Kamis, 02 Juni 2011

Efek Alkohol Bagi Petualang



Alkohol dan petualangan, ada sebagian yang hampir tak bisa memisahkan, semua menjadi satu, sambil berpetualang, juga minum alkohol, bahkan kadar alkohol yang cukup tinggi. Apa alasannya, semisal mendaki gunung harus menyertakan minuman alkohol? Agar hangat! Itu alasan klise selama ini. Tetapi benarkah? Lalu apa efek - efek yang di timbulkan jika banyak mengkonsumsi minuman beralkohol di alam bebas?

EDUKASI

Alkohol murni tidaklah dikonsumsi manusia. Yang sering dikonsumsi adalah minuman yang mengandung bahan sejenis alkohol, biasanya adalah ethyl alcohol atau ethanol ( CH3CH2OH ). Bahan ini dihasilkan dari proses fermentasi gula yang dikandung dari malt dan beberapa buah - buahan seperti hop, anggur dan sebagainya. Bila seseorang mengkonsumsi minuman yang mengandung alkohol, zat tersebut diserap oleh lambung, masuk ke aliran darah dan tersebar ke seluruh jaringan tubuh, yang mengakibatkan terganggunya semua sistem yang ada di dalam tubuh. Besar akibat alkohol tergantung pada berbagai faktor, antara lain berat tubuh, usia, gender, dan sudah tentu frekuensi dan jumlah alkohol yang dikonsumsi.

Efek setelah minum dalam jumlah besar :
- banyak sekali berbicara
- eneg
- muntah
- sakit kepala, pusing
- rasa haus
- rasa lelah
- disorientasi
- tekanan darah menurun
- refleks melambat

Akibat Penggunaan – Jangka Panjang :
- Kegelisahan
- Gemetar / tremor
- Halusinasi
- Kejang - kejang
- Bila disertai dengan nutrisi yang buruk, akan merusak organ vital seperti otak dan hati.

Alkohol bisa berasal dari mana saja, tapi yang paling populer terdapat dalam minuman anggur, bir atau minuman keras lainnya. Ada 10 alasan kenapa minuman alkohol memang harus dijauhi. Minuman alkohol memang bisa bagus untuk kesehatan, misalnya menghangatkan tubuh di udara yang dingin. Tapi yang banyak terjadi alkohol dikonsumsi secara berlebihan hingga manfaatnya hilang. Tidak peduli berapa pun usia seseorang, alkohol bisa menimbulkan dampak yang serius terhadap kesehatan dan dirinya sendiri.



1. Kecanduan
Kecanduan adalah salah satu efek yang paling terlihat jika seseorang menggunakan alkohol dalam jangka waktu panjang. Hal ini berarti seseorang harus minum lebih banyak sebelum mabuk atau agar bisa merasa lebih rileks.

2. Gejala balikan ( withdrawal )
Seseorang akan mengalami gejala penarikan ( withdrawal ) ketika mencoba untuk berhenti minum secara tiba - tiba atau saat bangun keesokan harinya. Gejala ini termasuk merasa cemas, mual, muntah, mudah marah, kehilangan nafsu makan dan perasaan gemetar.

3. Penyakit hati
Menurut University of Maryland Medical Center, penggunaan alkohol bisa menyebabkan penyakit hati kronis, seperti fatty liver ( lebih dari 90 persen pengguna alkohol ), serta hepatitis alkoholik dan sirosis alkohol yang bisa mengakibatkan kegagalan hati.

4. Mengakibatkan kecelakaan
Alkohol akan mengganggu kemampuan seseorang mengemudi dan memperlambat proses berpikir. Gabungan kondisi ini menjadi penyebab seseorang mengalami kecelakaan setelah minum alkohol.

5. Perilaku berbahaya
Alkohol bisa mengurangi kemampuan inhibisi alami seseorang, sehingga orang yang mabuk seringkali melakukan hal - hal berbahaya tanpa disadarinya seperti berhubungan seks tanpa menggunakan kondom atau menyeberang jalan sembarangan.

6. Efek negatif terhadap suatu hubungan
Mengonsumsi alkohol tidak hanya berefek terhadap diri sendiri, tapi juga orang - orang di sekitarnya seperti anak - anak. Karenanya kekerasan rumah tangga seringkali terjadi pada orang yang menyalah gunakan alkohol dan anak - anak, mungkin menderita trauma jangka panjang akibat kebiasaan minum orangtuanya tersebut.

7. Depresi
Dalam jangka pendek, alkohol bisa memberikan efek rileksasi, tapi tanpa disadari, alkohol justru memberikan kontribusi terhadap perkembangan depresi. Sekitar 40 persen peminum berat menunjukkan tanda - tanda depresi.

8. Kehilangan pekerjaan
Semakin sering seseorang minum alkohol, maka semakin berkurang pemikirannya tentang tanggung jawab termasuk pekerjaan. Hal ini akan menurunkan produktivitas bekerja dan nantinya berujung pada pengangguran.

9. Memicu masalah hukum
Mengonsumsi alkohol bisa memicu terjadinya masalah hukum, seperti ditangkap akibat perilaku tidak tertib atau mengemudi di bawah pengaruh alkohol.

10. Mengabaikan kebersihan diri sendiri
Seseorang yang mengonsumsi alkohol lama kelamaan akan mengabaikan kebersihan dirinya sendiri, seperti memakai baju yang sama berulang - ulang, jarang mandi atau lupa menyikat gigi. Karena yang ada di dalam pikiran orang tersebut hanyalah alkohol dan berhenti memikirkan hal lainnya.

Tiba saatnya bagi yang gemar membawa minuman berkadar alkohol saat berada di alam bebas untuk menyadarinya. Tak ada gunanya, justru akan mudah membuat kita tak selamat. Tak ada lagi alasan untuk sekedar menghangatkan badan dalam suhu dingin, itu tak banyak membantu. Yang ada justru efek bersifat konyol dan menimbulkan perilaku menyimpang serta jauh dari nilai kesopanan bila otak tak lagi sinkron dengan perasaan.

Ini Dia Kapal Anti Perompak Andalan Amerika



Kapal ini mengambil nama dari pahlawan AS pada Perang Vietnam, Jimmie Howard


Kapal Destroyer AS, USS HOWARD (DDG 83) (VIVAnews/Muhamad Solihin)

VIVAnews - 

Senin, 30 Mei 2011, Kapal destroyer Amerika Serikat, USS Howard DDG 83, hari ini merapat ke pelabuhan peti kemas, Tanjung Priok, Jakarta. Kapal itu baru saja melakukan latihan tempur gabungan dengan TNI Angkatan Laut.
Di atas dek kapal sepanjang 155 meter tersebut, tiga orang perwira memamerkan peralatan yang diperlukan dalam operasi penyerangan atas kapal perompak.
Selain senjata, di antara peralatan yang diperlukan dalam penyerangan adalah tali pemanjat, perlengkapan medis, dan perangkat perusak kapal. Tim penyerang terdiri dari 18 orang, mereka dibagi berdasarkan tugasnya masing-masing.
Setidaknya dalam satu tim terdapat seorang pembobol yang bertugas untuk mendobrak pintu masuk maupun melubangi dinding kapal. Pendobrak dilengkapi dengan dengan peralatan berat yang terdiri dari kapak, las tangan, dan perusak pintu. Peralatan ini beratnya puluhan kilogram namun dapat mereka angkat dengan mudah.
"Dalam satu kali operasi penyerangan biasanya memakan waktu dua jam hingga paling lama 19 jam," ujar salah seorang tentara, Alex Hererra. Dia mengatakan bahwa setiap penyerang dilengkapi dengan senapan serbu M4 dan pistol 9 mm.


Pada kapal perang seberat 9.200 ton ini juga terdapat pasukan pemadam kebakaran. Salah seorang pemadam di USS Howard, Shipper, memampang perlengkapan bagi para pemadam dalam kapal. "Ini sangat diperlukan, karena kita tidak bisa menelepon pemadam kebakaran di tengah kapal," ujar Shipper.
Terdapat 11 senapan mesin kaliber 50 yang diletakkan di setiap sisi kapal berkecepatan lebih dari 30 knot ini. Ketika kapal berlayar, pos-pos senapan mesin ini ditempati oleh tentara 24 jam sehari. "Ketika kapal berlayar, kapal menjadi sangat rentan serangan, tentara itu untuk menjaga jika kapal diserang," ujar juru bicara USS Howard, McCullen.
Sebagai alat mobillisasi maupun penunjang serangan, kapal berawak lebih dari 300 orang ini dilengkapi dengan empat helikopter tipe SH 60 Seahawk yang dipersenjatai dengan torpedo MK 46 dan rudal Hellfire. Salah satu helikopter siaga di dek penerbangan, sementara lima lainnya diletakkan di dalam hanggar.



Sebagai pertahanan akhir, kapal ini memiliki peluncur roket jarak pendek MK 15 yang terpampang di hidung kapal. Peluncur roket jarak dekat ini mampu menembak hingga jarak 300 meter jauhnya.
USS Howard dan dua kapal lainnya, yaitu USS Tortuga dan USS Reuben James, mengikuti latihan gabungan Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) bersama dengan TNI AL di Selat Sunda sejak 25 Mei lalu. Kapal ini mengambil nama dari pahlawan AS pada Perang Vietnam, Jimmie Howard. Dia memimpin 18 orang saat menyerang angkatan laut Viet Cong pada 1966.
Kapal yang mempunyai moto "Siap untuk Menang" ini selesai dibuat pada 1998 dan pertama kali bertugas pada 20 Oktober 2001. Pada September 2008, Kapal ini pernah melakukan penyerangan terhadap kapal Ukraina bernama Faina yang dibajak oleh perompak Somalia. Kapal Faina yang memuat 33 tank T-72 buatan Rusia itu berhasil dibebaskan pada Februari 2009. • VIVAnews Denny Armandhanu

25 Pulau di Sumbar Tujuan Wisata Bahari



Pulau Kerabak Ketek -- pesisirselatan.go.id

SEBANYAK 25 pulau di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatra Barat dapat dijadikan tempat tujuan wisata bahari maupun wisata selam permukaan (snorkeling) dan belum digarap secara maksimal oleh pemerintah.

"Dari sekian banyak pulau-pulau kecil yang ada di Pessel sebenarnya ada 25 pulau yang dapat dijadikan tempat tujuan wisata bagi para turis, baik dalam negeri maupun luar negeri yang ingin berwisata bahari atau melakukan penyelaman dangkal atau permukaan," kata Kepala DKP Pessel, Edwil Noer, di Padang, Senin (30/5).

Ia menambahkan, 25 pulau yang berpotensi menjadi tempat kunjungan wisata di Pessel tersebut karena pulaunya yang indah dan masih alami, serta memiliki kekayaan hewan laut seperti penyu yang banyak di pulau-pulau tersebut.

Diantara 25 pulau yang memiliki potensi besar menjadi objek wisata bahari tersebut yang telah berhasil digarap dan menjadi objek wisata dan dikenal luas oleh masyarakat adalah Pulau Cubadak dengan luas 9 Ha, dan investor dari Italia, Pulau Pagang, dengan luas 12 Ha, dan investor dari Indonesia, Pulau Penyu, serta beberapa pulau lainnya.

Saat ini, pulau yang sedang diusahakan bisa menjadi tempat tujuan wisata bahari diantaranya adalah Pulau Kerabak Ketek, Pulau Kerabak Gadang, Pulau Kosong, di sebelah selatan.

Di sebelah utara ada Pulau Semangki Besar, Pulau Semangki Kecil, Pulau Marak, Pulau Cubadak, Pulau Setan Terusan, Pulau Karao, dan beberapa pulau lainya.

Khusus untuk Pulau Kerabak Ketek, dengan luas 2,5 Ha, saat ini telah dikelola oleh pemerintah Kabupaten Pessel, dan dijadikan tempat penangkaran penyu yang menghasilkan 10.000 ekor penyu untuk dilepaskan setiap tahunnya.

"Saat ini beberapa pulau yang memiliki potensi besar untuk dijadikan tempat wisata bahari tersebut, masih sulit untuk dikelola, karena banyak yang dimiliki kaum (warga turun temurun)," jelas Edwil.

Edwil menambahkan, pulau yang dimiliki oleh kaum tersebut membuat perkembangan pulau-pulau yang memiliki potensi menjadi tempat wisata bahari tersebut mengalami kendala untuk dikelola secara maksimal oleh pemerintah daerah.

Saat ini, pemerintah daerah tersebut sedang berupaya agar ada kerjasama antara pemilik pulau-pulau tersebut dengan pihak pemerintah untuk pengembangan wisata di daerah tersebut, dan menjadikan Pessel sebagai salah satu tujuan wisata tidak hanya lokal namun juga mancanegara, dengan keindahan alam, dan keasriannya.

Jumlah 25 pulau yang memiliki potensi untuk dijadikan wisata bahari tersebut merupakan pulau yang telah disurvei oleh DKP Pessel, dari 53 pulau-pulau kecil yang ada di perairan laut kabupaten tersebut. (Ant/X-13)

Taman Laut Terindah di Indonesia

Taman Laut terindah di Indonesia yang mana?. Sulit untuk menilai mana yang terindah. Lantaran Indonesia memiliki banyak Taman Laut yang tersebar di berbagai perairan Indonesia. Dan hebatnya, semua Taman Laut itu indah dan telah menjadi lokasi favorit untuk menyelam (diving) di tingkat dunia.
Taman Laut sendiri adalah sebutan tidak resmi untuk menyatakan daerah perairan yang memiliki keindahan dan kekayaan hayati bawah laut yang berada di dalam kawasan konservasi seperti Taman Nasional, Cagar Alam, ataupun Suaka Margasatwa. Di Indonesia tidak dikenal istilah Taman Laut. Yang dikenal biasanya adalah Taman Nasional Laut dan Cagar Alam Laut.
Terlepas dari nama yang diberikan, yang pasti Indonesia telah dianugerahi berbagai kawasan perairan yang indah. Dan tulisan kali ini bukan bermaksud memberikan peringkat mana Taman Laut yang paling indah dan yang kurang indah. Anggap saja daftar ini sebagai contoh Taman Laut terindah di Indonesia.

 
  • Taman Laut Raja Ampat, Papua Barat
Yang lagi ngetrend Taman Laut Raja Ampat merupakan bagian dari Suaka Margasatwa Kepulauan Raja Ampat terletak di Papua Barat. Lokasi seluas 60.000 ha dan merupakan taman laut terbesar di Indonesia ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Raja Ampat adalah kawasan dengan keanekaragaman hayati bawah laut terkaya di dunia. Saat ini saja telah teridentifikasi 537 spesies terumbu karang (75 % dari total spesies terumbu karang di dunia), lebih dari seribu spesies ikan karang dan 700 jenis moluska.

  
  • Taman Laut Selat Pantar, Nusa Tenggara Timur
Taman laut Selat Pantar, Nusa Tenggara Timur yang meliputi perairan pulau Alor Besar, Alor Kecil, Dulolong, pulau Buaya, Kepa, Ternate, Pantar, dan Pura pun jadi Taman laut terindah di Indonesia. Tercatat, ada 26 titik diving yang memesona meliputi Half Moon Bay, Peter’s Prize, Crocodile Rook, Cave Point, The Edge, Coral Clitts, Baeylon, The Arch, Fallt Line, The Pacth, Nite Delht, Kal’s Dream, The Ball, Trip Top, The Mlai Hall, No Man’s Land, The Chatedral, School’s Ut, dan Shark Close.

  
  • Taman Laut Wakatobi, Sulawesi Tenggara
Taman Laut Wakatobi merupakan bagian dari Taman Nasional Kepulauan Wakotobi yang meliputi pulau Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko dan terletak antara Laut Banda dan Laut Flores. Di sini terdapat 30 lokasi penyelaman (diving) yang menyajikan Pemandangan alam bawah laut Wakatobi dengan terumbu karangnya sangat menakjubkan.

   
  • Taman Laut Derawan, Kalimantan Timur
Taman Laut Kepulauan Derawan berada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Selain pulau Derawan di kawasan ini juga terdapat pulau Maratua, Sangalaki, Pajang, dan Kakaban. Keindahan bawah laut taman ini bisa dilihat dari keanekaragam jumlah spesies karang yang mencapai 470 jenis. Selain menikmati terumbu karang, di sini juga dapat menikmati padang lamun, hutan bakau, dan aneka satwa air seperti penyu hijau, penyu sisik, paus, lumba-lumba, kima, ketam kelapa, duyung, dan ikan barakuda

  
  • Taman Laut Pulau Menjangan, Bali
Perairan pulau Menjangan layak dianggap sebagai Taman Laut Terindah. Pulau yang termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bali Barat ini memiliki perairan berair jernih dengan jarak pandang mencapai 20-an meter. Beberapa lokasi diving di sini antara lain Pos Pertama, Pos Kedua, Cave Point, Bat Caves, Tenple Slopes, Anker Wreck, dan Garden Eeel.

  
  • Taman Laut Kepulauan Togean, Sulawesi Tengah
Taman Laut Kepulauan Togean merupakan bagian dari Taman Nasional Kepulauan Togean yang terletak di teluk Tomini Sulawesi Tengah. Di sini diperkirakan mempunyai terumbu karang seluas 132.000 ha yang terdiri atas sekitar 262 jenis dan menjadi habitat bagi sekitar 596 jenis ikan, 555 jenis moluska, beberapa satwa langka seperti kima raksasa, penyu hijau, penyu sisik, dan paus pilot.

  
  • Taman Laut Takabonerate, Sulawesi Selatan
Taman Laut Takabonerate termasuk dalam Taman Nasional Takabonerate, Sulawesi Selatan. Laut Takabonerate dipercaya sebagai kawasan atol terbesar ketiga di dunia setelah Kwajifein (Kepulauan Marshall) dan Suvadiva (Kepulauan Maladewa). Luas total dari atol ini 220.000 hektar dengan sebaran terumbu karang mencapai 500 km² dengan 261 jenis terumbu karang.

 
  • Taman Laut Bunaken, Sulawesi Utara
Taman Laut Bunaken merupakan bagian dari Taman Nasional Bunaken. Taman Laut Bunaken terletak teluk Manado, Sulawesi Utara, memiliki area seluas 75.265 dengan 390 spesies terumbu karang yang berada di sekitar pulau Bunaken, pulau Manado Tua, pulau Siladen, pulau Mantehage, dan pulau Naen. Taman Laut Bunaken layak disebut sebagai salah satu taman laut terindah di Indonesia lantaran keanekaragaman biota laut mulai terumbu karang, ikan duyung, lumba, ikan purba choelacanth dan berbagai jenis ikan hias lainnya. Taman laut Bunaken memiliki 20 titik penyelaman (dive spot) dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter.

Selain itu masih terdapat berbagai taman laut lainnya yang keindahan dan pesona lautnya tidak perlu disangsikan seperti Taman Laut Banda (Maluku Tengah) Taman Laut Kungkungan (Sulawesi Utara), Taman Laut Teluk Jailolo (Maluku Utara), Taman Laut Pulau Weh (Aceh), Taman Laut Kepulauan Karimunjawa (Jawa Tengah) dan lain sebagainya. Kesemuanya merupakan taman-taman laut terindah. Tidak percaya?, silahkan buktikan sendiri! naskah by alamendah

Referensi dan gambar:

GUNUNG KRAKATAU




  

Gunung Krakatau berada di Selat Sunda yaitu diantara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.  Pulau Krakatau  yang masih  natural adalah sebuah tempat yang spektakuler dari sebuah gunung berapi termuda di dunia. Anak Gunung Krakatau telah muncul dari permukaan laut sejak tahun 1930 dan dipertimbangkan sebagai salah  satu  contoh hebat dari daratan terbaru volvanism dan tumbuhan tropis yang baik.

  

Nama Krakatau dan sejarahnya yang terkenal di dunia telah menjadi sesuatu yang sangat diminati oleh dunia keilmuan sejak abad ke 16, ketika Selat Sunda berfungsi sebagai  gerbang masuk bagi para pelaut dari benua eropa menuju kepulauan Indonesia.
Gunung Krakatau tua meletus 2 kali selama 1600 tahun terakhir, masing-masing letusan mengakibatkan bencana yang besar. Ledakan dan guncangan yang mengakibatkan lemparan batu andesit setinggi 2.000 meter meninggalkan 3 kerucut yang selama berabad-abad merupakan satu pulau volcano.
Sebelum letupan spektakuler pada tgl 27 Agustus 1883 yang menghancurkan gunung pada level diatas permukaan laut, Letusan  hebat terakhir adalah salah satu letusan terbesar di muka bumi ini, membunuh lebih dari 35.000 orang yang tinggal di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera yang tinggal di sekitar Selat Sunda. Bongkahan-bongkahan dari batu seberat lebih dari 600 ton dilemparkan dari pantai dan tsunami dengan gelombang yang hebat setinggi 40 meter dan bisa mencapai 2 meter jika mencapai ibukota Jakarta.
Sebanyak 20 km kubik material telah dkirim dari Singapore., 840 km ke arah timur laut, dan dengan perjalanan kapal laut sejauh lebih dari 6.000 km. Kayu keras yang baik berada di wilayah garis lintang tertinggi karena tidak biasa dengan sunset selama 3 tahun dan dan berfungsi sebagai saringan sinar matahari, hasilnya dalam 5 tahun suhu global turun sebanyak 1,2 cderajat celcius.

  

Saat ini Pulau Krakatau menjadi cadangan nasional yang terdiri dari 4 pulau, yaitu : Payang dan Sertung yang merupakan sisa dari letusan 416 AD, ketika Rakata digunakan menjadi ujung selatan dari pulau ketika terjadi letusan pada tahun 1883.

  

  
Dengan ketinggian 800 meter, Pulau Rakata ditutupi oleh hutan dan sekitar 40 species burung-burung dan sekitar 54 spesies kupu-kupu yang memberikan kekayaan fauna di sana. Batu karang-batu karang yang berada di sebelah utara Rakata dan sebelah barat Sertung menawarkan sebuah kekayaan alam serta membentuk kehidupan bawah laut dengan koloni utama dan koloni sekunder.
Berbaring di tepi dari  Sunda [yang] aktip Rak, Rakata [yang] secara teratur mengalami aktivitas volkanis penting ( 1952, 1972, 1992 dan 1994) sebagai bagian dari suatu siklus umum untuk gunung api. Beratus-Ratus tahun dalam errupting pada tingkat rendah untuk membangun gunung api telah diikuti oleh letusan sangat besar ( 416 IKLAN dan 1883), ketika gunung api roboh ke dalam suatu caldera. aktivitas [yang] sangat Rendah hati dilaporkan pada awal March’99, dengan bulu-bulu asap yang naik dari 600-meter kerucut lebar/luas.

  
Rakata yang secara teratur berpengalaman dalam beraktifitas vulkanik (1952, 1972, 1992, 1994) sebagai bagian dari lingkaran vulkanik. Beatus-ratus tahun dalam eruption pada tingkat rendah telah membentuk sebuah gn berapi yang diikuti oleh letusan yang sangat besar (416 AD dan 1883), ketika gn berapi roboh kedalam suatu kaldera. Aktifitas yang sangat rendah dilaporkan pada awal Maret 1999, dengan kepulan asap yang naik setinggi 600 meter dari kerucut yang lebar.

BAWAH LAUT PULAU BUTON



Semua pasti masih ingat dengan P. Buton. Ya, dulu ketika SD kita pernah diajarkan oleh guru kita bahwa P. Buton di Sulawesi Tenggara ini adalah penghasil aspal yang baik. Setelah sekian lama, akhirnya tgl 16 Desember 2010 kemaren saya dan bapak berkesempatan mengunjungi P. Buton itu untuk menyelam di sana.



Berangkat pagi sekali pukul 5, menggunakan Express Air kami terbang ke Makassar, kemudian dilanjutkan ke kota Bau-Bau, kota terbesar di P. Buton. Kami tiba di sana pk. 10.20 WITA. Dijemput oleh tour guide+dive instructor, kami langsung menuju Hill House Villa, penginapan yang sangat bagus di sana. Dengan rate per malam sekitar Rp 400.000, anda mendapatkan ruangan ber AC, pemandangan kota Bau-Bau dari atas bukit, free WiFi, dan breakfast tentunya.
Pukul tiga sore kami langsung menuju pantai Nirwana untuk melakukan penyelaman pertama. Berjarak hanya sekitar 30 menit, kami tiba di pantai yang bersih dan tenang lautnya. Penyelaman kali ini, kami menuju artificial reef yang ada di situ di kedalam sekitar 20m. Airnya sangat jernih membuat jarak pandang sangat jauh. Walaupun tidak begitu banyak karang, namun jenis ikannya cukup banyak, dari lion fish (foto pertama di atas), scorpion fish, nudibranch, dan lain-lain. Kami kurang beruntung waktu itu, karena biasanya frog fish dan cuttle fish suka mampir ke situ. Foto di bawah ini adalah 2 jenis binatang laut yg kami temui di pantai Nirwana.



Hari pertama kami hanya melakukan satu kali dive saja. Hari kedua, kami menyelam di Pulau Siompu, pulau kecil dekat pulau Buton. Perjalanan hanya sekitar 45 menit saja. Kami menyelam langsung ke dalaman sekitar 30m. Kami bertemu dengan White Tip Shark, Eagle Ray, dan BumpHead fish. Namun karena jarak mereka yang agak jauh, saya tak bisa memotret mereka. Di tempat ini lebih diutamakan pemandangannya, karena karangnya masih sangat terjaga. Karangnya berwarna-warni. Dengan sedikit bantuan arus, penyelaman kali ini tidak begitu capai. Kami terus melihat karang yang berwarna-warni, ditambah ikan-ikan yang sangat banyak. Ramai seperti sebuah plaza, cuman plaza ikan.hehehe. Setelah selesai, kami naik ke permukaan, dijemput kapal, kemudian mampir ke sebuah pantai kecil yang dikelilingi tebing untuk istirahat dan makan siang.



Kami juga hanya sekali menyelam pada hari itu, karena ingin memutar-mutar kota Bau-Bau. Lalu, hari ketiga kami pergi ke kota Pasarwajo. Jaraknya hanya sekitar 50km, namun sayangnya jalannnya tidak begitu baik, sehingga perlu ditempuh dalam waktu 2 jam menggunakan mobil. Kami melewati hutan lindung di sana yang masih sangat hijau. Sungguh mengesankan. Pasarwajo terletak di sisi timur pulau Buton. Karena berada di teluk, lautnya sangat tenang. Airnya pun sangat jernih.



Penyelaman pertama di sini kami lakukan di ujung sebuah yanjung, di kedalaman sekitar 25m. Di sini pemandangannya juga sangat bagus. Kami menyelam ditemani berbagai ikan kecil dan juga pemandangan karang yang sangat indah.
Penyelaman kedua kami lakukan di sebuah dermaga kecil. Dahulu dermaga ini dijadikan kapal bersandar yang ingin mengambil aspal. Sampai sekarang pun masih begitu, walaupun tinggal sedikit. Memang menyelam di tempat ini airnya keruh dan dasarnya pun kotor. Namun, jangan berpikir bahwa ikan malah pergi. Kami malah menemui banyak jenis ikan yang jarang. Dengan kedalaman hanya 10m maksimum, kami menyelam hingga satu jam lebih. Kami sibuk mencari-cari ikan yang jarang tersebut. Lanjut, penyelaman ketiga di hari itu pun kami lakukan di dermaga juga. Tapi dermaga yang satu ini hanya untuk ikan. Spot ini dinamakan Mandarin Fish spot, karena sangat banyak terdapat mandarin fish. Di tempat lain tidak banyak yang sebanyak dan sebesar di sini. Dan juga karena di kedalaman yang cetek, kami menyelam cukup lama. Dari 6 foto di bawah ini, 2 yang paling bawah adalah mandarin fish tersebut yg sangat cantik.
Hari kedua di pasarwajo kami habiskan dengan 2 kali diving, karena pesawat kami pulang adalah jam 11 siang di kemudian hari. Sudah peraturan kesehatan penyelam bahwa jika ingin terbang menggunakan pesawat, diving terakhir harus 24 jam sebelum. Nah, diving pertama kami menyelam di pantai yang di kedalaman 25m terdapat gua, yang mengeluarkan air tawar dengan deras. Konon, gua tersebut terhubung dengan sebuah gua di bukit di pasarwajo. Yang menarik di sini adalah tembok atau drop-off sedalam 30m tersebut. Banyak karang yang masih utuh dan ikan-ikan puna juga banyak.



Penyelaman kedua kami lakukan di pelabuhan aspal yang kami selami kemaren karena saya masih pensaran dengan ikan-ikan yang ada di situ. Alhasil, saya sempat mendapatkan frog fish, ikan yang suka berjalan dibandingkan berenang. Foto ikan di kiri adalah frog fish tersebut. Sedangkan yang di kanan adalah udang yang sangat kecil, hanya sebesar cabe hijau yang hidup di anemone.



Setelah itu, kami pun pulang ke kota Bau-Bau. Kami beristirahat sesampainya di sana sambil bersiap-siap untuk pulang keesokan harinya. Perjalanan ke Buton sungguh mengesankan. Tidak hanya di dalam laut, di atas laut pun begitu. Insyaallah saya akan menulisnya di artikel yang lain mengenai indahnya buton di darat. Karena kami mengambil paket diving dari sebuah dive operator di sana, kami bisa mendapatkan biaya yang cukup murah. Setidaknya tiap orang cukup membayar Rp 4.000.000 untuk mendapatkan 7 kali penyelaman, akomodasi dan transportasi. Tiket penerbangan menggunakan express air lebih murah dari Lion air. Tiket pulang pergi Jakarta- Bau-bau adalah Rp 2.160.000. Namun bagasi per orang hanya 10kg, nah biaya overwight adalah Rp 37.500 per kg. Jadi, tiap orang menghabiskan dana sekitar Rp 6.160.000,-. Itu masih di luar biaya makan siang dan malam.
Semoga catatan perjalanan saya ini bisa membuat Anda tertarik untuk berwisata ke Pulau Buton. Mari kita ramai-ramai berwisata di dalam negeri kita yang indah ini. Selain menambah wawasan kita, kita juga membantu warga lokal di sana
Diposkan oleh fajar sidik

GELOMBANG BUNYI DAN SONAR



by ICHSAN NUR L


Ketika kita mendengarkan suatu bunyi, sesungguhnya bunyi itu merambat dari sumber bunyi hingga ke telinga kita melalui udara. Proses yang terjadi mirip dengan getaran yang terjadi pada pegas ketika diberikan gangguan yang linier dengan arah rambatnya. Bunyi yang dihasilkan oleh sumber bunyi menimbulkan terbentuknya rapatan dan renggangan partikel di udara.
Apa yang terjadi bila tidak ada udara? Kita tahu bahwa di permukaan bulan tidak ada
atmosfer, sehingga tidak ada medium untuk perambatan bunyi. Oleh karena itu, ketika ada seseorang di permukaan bulan yang berbicara, orang lain yang ada di tempat yang sama tidak
dapat mendengarkan suara orang yang berbicara itu, karena bunyi tidak dapat merambat di ruang angkasa. Ingat bahwa bunyi hanya dapat merambat bila ada medium untuk perambatannya.
Apakah bunyi hanya dapat merambat di udara? Mungkin Anda peranah melihat ada seseorang yang sedang menempelkan telinganya pada rel kereta api. Orang tersebut ternyata bisa mendengarkan bunyi kereta api yang akan lewat dengan menempelkan telinganya pada rel kereta api, bahkan ketika suara kereta api masih belum terdengar.
Bunyi juga ternyata dapat merambat pada zat cair. Ketika ada seseorang yang memukul-mukulkan dua buah batu pada sebuah sisi kolam renang, orang yang lain dapat mendengarkan bunyi benturan batu tersebut pada sisi kolam renang yang lain. Hal ini menunjukkan bahwa bunyi dapat merambat melalui zat cair, yakni air kolam renang.
Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa bunyi dapat merambat melalui udara, zat cair atau zat padat. Pada umumnya bunyi merambat lebih cepat pada zat cair dibandingkan dengan pada udara, dan bunyi merambat lebih cepat pada zat padat dibandingkan dengan pada zat cair. Oleh karenanya, suara kereta api yang akan lewat tadi dapat didengar melalui rel kereta api, walaupun suaranya sendiri belum terdengar, karena suara merambat lebih cepat pada logam rel kereta dibandingkan melalui udara. Pada akhirnya kita dapat menarik kesimpulan bahwa cepat rambat bunyi bergantung pada medium terjadinya perambatan bunyi. Tabel 1 berikut menggambarkan beberapa medium perambatan bunyi serta cepat rambat bunyi pada medium tersebut.

Tabel Cepat rambat bunyi pada medium tertentu.
Medium perambatan bunyi      Cepat rambat bunyi (m/s)
Udara (0oC)                             331
Udara (100oC)                         386
Air(25oC)                                  1490
Air laut (25oC)                          1530
Aluminium                                  5100
Tembaga                                    3560
Besi                                           5130
Timah                                        1320

Berdasarkan tabel, Anda dapat mengamati bahwa cepat rambat bunyi sangat bergantung pada medium perambatannya. Disamping itu, suhu juga cukup berpengaruh. Suhu yang lebih tinggi pada suatu medium membuat cepat rambat bunyi juga menjadi lebih besar.

Pemantulan Bunyi
Pada saat kita mengikuti sebuah acara pidato di dalam ruangan dengan menggunakan pengeras suara, terdengan bunyi pantul dari suara aslinya, dimana bunyi pantul ini mengganggu bunyi aslinya sehingga bunyi aslinya nampak agak kabur. Atau ketika kita memasuki kamar mandi, suara kita ketika berbicara akan terpantul-pantul oleh dinding kamar mandi. Pemantulan semacam ini dinamakan gaung. Secara definisi, gaung merupakan perulangan bunyi yang terdengar hampir bersamaan dengan bunyi dari sumber bunyi, akibat bunyi dari sumber bunyi ini terpantul berulang-ulang pada suatu ruangan. Gaung terjadi karena gelombang bunyi dipantulkan oleh permukaan yang keras. Oleh karena itu, dinding-dinding bagian dalam suatu gedung pertunjukkan, konser, atau teater dilapisi dengan bahan bahan lunak untuk menyerap bunyi sehingga mengurangi atau menghilangkan gaung.
Hal berbeda terjadi manakala kita berteriak di tempat tinggi atau luas, misalnya disebuah tebing atau di depan sebuah gua. Setelah kita berteriak, sesaat kemudian ada yang membalas teriakan kita. Hal ini terjadi juga karena bunyi yang dihasilkan oleh sumber bunyi (yaitu teriakan kita) dipantulkan kembali. Pemantulan semacam ini dinamakan gema. Secara definisi, gema merupakan perulangan bunyi yang terdengar setelah bunyi ditimbulkan. Gema terjadi karena bunyi dipantulkan oleh suatu permukaan. Cepat atau lamanya kita mendengar gema bergantung pada seberapa jaur jarak kita dengan permukaan pemantul bunyi itu.
Peristiwa pemantulan bunyi tidak selalu merugikan, tetapi ada juga yang menguntungkan, misalnya ketika akan mengukur kedalaman laut dengan menggunakan sonar. Sonar atau sound navigation and ranging merupakan suatu metode untuk menaksir ukuran, bentuk, dan kedalaman benda-benda di bawah air (termasuk kedalaman laut) dengan menggunakan gelombang ultrasonik. Sonar bekerja berdasarkan prinsip pemantulan bunyi.



Perkembangan penggunaan USG dalam berbagai bidang ilmu kedokteran saat ini, salah satunya adalah bidang obstetri ginekologi, berawal dari ditemukannya cara mengukur jarak di dalam air menggunakan gelombang suara. Pada saat itu dikenal istilah “sonar” atau Sound Navigation andRanging. Lazzaro Spallanzani, seorang ahli biologi Italia, dapat dikatakan sebagai orang yang mengilhami penemuan tersebut. Sekira tahun 1794 ia mendemonstrasikan kemampuan seekor kelelawar menentukan arah terbang dan mencari mangsa dalam gelap dengan menggunakan gelombang suara berfrekuensi tiriggi (ultrasonik). Kelelawar tersebut memanfaatkan pantulan suara ultrasonik yang dikeluarkannya setelah menumbuk suatu objek. Sehingga ia tidak akan menabrak sebuah benda atau sebaliknya dapat menentukan lokasi mangsanya. Awal tahun 1826, Jean Daniel Colladon, seorang ahli fisika dari Swiss berhasil menggunakan sebuah alat yang dinamakan “underwater bell” untuk mendeterminasi kecepatan suara dalam air di Danau Geneva. Penemuan ini memacu para ahli fisika lainnya untuk meneliti dasar ilmu fisika mengenai getaran, transmisi, dan refraksi gelombang suara. Salah satu ahli fisika yangturut andil dalam penelitian itu adalah Lord Rayleigh asal Inggris. Tahun 1877 iamengemukakan the Theory of Sound yang intinya menerangkan bahwa gelombang suara adalah sebuah persamaan matematika. Persamaan mi membentuk dasar teori sistem kerja akustik.
Sistem deteksi suara dalam air kemudian dikembangkan dan dimanfaatkan untuk kepentingan navigasi kapal selam selama perang dunia pertama berlangsung, khususnya setelah kejadian tenggelamnya kapal Titanic pada tahun 1912. Hal itu terjadi berkat penemuan alat hydrophone oleh seorang ahli fisika Perancis, Paul Langevin. Alat ini juga memanfaatkan pantulan gelombang ultrasonik.
Penemuan radar (radio detection and ranging) pada tahun 1953 oleh Robert Watson-Watt juga menerapkan sistem kerja gelombang ultrasonik. Seperti sonar, alat inipun menjadi inspirasi digunakannya ultrasonik dalam bidang obstetri ginekologi kelak. Hanya pemanfaatannya saat itu lebih banyak digunakan untuk kepentingan pelacakan kapal musuh di udara. Perkembangan pemakaian ultrasonik di bidang obstetri ginekologi berikutnya juga tak lepas dari peranan penemuan Sonar merupakan sistem yang menggunakan gelombang suara bawah air yang dipancarkan dan dipantulkan untuk mendeteksi dan menetapkan lokasi obyek di bawah laut atau untuk mengukur jarak bawah laut. Sejauh ini sonar telah luas digunakan untuk mendeteksi kapal selam dan mendeteksi kedalaman, penangkapan ikan komersial, keselamatan penyelaman, dan komunikasi di laut.

Cara kerja perlengkapan sonar adalah dengan mengirim gelombang suara ke bawah permukaan dan kemudian menunggu untuk gelombang pantulan (echo). Data suara dipancar ulang keoperator melalui pengeras suara atau ditayangkan pada monitor.

Dua Jenis Sonar
Alat sonar pertama digolongkan sebagai sonar pasif, di mana tidak ada sinyal yang dikirim keluar.Pada tahun 1918 Inggris dan AS membuat sistem aktif, dimana sinyal sonar aktif dikirim dan diterima kembali. Misalnya saja untuk mengetahui jarak satu obyek, petugas sonar mengukur waktu yang diperlukan oleh sinyal sejak dipancarkan hingga diterima kembali. Karena tidak ada sinyal yang dikirim pada sistem pasif, alat hanya mendengarkan. Pada sistem pasif maju, ada bank data sonik (sumber bunyi) yang besar. Sistem komputer menggunakan bank data tadi untuk mengenali kelas kapal, juga aksinya (kecepatan atau senjata yang ditembakkan). Sonar merupakan sistem yang menggunakan gelombang suara bawah air yang dipancarkan dan dipantulkan untuk mendeteksi dan menetapkan lokasi obyek di bawah laut atau untuk mengukurjarak bawah laut. Sejauh inii sonar telah luas digunakan untuk mendeteksi kapal selam dan ranjau, mendeteksi kedalaman, penangkapan ikan komersial, keselamatan penyelaman, dan komunikasi di laut.

Data Pengunjung Februari 2010

Pelantikan Pinsakada Bahari Prop.DIY

Pelantikan Pinsakada Bahari Prop.DIY

Seragam Pramuka Saka Bahari

Seragam Pramuka Saka Bahari

Mendapat arahan dari Kakak-kakak

Mendapat arahan dari Kakak-kakak

Tongkat Pora

Tongkat Pora
Pernikahan Kak Fauzi & kak Wanti

Badgenya dipasang biar siap dilantik....

Badgenya dipasang biar siap dilantik....

Paling Populer

Menyediakan Berbagai Kebutuhan Atribut Pramuka :



Perlengkapan dan Peralatan Pramuka