Follow by Email

Selasa, 14 Februari 2012

Raja Swedia Resmikan Pendopo Sanggar Pramuka

Raja Swedia Carl XVI Gustaf yang juga sebagai Ketua Yayasan Pandu Dunia (Chairmant of the World Scout Foundation) dan rombongan berkunjung ke DIY, Rabu (01/02). Kedatangan Raja Swedia yang tiba di Yogyakarta dan langsung menuju Desa Nogosari, Imogiri Bantul sekitar pukul 10.00 WIB itu, untuk meresmikan Pendopo Sanggar Pramuka bantuan hibah dari Kerajaan Swedia bersama National Scout Organization (Organisasi Pandu Nasional).

Peresmian ditandai dengan penggguntingan buntal melati dan penandatanganan prasasti, dilanjutkan penanaman pohon monumental sawo kecik. Hadir menyaksikan peresmian, Wakil Gubernur DIY selaku Ketua Kwarda Paku Alam IX, Menteri Pemuda dan Olahraga RI Andi Malarangeng, Duta Besar Swedia untuk Indonesia, dan Ketua Kwarnas Pramuka Azwar Asrul serta sejumlah pejabat Provinsi DIY maupun pejabat Pemkab Bantul.

Dalam sambutan peresmiannya, Carl XVI Gustaf menyatakan, pusat pelatihan sanggar ini sangat dibutuhkan di daerah ini dan pihaknya sangat terkesan dengan berbagai pelatihan yang telah dilakukan. Untuk itu Yayasan Pandu Dunia yang telah memulai proyek Messenger of Peace bersama seluruh organisasi pandu nasional termasuk Gerakan Pramuka bersama-sama dengan Saudi Arabia, akan terus menyuarakan pesan perdamaian melalui Messengers of Peace ke seluruh dunia.

Messenger of Peace lanjutnya, diciptakan untuk membantu menuju yang lebih baik, sehingga negara-negara lain dapat mengikuti mencontoh apa yang telah dilakukan di Indonesia. “Kami bertujuan membantu untuk meningkatkan terus dan memberdayakan masyarakat,” katanya.

Carl XVI Gustaf menambahkan, sudah ada puluhan ribu yang mengikut proyek Messenger of Peace ini diberbagai tempat dengan melihat di website milik pandu dunia. Di website itu kata dia, bisa dilihat ada peta dunia yang ada titik-titik merah menandakan proyek tersebut telah diselenggarakan. Bulan depan pihaknya akan meluncurkan website baru dengan salah satu bahasa resminya adalah bahasa Indonesia.

“Gunakanlah website itu dengan semaksimal mungkin, tempatkan titik merah dipeta tersebut dan ceritakan yang anda lakukan. Ada jutaan Pandu di seluruh dunia menantikan apa yang anda lakukan di sini untuk mereka ikuti. Inilah salah satu alasan kami mengunjungi Indonesia, mengunjungi anda di sini,” ujarnya.

Carl XVI Gustaf yakin Pramuka melakukan pekerjaan yang sangat baik dan sangat besar ini. Ia juga bangga dengan para Pramuka di Indonesia umumnya dan di Bantul khususnya. Bahkan ia berjanji akan menceritakan hal ini kepada seluruh dunia.

Sementara Bupati Bantul Hj. Sri Surya Widati mengemukakan, 30 juta anggota kepanduan di seluruh dunia 21 juta diantaranya berada di Indonesia dan 35 ribu lebih berada di Kabupaten Bantul. Ia mengutarakan, dalam pengembangan kegiatan kepanduan di Indonesia, Bantul sangat aktif melalui kegiatan Pramuka lewat sekolah. Hingga saat ini di Bantul telah terbentuk 1 Gugus Depan Teritorial, 17 Majelis Pembimbing Ranting, 41 Majelis Pembimbing Cabang, dan 410 Gugus Depan.

Menurut Bupati Bantul, hibah yang diberikan kepada Pemkab Bantul berupa Pendopo Sanggar Pramuka dan beberapa pelatihan bagi anak-anak dan generasi muda seperti membatik, membuat wayang kulit melalui tatah sungging dan belajar karawitan ini sebagai wujud perhatian dan kepedulian yang sangat besar kepada masyarakat Pramuka khususnya maupun masyarakat Bantul pada umumnya.

“Kegiatan itu merupakan karya-karya adiluhung warisan nenek moyang dan memiliki arti penting dalam pengembangan karakter dan budaya bangsa. Pelatihan tersebut sekaligus merupakan kegiatan yang sangat esensi untuk latihan kerja guna mendukung peluang pengembangan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Bantul,” terangnya.

Bangunan Pendopo yang belum selesai 100 persen dan berdiri di atas lahan seluas 5 ribu meter persegi lebih ini ujar Sri Surya Widati, direncanakan ke depan sebagai wahana bumi perkemahan dan kegiatan kepemudaan lainnya. Selain digunakan untuk pelatihan membatik, tatah sungging dan karawitan, telah dimanfaatkan pula untuk kegiatan antara lain seni tari, handi craft, sablon, kegiatan keagamaan, dan pelatihan kepramukaan.

“Hibah yang telah  diberikan semakin bermakna manakala anak-anak bangsa dan generasi muda yang telah dilatih di Pendopo ini dapat menghasilkan karya seni yang langsung dapat dipamerkan serta dapat mementaskan hasil karya seni dan budayanya,” katanya.

Sebelumnya, Raja Swedia Carl XVI Gustaf dan rombongan telah menyempatkan diri mengunjungi pusat kerajinan batik tulis di Dusun Nogosari, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Ia juga sempat menyaksikan cara pembuatan kerajinan batik tulis, tatah sungging untuk wayang kulit dan pembuatan keris. Untuk diketahui, Desa Wukirsari terkenal sebagai sentra kerajinan batik tulis berkualitas serta kerajinan wayang kulit.

Seusai mengunjungi Dusun Nogosari, rombongan melanjutkan kunjungannya ke Candi Borobudur dan Candi Prambanan sebelum beristirahat di Hotel Sheraton. Dan menurut rencana pada malam harinya, Raja Swedia akan menghadiri jamuan makan malam bersama Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Kraton Yogyakarta.
(rsd)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Data Pengunjung Februari 2010

Pelantikan Pinsakada Bahari Prop.DIY

Pelantikan Pinsakada Bahari Prop.DIY

Seragam Pramuka Saka Bahari

Seragam Pramuka Saka Bahari

Mendapat arahan dari Kakak-kakak

Mendapat arahan dari Kakak-kakak

Tongkat Pora

Tongkat Pora
Pernikahan Kak Fauzi & kak Wanti

Badgenya dipasang biar siap dilantik....

Badgenya dipasang biar siap dilantik....

Paling Populer

Menyediakan Berbagai Kebutuhan Atribut Pramuka :



Perlengkapan dan Peralatan Pramuka