Follow by Email

Kamis, 19 April 2012

Selamat jalan Kak Laks TNI (Pur) Sudomo

  Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun. Mantan menteri tenaga kerja dan Menkopolkam di era Orde Baru, Laksamana Purnawirawan Sudomo tutup usia saat dirawat di RS Pondok Indah Jakarta, Selasa (18/4) sekitar pukul 10.05 WIB.

Senin (16/4) Sudomo dilaporkan terbaring koma di ruang ICU lantai 2 Rumah Sakit (RS) Pondok Indah, Jakarta Selatan. Senin (16/4). Mantan Menteri Tenaga Kerja, dan Menkopolkam era Orde Baru  ini dirawat sejak Sabtu, (14/4) karena diduga terkena stroke batang otak.

Kondisi pria kelahiran Malang, Jawa Timur, 20 September 1926 masih dirawat intensif dan mengenakan infus. ''Bapak belum sadarkan diri, dan masih diinfus,'' ujar menantu Sudomo, Djoko Tabiat, ditemui di RS Pondok Indah, Jakarta, Senin (16/4).

Tampak sejumlah anggota keluarga dan kerabat mendampingi Sudomo yang masih terbaring koma. ''Bapak tiba-tiba tak sadarkan diri seusai menghadiri acara resepsi. Setelah menjalani CT Scan, dokter memasangkan monitor jantung. Kata dokter ada pendarahan di otak tengah yang terkena batang otaknya dan agak parah. Kata dokter recoverynya kecil,'' tuturnya.

Laksamana TNI (Purnawirawan) Sudomo akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis 19/4.
Rencananya proses pemakaman akan dimulai pukul 09.00 wib dan dipimpin langsung Wakil Presiden Boediono.
Tampak hadir juga mantan Presiden BJ Habibie dan mantan Wapres Tri Sutrisno tampak mengenakan baju batik sementara Bj Habibie mengenakan baju putih dan mengenakan peci.
Keduanya tampak akrab berbincang-bincang. Jenazah sendiri masih dalam perjalanan menuju TMP Kalibata. Wapres Boediono juga masih belum terlihat.

Selasa, 13 Maret 2012

MANTAN KETUA DKC KWARCAB KOTA MALANG JADI PANGARMATIM


Agung Pramono sekitar tahun 1979-80, adalah Ketua Dewan Kerja Cabang Kwartir Cabang Kota Malang,.....Dari Gugus Depan 103 RS. Soepraoen Malang. Kini dilantik sebagai Panglima Armada Timur

Selasa, 14 Februari 2012

Raja Swedia Bertemu Sultan Bahas Pramuka

Raja Carl XVI Gustaf dari Swedia, hari ini mengawali turnya ke Yogyakarta hingga 3 Februari 2012. Kunjungan Raja Swedia ini terkait dengan kapasitasnya sebagai Ketua Yayasan Pramuka se-Dunia.
Kedatangan Ketua World Scout Foundation (WSF) ini merupakan kunjungan kehormatan dalam rangka meninjau lokasi calon proyek MoP (Messenger of Peace) Preserve Local and Traditional Culture di Bantul.

Raja Carl XVI Gustaf akan mengunjungi sejumlah tempat di Yogyakarta, seperti Candi Borobudur. Dia juga dijadwalkan bertemu dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang juga sebagai Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka DIY.

"Pada hari Rabu tanggal 01 Februari 2012 beliau akan ke Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, DIY untuk melihat dan observasi lokasi, kegiatan kemasyarakatan, juga kegiatan gugus depan di daerah tersebut," kata Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Azrul Azwar di Yogyakarta, Senin 30 Januari 2012.
"Selain itu juga akan melihat kehidupan sehari-hari masyarakat, kegiatan-kegiatan pemuda, karang taruna dan pelajar."

Menurutnya Kabupaten Bantul adalah daerah pertama yang menjadi obyek program MoP. Pendanaan program ini akan didukung oleh World Scout Foundation.

"Kegiatan kemasyarakatan Desa Wukirsari akan dijadikan percontohan dalam rangka membentuk budaya hidup modern yang tetap berpedoman pada kearifan lokal dan kemayarakatan," ujar Azrul.
"Dengan kegiatan kemasyarakatan (sesuai dengan kehidupan sehari-hari) tujuannya agar bisa membentuk karakter pemuda yang kuat dan berjiwa luhur, serta jiwa kewirausahaan."

Sementara itu, Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Bantul, EB Nurcahyo mengatakan kedatangan Raja Swedia ini juga akan melakukan peresmian pendapa di Desa Wukirsari, Imogiri, Bantul. "Kunjungan ini ditangkap sebagai sinyal baik dalam rangka pengembangan gerakan Kepramukaan di Bantul," katanya.

Nurcahyo menyatakan Raja Carl Gustaf memilih kunjungan ke Indonesia lantaran dari 30.000 pramuka di seluruh dunia, Indonesia memiliki 20.000 anggota. Sebagai apresiasi Carl Gustaf memberikan hibah bagi daerah yang dipandang mampu mengembangkan kearifan lokal dengan baik.

"Dari sekian banyak daerah, Bantul terpilih karena dianggap mampu mengembangkan kearifan lokal dengan baik, yakni kerajinan tatah sungging, batik, dan karawitan. Hibah raja Swedia ini diwujudkan dengan pembangunan pendapa dengan alokasi dana sekitar Rp300 juta untuk pelatihan kegiatan seperti tatah sungging, membatik dan karawitan," ujarnya. (ren)

Data Pengunjung Februari 2010

Pelantikan Pinsakada Bahari Prop.DIY

Pelantikan Pinsakada Bahari Prop.DIY

Seragam Pramuka Saka Bahari

Seragam Pramuka Saka Bahari

Mendapat arahan dari Kakak-kakak

Mendapat arahan dari Kakak-kakak

Tongkat Pora

Tongkat Pora
Pernikahan Kak Fauzi & kak Wanti

Badgenya dipasang biar siap dilantik....

Badgenya dipasang biar siap dilantik....

Paling Populer

Menyediakan Berbagai Kebutuhan Atribut Pramuka :



Perlengkapan dan Peralatan Pramuka