kepada masyarakat Pramuka khususnya maupun masyarakat Bantul pada umumnya.
“Kegiatan itu merupakan karya-karya adiluhung warisan nenek moyang dan memiliki arti penting dalam pengembangan karakter dan budaya bangsa. Pelatihan tersebut sekaligus merupakan kegiatan yang sangat esensi untuk latihan kerja guna mendukung peluang pengembangan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Bantul,” terangnya.
Bangunan Pendopo yang belum selesai 100 persen dan berdiri di atas lahan seluas 5 ribu meter persegi lebih ini ujar Sri Surya Widati, direncanakan ke depan sebagai wahana bumi perkemahan dan kegiatan kepemudaan lainnya. Selain digunakan untuk pelatihan membatik, tatah sungging dan karawitan, telah dimanfaatkan pula untuk kegiatan antara lain seni tari, handi craft, sablon, kegiatan keagamaan, dan pelatihan kepramukaan.
“Hibah yang telah diberikan semakin bermakna manakala anak-anak bangsa dan generasi muda yang telah dilatih di Pendopo ini dapat menghasilkan karya seni yang langsung dapat dipamerkan serta dapat mementaskan hasil karya seni dan budayanya,” katanya.
Sebelumnya, Raja Swedia Carl XVI Gustaf dan rombongan telah menyempatkan diri mengunjungi pusat kerajinan batik tulis di Dusun Nogosari, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Ia juga sempat menyaksikan cara pembuatan kerajinan batik tulis, tatah sungging untuk wayang kulit dan pembuatan keris. Untuk diketahui, Desa Wukirsari terkenal sebagai sentra kerajinan batik tulis berkualitas serta kerajinan wayang kulit.
Seusai mengunjungi Dusun Nogosari, rombongan melanjutkan kunjungannya ke Candi Borobudur dan Candi Prambanan sebelum beristirahat di Hotel Sheraton. Dan menurut rencana pada malam harinya, Raja Swedia akan menghadiri jamuan makan malam bersama Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Kraton Yogyakarta. (rsd)
Jumat, 23 Desember 2011
Pertika Bahari Nasional 2011-2012
Tim panitia Provinsi Kaltim, Senin (23/5/2011) siang mengunjungi Pulau Sebatik untuk menyurvei lokasi kegiatan Pelayaran dan Perkemahan Bakti Saka Bahari Nasional 2011 pada tangal 28 Desember 2011 s.d. 17 Januari 2012 di Pulau Sebatik, Kalimantan Timur.
Kunjungan tujuh rombongan tim yang dipimpin Ibrahim ke lokasi, disertai panitia tingkat Kabupaten Nunukan dan Kecamatan Sebatik.
"Kami memotret kondisi lapangan. Kemudian sebelum kami datang ada informasi pendahuluan ini mudah-mudahan bisa diajukan ke APBD propinsi. Memang tercetus dua lokasi, Batu Lamampu dan Pondok Pesantren Mutiara Bangsa. Nanti yang menentukan di sana kami hanya memaparkan," ujar Ibrahim yang juga Kepala Dinas Peternakan Kaltim.
Ia mengatakan, kegiatan ini akan melibatkan banyak pihak terutama dari pihak TNI Angkatan Laut. Tak hanya melibatkan Kwarcab Nunukan, kegiatan ini juga melibatkan Kwarcab Tarakan. Karena Tarakan akan menjadi pintu gerbang.
"Semua kontingen berpusat di Tarakan kemudin diangkut KRI Makasar (590) ke Nunukan, nanti baru diturunkan lewat sekoci-sekoci di Karang Unarang," ujarnya. Dalam perkemahan ini nantinya akan dilaksanakan kegiatan penghijauan.
Senin, 31 Oktober 2011
Dive Pramuka Emas 2011
Dalam rangka menyemarakkan penyelenggaraan Tahun Emas ke 50 tahun Gerakan Pramuka, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menyelenggarakan serangkaian acara kegiatan positif dengan tujuan untuk dapat menambah pengetahuan, ketrampilan, dan pengalaman anggota gerakan pramuka, acara yang berlangsung selama 3 hari itu diselenggarakan di Pasir Putih Kecamatan Bungatan Situbondo, Minggu (23/10).
Adapun serangkaian kegiatan tersebut diantaranya: Estafet Tunas Kelapa yang saat ini sedang berlangsung di seluruh wilayah Indonesia dan Dive Pramuka Emas Tahun 2011, serta berbagai kegiatan lainnya termasuk upaya peningkatan kepedulian kepada sesama dan lingkungan.
Acara tersebut diawali dengan upacara pembukaan dimana Kepala Staf TNI AL (Kasal) Laksamana TNI Soeparno selaku Pembina Upacara, dalam amanatnya mengatakan bahwa Dive Pramuka Emas Tahun 2011 merupakan kegiatan penyelaman yang diprakarsai oleh generasi muda Pramuka dengan tujuan yaitu mengajak generasi muda Indonesia untuk turut serta secara aktif dalam melestarikan lingkungan hidup, khususnya perairan Negara Indonesia yang kita cintai bersama juga untuk membentuk karakter generasi muda Indonesia yang memiliki jiwa bela Negara dan keterampilan untuk menatap masa depan.
Indonesia merupakan Negara Kepulauan (Archipelagic state) terbesar didunia dengan dua pertiga wilayahnya terdiri dari lautan yang mengandung berbagai kekayaan alam sangat tinggi untuk kemakmuran Rakyat Indonesia oleh karenanya kita wajib menjaga dan melestarikan Laut kita baik untuk kepentingan dimasa sekarang maupun untuk generasi penerus Bangsa dimasa yang akan datang ujarnya.
Pada kegiatan Dive Pramuka Emas Tahun 2011 kali ini Asisten Personel (Aspers) Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) V Kolonel Laut (KH) Drs. A. Burhan Wijaya, M.Si.,Psi. Menjabat sebagai Waka Panitia Daerah/Katim serta dalam hal ini Lantamal V ikut andil dengan melibatkan personelnya sebagai peserta Dive tertsebut sebanyak 9 Orang antara lain: Mayor Laut (KH) Borsah Zuanda Siregar,S.H., Mayor Marinir Budi Santoso, Kapten Laut (P) Kadrawi, Kapten Marinir Kaswan, Lettu Laut (K) M. Abdul Sidiq, Serma Mes Muhadi, Serka Nav/W Endang Sayekti, Pengatur TK I II/d Dwi Sujayadi dan Pengatur II/c Evi Martiningsih.
Disela-sela kegiatan tersebut Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Prof. Dr. H. Azrul Azwar, M.P.H. merasa optimis bahwa kegiatan ini dapat memberikan kontribusi yang baik bagi pembinaan dan pengembangan Gerakan Pramuka. Ini merupakan kegiatan yang sangat penomenal dalam sejarah gerakan pramuka, dan patut mendapat apresiasi bagi pelaksanaan kegiatan Dive pramuka Emas Tahun 2011 ini, yaitu kepada kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur ungkap kak Azrul Azwar.
Selain pelaksanaan pengibran Bendera Sang Merah Putih berukuran 1000 m2 oleh 600 penyelam dari TNI AL dan Pramuka di Pasir Putih juga dilaksanakan penyematan penghargaan Pramuka Lencana Wira kepada: Menteri Perhubungan, Dan Korps Marinir, Kapuspen TNI, Pangarmatim, Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jawa Timur. Serta pada acara tersebut dilaksanakan penandatanganan Prasasti Terumbu Karang oleh Kasal selaku Pembina Upacara, Ketua Kwarnas dan Gubernur Jawa Timur. (Dispen Lantamal V)
sumber:http://wwww.tnial.mil.id
Berlibur ke Pulau Pramuka
RINCIAN PERJALANAN
· Busway Lebak Bulus – Grogol (after jam 7 pagi) 2.000
· Angkot jurusan Muara Angke (B01) 5.000
Turun di dermaga untuk menyebrang ke pulau Pramuka, pas disebelah pom bensin dalam pasar ikan tersebut.
· Kapal Muara Angke – Pulau Pramuka 35.000
· Villa Delima 300.000
Jadwal kapal dari muara angke hanya jam 7 pagi dan jam 1 siang. (standbye setengah jam sebelumnya), Harga tiket 30ribu, ga tau kenapa kadang tiket jadi 35ribu. Kalo bawa motor boleh diangkut ke P. Pramuka, tarifnya di hitung 1 orang.
Penginapan Pulau Pramuka rate-nya sekitar 250ribu sampe dengan 400ribu, ada yang 1 kamar sampe dengan 3 kamar, tergantung negosiasi. Harus booking dulu untuk home stay atau villa. Kadang2 rumah penduduk nya dijadiin home stay dadakan.
- villa deLima ratenya 300-350rb = CP Pak Untung 081319551955 Lokasi di deket dermaga pulau pramuka.
- homestay laylad ratenya 250-300rb = CP Bu Wakil 70591444 Lokasi sederetan sama vila 5, di depan deket dermaga.
- homestay putih ratenya 300rb = CP Pak Mail 08176405654 Lokasi sebelah homestay laylad,
- homestay ratenya 250rb = Pak Maing, 32437733 Lokasi deket taman di depan kantor kabupaten, agak jauh dari dermaga, ada jg yang lokasi di tengah pulau, nempel sama rumahnya si bapak ini, lumayan lah kalo gak ada tempat lagi...
- vila dermaga ratenya 300-350 = CP Pak Mail yang homestay putih. Lokasi agak di tengah, deket lapangan bola,
- homestay ratenya 250-300rb = CP bang buloh 70138303 Lokasi di sisi belakang pulau pramuka, jauh dari dermaga, tapi di sisi pantai belakang, jadi bisa liat laut juga...
- wisma TNKpS ratenya 300-350rb = CP Taman Nasional yg di Salemba 3519773 Lokasi di belakang juga, deket penangkaran penyu.
FYI:
- Di pulau pramuka ada lelangan ikan jam 4-5 sore, murah banget harga bawal aja 8ribu/kg.
- Untuk makan jangan khawatir di sana murah2 koq,ada nasi padang juga,dan penduduknya juga ramah2, very welcome us.
- Sewa perahu di Pulau Pramuka untuk ke Pulau Semak Daun, jalan-jalan seharian, snokling 250.000.
- Peralatan snokling dan selam bisa di sewa di P. Pramuka, ada 2 tempat sewa. Harga nya sekitar 50 rebu untuk snokler, pelampung, fin. Yang lebih murah di taman nasional harganya 40rb.
Langganan:
Entri (Atom)
Paling Populer
-
ARMATIM (12/9) - Peringatan Hari Ulang Tahun TNI ke-63 tahun 2008 yang akan dipusatkan di Dermaga Pangkalan Komando Armada RI Kawasan Timur...
-
DISPENAL (12/9) - Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Madya TNI Tedjo Edhi Purdijanto, S.H., didampingi Koordinator Staf Ahli Kasal ...
-
1-2 Maret 2008 Lanal Yogyakarta lantik 33 calon anggota Saka Bahari Jogja ...Usai menjalani pelatihan selama 1 bulan, sebanyak 33...
-
Taman Laut terindah di Indonesia yang mana?. Sulit untuk menilai mana yang terindah. Lantaran Indonesia memiliki banyak Taman Laut yang t...
-
Surabaya, 13 Agustus 2010 KRI Surabaya (SBY) dengan nomor lambung 591 merupakan Kapal Perang RI (KRI) jenis Landing Platform Dock (LPD) yang...





