Sabtu, 14 Agustus 2010

KRI SBY Dukung Upacara Proklamasi di Pulau Terluar

Surabaya, 13 Agustus 2010 KRI Surabaya (SBY) dengan nomor lambung 591 merupakan Kapal Perang RI (KRI) jenis Landing Platform Dock (LPD) yang dilengkapi dengan pesawat helikopter. Beberapa pekan yang lalu telah mendukung kegiatan Sail Banda 2010, saat ini kapal perang yang masuk jajaran unsur Satuan Kapal Amfibi Komando Armada RI Kawasan Timur (Satfib Koarmatim) tersebut dipersiapkan untuk mendukung lanjutan rangkaian kegiatan Sail Banda 2010, berupa peringatan detik-detik proklamasi HUT Kemerdekaan RI yang ke 65 di Pulau Kisar, merupakan wilayah Propinsi Maluku sebagai pulau terluar yang berbatasan dengan Negara Timor Leste. Sekitar 500 personel yang terdiri dari TNI, Polri dan PNS menjadi peserta upacara HUT Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2010, akan diberangkatkan pada tanggal 14 Agustus 2010 menggunakan KRI Surabaya-591 dari Dermaga Irian Halong Lantamal IX Ambon. Perjalanan ke Pulau Kisar sejauh 285 mil akan ditempuh selama 1 hari 1 malam. KRI Surabaya-591 dikomandani Letkol Laut (P) Ali Triswanto dengan jumlah ABK sebanyak 134 orang. Selama di Pulau Kisar, KRI Surabaya-591 sekaligus berfungsi sebagai penginapan terapung. KRI Surabaya-591 sebelumnya telah tercatat mengikuti beberapa kegiatan operasi antara lain Operasi penyeberangan Korsel – Indonesia pada tahun 2007, Latihan Operasi Laut Gabungan TNI tahun 2007, Uji Coba Penembakan Rudal C – 802, Armada Jaya XXVII-A/2008, Latihan Parsial VI tahun 2008, Latihan Gabungan TNI tahun 2008, Latihan GKK Satfibarmatim tahun 2009, Exercise New Horizon tahun 2009, International Fleet Review tahun 2009, Armada Jaya XXVIII/2009 dan Pengamanan Presiden RI di Kupang tahun 2010.

diposting dari Kasubdispenum Dispenarmatim Mayor Laut Drs Kariono, MAP

Rabu, 04 Agustus 2010

Sukses Sail Banda 2010


Untuk menyukseskan ajang internasional Sail Banda 2010, TNI Angkatan Laut mengerahkan delapan kapal perang RI (KRI) dari berbagai jenis dan tipe serta dua pesawat patroli maritim untuk melaksanakan pengamanan Sail Banda 2010 di Ambon.
"Kesuksesan Sail Banda merupakan kesuksesan bagi rakyat Maluku dan tentunya kesuksesan bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, TNI AL berupaya maksimal mengamankan laut melalui pengerahan delapan KRI dan dua pesawat," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksma TNI Herry Setianegara saat dihubungi Suara Karya di Jakarta, Selasa (3/8).
Delapan KRI yang dikerahkan di Sail Banda, yakni KRI Slamet Riadi-352, KRI Sutanto-877, KRI Teluk Sampit-515, KRI Teluk Cendrawasih-533, KRI Sura-802, KRI Barakuda-814, KRI Keris-624, dan KRI Singa-651 serta Cassa U-610 dan heli BO NV-409.
Sebagai acara puncak, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan kunjungan kerja serta menyaksikan langsung kegiatan Sail Banda, termasuk bakti sosial Surya Bhaskara Jaya (SBJ) yang melibatkan dua kapal perang TNI AL, satu kapal AL Amerika Serikat, satu kapal AL Singapura dan dua kapal AL Australia serta tim medis dari AL Selandia Baru.

  •  diposting dari suara Karya

  • Sabtu, 10 Juli 2010

    Menpora akan Buat Gerakan Pramuka Lebih "Seksi"


    Pramuka-On Line, Jakarta 17 Juni 2010

    Pemerintah berencana merevitalisasi gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) yang saat ini sudah tidak lagi populer. Revitalisasi itu supaya nantinya gerakan Pramuka kembali hidup dan diminati oleh kalangan pelajar atau masyarakat.

    "Memang ada persoalan-persoalan di Pramuka yang harus kita benahi, yaitu pada tingkat penguatan organisasi, tampilannya supaya lebih seksi, lebih menarik bagi anak muda," kata Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng.

    Hal itu dikatakan dia usai mengikuti rapat mengenai "Revitalisasi gerakan Pramuka untuk pembangunan karakter bangsa" di Istana Wakil Presiden, Jl Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (16/6/2010).

    Menurut Andi, saat ini para pemuda lebih tertarik untuk mengikuti kegiatan-kegiatan outdoor seperti olahraga ekstrem, rafting, outbond dan sebagainya. Padahal itu adalah kegiatan-kegiatan yang sejatinya ada di dalam kepramukaan.

    Andi mengatakan, untuk merevitalisasi gerakan Pramuka itu, pemerintah akan melakukan beberapa langkah. Misalnya pemerintah akan mengadakan training bagi para pelatih-pelatih kepramukaan. Nantinya, para pelatih tersebut akan diterjunkan ke tiap gugus depan (gudep), yang saat ini berjumlah 270 ribu di seluruh Indonesia.

    "Sekarang ini 90 persen dari gudep pramuka itu ada di sekolahan-sekolahan. Nah, ini kita mulai untuk training for trainers, action plan yang jelas supaya pramuka ini betul-betul kembali direvitalisasi dan menjadi menarik kembali, menjadi salah satu pilihan utama bagi orang-orang muda untuk mengaktualisasikan dirinya," mantan kandidat Ketua Umum Partai Demokrat ini

    Selain itu, lanjut Andi, ia akan berusaha membujuk para tokoh-tokoh masyarakat yang dulu bergelut dengan Pramuka kini menjadi orang sukses. Hal ini untuk memperlihatkan kepada kalangan yang potensial mengikuti kegiatan itu supaya lebih bersemangat.

    Andi merasa, gerakan Pramuka sangat luar biasa karena mengajarkan nilai-nilai yang bagus bagi anggotanya. Para pejabat yang ikut dalam rapat, antara lain Wapres Boediono, Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Agama Suryadharma Ali, serta Menteri Keuangan Agus Martowardojo, saling mengenang mengenai kegiatan Pramuka yang pernah diikuti semasa sekolah.

    "Misalnya dulu waktu pramuka punya buku saku, lalu kemudian tiap hari di buku saku menulis hal baik apa yang sudah aku lakukan hari ini? Karena harus berbaik kepada setiap manusia. Harus siap membantu orang tua, sesama, dan sebagainya coba liat Dasa Dharma Pramuka, luar biasa kan?" cetus mantan Juru Bicara Kepresidenan ini.

    Namun, ketika ditanya apakah masih hafal Dasa Dharma Pramuka itu, Andi tidak menyebutkan dan hanya tertawa saja. Menurutnya, bukan masalah hafal atau tidak melainkan bagaimana mengimplementasikan janji tersebut dalam kegiatan Pramuka dan kehidupan sehari-hari.

    "Ha ha ha. Sudah lama itu Dasa Dharma dan segala macam. Tapi mari kita lihat ini nilai-nilai yang semua harus kita semua harus kita..., bukan untuk menghafal tapi bagaimana mengimplementasikan bersama dalam berbagai macam kegiatan kepramukaan," tutup Andi. ( Sumber Berita: www.detiknews.com)
    Perkemahan antar Saka Pramuka di Pulau Nipah : Menteri Pemuda dan Olah Raga Dr. Andi A. Mallarangeng didampingi Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Marsetio, MM.dan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Prof. Dr. dr. Hazrul Azwar, MPH.serta Kapin Saka Bahari Nasional Laksma TNI Surya Wiranto membuka kegiatan Pramuka antar Satuan Karya (Saka) Pramuka tingkat nasional di Pulau Nipah. Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 17 sampai dengan 21 Juni 2010, diikuti 891 peserta dari delapan Saka Pramuka dari berbagai wilayah Indonesia.

    Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan Persemian Monumen Tunas Kelapa oleh Menpora serta penghijauan dengan penanaman berbagai pohon seperti trembesi dan bakau di pulau tersebut. Tema kegiatan antar Saka Pramuka kali ini adalah “Dengan Semangat Kebersamaan Satuan Karya Pramuka, Siap Mempertahankan NKRI”. Kegiatan perkemahan di pulau Nipah ini diharapakan menjadi percontohan dalam rangka pemberdayaan wilayah perbatasan NKRI melalui kegiatan Pramuka.(sumber berita:www.koarmabar.mil.id)

    Senin, 24 Mei 2010

    Agenda Sail Banda


    Sail Banda 2010 akan mengambil tema utama “ Small Island For Our Future “ artinya pulau-pulau kecil unutk masa depan kita. Tema ini diambil karena Maluku sebagai lokasi kegiatan ini merupakan provinsi yang srtuktur geografisnya didominasi oleh pulau-pulau kecil. Sekaligus sebgai wilayah yang sangat terncam dengan isu perubahan iklim maka sangat relevan kalau diskusi difokuskan pada dampak perubahan ilkim pada pulau-pulau kecil. Suatu agenda yang menarik untuk dipahami oleh Forum Provinsi Kepulauan.

    Tema utama tersebut di atas akan dibahas dalam suatu konferensi internasional tentang pulau-pulau kecil melibatkan 38 Negara pulau kecil (Small Island Developping States /SIDS). Sejumlah pembicara internasional dan nasional akan diundang untuk menyampaikan pemikiran kritis terhadap isu yang dibahas. Direktorat Jenderal Kelautan, Pasir dan pulau-pulau kecil, departemen Kelautan dan Perikanan bertanggung jawab mengurusi konferensi ini.

    Event yang direncanakan berlangsung antara 27 Juli sampai 8 Agustus 2010 ini memiliki sejumlah agenda utama berupa yacht rally and race, kerjurnas olah  raga perairan dan game fishing, internasional diving tournament, Arafura games, internasional conference on small island, konferensi kerjasama Indonesia-Australia, internasional seminar on “ sago and spices for food safety, seafood and fish product expo, lintas nusantara remaja bahari, peringatan Kemerdekaan RI Di Maluku Barat Daya, operasi “ Surya Baskara Jaya “ dan Navy to Navy talk and port visit. Agenda ini masih terus berkembang jika ada ide-ide cemerlang berkembang dari daerah.

    Ada jumlah event nasional dan internasional lain diluar agenda Sail Bunaken yang dapat digabungkan untuk meramaikan Kota Ambon antara lain :1) Konferensi nasional pesisir dan pulau-pulau kecil yang melibatkan peserta 500 sampai 1000 orang,2) Senior Official Meeting (pertemuan eselon 1) dan Ministerial Meeting (Pertemuan tingkat menteri) dari 6 negara wilayah segitiga terumbu karang (Coral Triangle) yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Timor Leste, Papua New Guinea dan Salamon Islands.

    Sabtu, 08 Mei 2010

    Peran Saka Nasional 2010

    PENDAHULUAN

    A.    Latar Belakang
    Gerakan Pramuka bertujuan membangun karakter pemuda yang tangguh dan kuat, membangun rasa cinta bangsa, patriotisme dan nasionalisme. Selain itu juga membangun pengetahuan bela Negara, membangun budi pekerti dan ketakwaan serta persaudaraan dan kerukunan. Dengan demikian, kegiatan-kegiatan kepramukaan dalam rangka revitalisasi Gerakan Pramuka harus mampu mewujudkan tujuan tersebut.
    Kegiatan Peran Saka Nasional 2010 merupakan salah satu bentuk perwujudan dari upaya mencapai tujuan Gerakan Pramuka tersebut. Tujuan utama dilaksanakannya kegiatan tersebut adalah dalam rangka mensosialisasikan salah satu Pulau terluar yang dimiliki oleh Negara Kesatuan Republik  Indonesia kepada peserta didik yang merupakan anggota Pramuka yang aktif dalam Saka sehingga peserta memiliki semangat untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    B.     Dasar Penyelenggaraan
    1.       Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka
    2.      Rencana Strategi Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
    3.       Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka No. 170.A tahun 2008
    4.      Program Kerja Saka Bahari

    C.     Maksud dan Tujuan
    1.      Menumbuhkan jiwa patriotisme yang tinggi serta mewujudkan semangat persatuan dan kesatuan sesama anggota Pramuka Penegak dan Pandega.
    2.      Dalam rangka pemberdayaan wilayah pertahanan di laut melalui pulau  terluar khususnya  di Pulau Nipah.
    3.      Mengenalkan Pulau Nipah sebagai Pulau terluar yang merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang perlu diperhatikan dan dijaga oleh Putra dan Putri bangsa.

    D.    Sasaran
    Terciptanya Pramuka Penegak dan Pandega yang kreatif, mandiri, serta memiliki semangat bela Negara yang tinggi dalam rangka mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.


    PENYELENGGARAAN

    A.    Nama Kegiatan
    Perkemahan Antar Saka Tingkat Nasional Tahun 2010 selanjutnya disebut Peran Saka Nasional 2010

    B.     Tema
    Dengan Semangat Kebersamaan dan Kesadaran Memiliki Negara Kepulauan Terbesar, Satuan Karya Pramuka Ikut Mensukseskan Pemberdayaan Wilayah Pertahanan NKRI

    C.     Motto
     Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan

    D.    Waktu Pelaksanaan
    Kegiatan Peran Saka Nasional 2010 dilaksanakan selama 10 hari (tolak dari Jakarata menggunakan KRI) dan efektif kegiatan dilaksanakan selama 5 (lima) hari, terhitung dari tanggal 17 Juni 2010 s.d 21 Juni 2010.

    Peserta yang menggunakan KRI akan tolak dari Jakarta pada tanggal 14 Juni, dan On Board KRI Pk. 09.00 WIB dan siap berlayar Pk. 13.00 WIB.

    E.     Tempat
    -         Bumi Perkemahan Marina City Water Spring, Komplek Haris Resort, Batam, Kepulauan Riau (Main Camp)
    -         Pulau Nipah (Sub Camp)


    KEGIATAN

    A.    Latar Belakang
    Kegiatan Peran Saka Nasional 2010 adalah kegiatan dalam rangka pengenalan, penyaluran minat dan pengembangan bakat. Peserta Peran Saka Nasional 2010 diharapkan dapat bertukar pengalaman serta pengetahuan baru mengenai materi kegiatan dari 8 (delapan) SAKA yang ada serta kegiatan-kegiatan lainnya yang dapat menggali potensi yang ada pada diri dan lingkungan sebagai manusia yang berkarakter.

    B.     Sifat Kegiatan
    1.      Edukatif
    2.      Produktif
    3.      Kreatif
    4.      Rekreatif
    5.      Inovatif

    C.     Metode Kegiatan
    1.      Permainan
    2.      Ceramah
    3.      Diskusi
    4.      Demonstrasi
    5.      Simulasi
    6.      Prestasi

    D.    Startegi Kegiatan
    1.      Aktivitas di dalam Perkemahan = 70 %
    2.      Aktivitas di luar Perkemahan = 30 %

    E.     Jenis Kegiatan
    1.      Kegiatan Umum
    a.      Kegiatan Keagamaan                                                                            
    b.     Upacara dan Apel                                                                   
    c.      Olah Raga                                                                                   
    d.     Jumpa Tokoh                                                                            
    e.     Workshop Pengenalan SAKA (khusus selama di KRI)
    f.       Korve                                                                                                           

    2.      Kegiatan Keterampilan
    a.      Budidaya dan Pengolahan Ikan                        
    b.     Merakit Perahu Jong
    c.      Radio Amatir                                                            

    3.      Kegiatan Bakti Masyarakat

    4.      Kegiatan Kesakaan
    a.      Giat Saka Bahari
    b.     Giat Saka Bhayangkara
    c.      Giat Saka Dirgantara
    d.     Giat Saka Bakti Husada
    e.     Giat Saka Wanabakti
    f.       Giat Saka Taruna Bumi
    g.      Giat Saka Kencana
    h.     Giat Saka Wirakartika                                                                            

    5.      Kegiatan Wisata dan Kunjungan                                                              

    6.      Kegiatan Seni
    a.      Pentas Seni               
    b.     Karnaval Saka Nusantara                                                                     
    c.      Pemutaran Film                                                                                      
    d.     Api Unggun                                                                                               

    7.      Kegiatan Prestasi
    a.      Lomba Cerdas Tangkas                                                                         
    b.     Lomba Membuat Poster
    c.      Lomba Karya Tulis Bebas

    8.      Kegiatan Sub Camp
    a.      Workshop PKBN
    b.     Penanaman Mangrove
    c.      Pembuatan Tugu Tunas Kelapa
    d.     Api Unggun

    9.      Kegiatan Khusus Pinkonda dan Bindamping
    a.      Technical meeting
    b.     Wisata Pinkonda dan Bindamping
    c.      Jumpa Tokoh
    d.     Workshop PKBN

    F.      Mekanisme Pelaksanaan Kegiatan
    1.      Mekanisme pergerakan peserta diatur sesuai dengan plotting peserta dengan menggunakan kupon kegiatan
    2.      Kegiatan dibagi menjadi 3 (tiga) waktu yaitu, kegiatan Pagi, kegiatan Siang dan kegiatan Malam
    -         Seluruh peserta akan diberangkatkan dari Jakarta (Tanjung Priok) menuju lokasi kegiatan dengan menggunakan KRI, kecuali peserta yang berasal dari wilayah Sumatera
    -         Seluruh peserta akan dijemput dari 3 (tiga) titik kedatangan yaitu : Pelabuhan Sekupang, Pelabuhan Punggur dan Bandara Hang Nadim, Batam
    -         Peserta yang akan berkegiatan di Pulau Nipah (Sub Camp) akan diantar dan dijemput dengan menggunakan Kapal sesuai kebutuhan
    -         Kegiatan City Tour dan Kunjungan serta kegiatan lain yang di luar Bumi Perkemahan Palm Spring (Main Camp) akan diangkut dengan menggunkaan Bus yang telah disiapkan oleh Panitia
    -         Kegiatan Karnaval Saka Nusantara hanya diikuti oleh beberapa orang perwakilan dari tiap Kwartir Daerah

    3.      Titik kumpul peserta berada di Lapangan Kelurahan Putra, Lapangan Kelurahan Putri dan Arena Parkir Utama (Main Camp)
    -         Kegiatan di P. Nipah akan diikuti oleh 200 orang Peserta/hari
    -         Seluruh peserta akan mendapatkan paket kegiatan Wisata dalam kota dan kunjungan ke lokasi industri (Mukalima)
    -         Untuk kegiatan Malam, setiap Umpi wajib mengirimkan minimal 1 (satu) orang perwakilan untuk setiap Item kegiatan, kecuali kegiatan Prestasi
    -         Untuk kegiatan Prestasi, setiap Kwartir Daerah berhak mengirimkan perwakilannya sebanyak 3 (tiga) orang untuk Lomba Cerdas Tangkas, 2 (dua) orang untuk lomba membuat poster (putra dan Putri) dan 2 (dua) orang untuk Lomba Karya Tulis Bebas (Putra dan putri)

    G.     Tanda Ikut Serta Kegiatan (TISKA) dan Sertifikat
    1.      Tiska adalah bentuk penghargaan yang diberikan kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan Peran Saka Nasional 2010. Selain Tiska, peserta juga akan diberikan sertifikat kegiatan.
    2.     Ketentuan penerimaan Tiska dan Sertifikat akan diatur kemudian.

    PERKEMAHAN

    A.    Kehidupan Perkemahan
    Tatanan pemerintahan sebagai landasan kehidupan peserta Peran Saka Nasional 2010 diperlukan untuk menciptakan kehidupan yang harmonis selama pelaksanaan kegiatan. Warga perkemahan Peran saka Nasional 2010 merupakan penduduk sebuah Kecamatan yang seluruh pola kehidupannya disesuaikan dengan aspirasi warganya, dipimpin oleh seorang Camat Perkemahan dan dibantu oleh para aparat pemerintahan mulai tingkat Kelurahan hingga ke tingkat RW serta berkoordinasi dengan Panitia Pelaksana.

    B.     Areal Perkemahan
    1.       Warga perkemahan Peran Saka Nasional 2010 menempati areal perkemahan yang sudah ditentukan
    2.       Dalam rangka menunjang aktivitas pelaksanaan tugas-tugasnya selama kegiatan berlangsung, Pinkonda dan Bindamping bertempat tinggal di wilayah adat Kecamatan

    C.     Pemukiman Peserta
    1.      Kecamatan
    a.      Kecamatan dipimpin oleh seorang Camat Perkemahan
    b.     Warga perkemahan bermukim dalam 1 (satu) wilayah Kecamatan yang dinamakan Kecamatan
          "RAJA HAJI FISABILILLAH"
    c.      Kecamatan dibagi menjadi 2 (dua) wilayah Kelurahan yaitu Kelurahan Putra : RAJA ALI HAJI dan Kelurahan Putri : "ENGKU HAMIDAH"
    2.      Kelurahan
    a.      Kelurahan dipimpin oleh seorang Lurah, dibantu oleh seorang Sekretaris Lurah dan seorang Staf Kelurahan
    b.     Kelurahan Putra dibagi menjadi 3 (tiga) RW, yaitu :
    RW 1              : "SAKA BAHARI"
    RW 2              : "SAKA BAKTI HUSADA"
    RW 3              : "SAKA BHAYANGKARA"
    RW 4              : "SAKA DIRGANTARA"
    c.      Kelurahan Putri dibagi menjadi 3 (tiga) RW, yaitu :
    RW 1              : "SAKA KENCANA"
    RW 2              : "SAKA TARUNA BUMI

    Minggu, 28 Maret 2010

    KASAL DILANTIK MENJADI MAJELIS PEMBIMBING SATUAN KARYA PRAMUKA BAHARI


    Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Agus Suhartono,S.E., dilantik oleh Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Prof.DR.Dr.H.Azrul Azwar,M.PH. menjadi Majelis Pembimbing (Mabi) Satuan Karya Pramuka Bahari, Kamis (11/03) di Markas Besar Angkatan Laut (Mabes TNI AL) Cilangkap Jakarta Timur.
    Selain Kasal, pejabat yang dilantik sebagai Mabi adalah Dirjen Perhubungan Laut, Dirjen Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kementrian Kelautan dan Perikanan (KP3K KKP), Dirjen Pendidikan Non Formal Kemendiknas, Deputy II Kemenpora, Asisten Operasi Kasal, Asisten Personil Kasal, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Kementrian Kelautan dan Perikanan (SDMKP-KKP), Dr. Amoroso Katamsi, Sp. Kj. M.M, serta Kepala Dinas Potensi Maritim Mabes TNI AL Laksamana pertama TNI Surya Wiranto, SH. Beserta 71 pengurus dilantik sebagai Kapinsa Bahari.
    Dalam pelantikannya Kasal menjadi Mabi Satuan Karya Pramuka Bahari yang dibentuk untuk mendukung pelaksanaan tugas karya, yang akan bertugas memberi bimbingan dan bantuan moril, organisatoris, material dan bantuan lainnya kepada Gugus Depan (Gudep) satuan Kwartir bersangkutan.
    Pelantikan ini merupakan moment penting bagi upaya menghidupkan kegiatan Saka Bahari yang merupakan salah satu wadah Nasional Gerakan Pramuka Saka Bahari sebagai komponen cadangan yang berasal dari sumber daya manusia pada hakekatnya adalah implementasi amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tentang hak dan kewajiban seluruh warga negara dalam upaya bela negara, dengan melakukan kegiatan-kegiatan nyata produktif dan bermanfaat dalam rangka menanamkan rasa cinta tanah air yaitu kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai Negara kepulauan dengan segala keberagaman/kebhinekaannya khususnya kepada generasi muda Indonesia.
    TNI AL selaku salah satu Leading Sektor di bidang pembinaan masyarakat maritim mencoba mengajak seluruh masyarakat maritim untuk bersama-sama membentuk wadah kegiatan tersebut melalui kedinasan, mulai dari Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) untuk membentuk Pinsaka Bahari di tingkat Provinsi, sampai dengan Pangkalan-pangkalan TNI AL (Lanal) dan Pos Ankatan Laut (Posal) untuk membentuk Pinsaka Bahari di tingkat Kabupaten bersama masyarakat maritim yang ada di daerah tersebut. Pada bulan Juni 2010 Pramuka Saka Bahari akan menyelenggarakan kegiatan perkemahan di Pulau terluar (Pulau Nipa).
    Sesuai amanat Presiden pada acara pelantikan pengurus Kwartir Nasional pada tanggal 20 Nopember 2009 di Istana Negara dengan semangat “we want to be a winner“ bahwa kita harus menjadi pemenang dalam era globalisasi ini. Oleh karena itu tujuh sasaran pokok sesuai amanat Presiden yang harus menjadi payung, dalam penyelenggaraan kegiatan adalah sebagai berikut :
    1.             Memperkuat Gerakan Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter Bangsa.
    2.             Meraih keberhasilan melalui kerja keras secara cerdas dan ikhlas.
    3.             Mengajak kaum muda untuk meningkatkan semangat bela negara.
    4.             Memantapkan tekad pemuda sebagai patriot pembangunan.
    5.             Mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi.
    6.             Kokohkan NKRI.
    7.             Pengamalan Satya Dharma Pramuka.
    diposting dari  dispenal

    Data Pengunjung Februari 2010

    Pelantikan Pinsakada Bahari Prop.DIY

    Pelantikan Pinsakada Bahari Prop.DIY

    Seragam Pramuka Saka Bahari

    Seragam Pramuka Saka Bahari

    Mendapat arahan dari Kakak-kakak

    Mendapat arahan dari Kakak-kakak

    Tongkat Pora

    Tongkat Pora
    Pernikahan Kak Fauzi & kak Wanti

    Badgenya dipasang biar siap dilantik....

    Badgenya dipasang biar siap dilantik....

    Paling Populer

    Menyediakan Berbagai Kebutuhan Atribut Pramuka :



    Perlengkapan dan Peralatan Pramuka