Rabu, 14 Mei 2008

LOMBA GALANG DIY

Nantikan Lomba Galang yang akan dilaksanakan oleh Saka Bahari Jogjakarta......

PENATARAN PKBN JOGJA

Saka Bahari Jogja ......

Yogyakarta,13 Mei 2008

Pangkalan Utama TNI-AL Yogyakarta, Selasa 13 Mei 2008 telah mengadakan Penataran Penataran Pendidikan Kesadaran Bela Negara wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.Kegiatan ini diikuti oleh Anggota Saka Bahari Jogjakarta sejumlah 15 Personel yang terdiri dari 6 putra dan 9 putri.

Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Komandan Lanal Yogyakarta Letkol Laut Sutarmono, Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa PKBN perlu diadakan untuk seluruh warga Indonesia.Bela Negara tidak hanya untuk TNI dan Polri Saja namun Setiap warga Negara yang sudah berusia 18 tahun keatas sudah wajib untuk membela negara dan Menjaga keutuhan NKRI.dalam kesempatan yang sama beliau memberikan gambaran bahwa membela negara wujudnya tidak selalu perang secara fisik,Membela Negara dapat dilakukan mulai dari diri sendiri, keluarga, Masyarakat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dengan adanya kegiatan PKBN ini diharapkan semua peserta mempunyai pengetahuan dan wawasan baru untuk membentengi diri dari pengaruh-pengaruh negatif yang datang untuk menghancurkan keutuhan NKRI.Selain Saka Bahari penataran PKBN diikuti oleh pemuda daerah maritim dan tenaga inti personel Lanal Yogyakarta.

Acara yang dimotori oleh Bidang Potmar Lanal Yogyakarta ini sangat menarik untuk diikuti,karena pemateri-pematerinya adalah para ahli dibidangnya.Kegiatan PKBN kedepan perlu diadakan kembali agar seluruh warga Indonesia dapat mengerti tentang mempertahankan dan Membela Negara.Dengan adanya kegiatan PKBN peserta dapat lebih mencintai tanah air dan bangsa Indonesia.

Ouzy*

Selasa, 06 Mei 2008

LANAL YOGYAKARTA Lantik 33 Calon anggota Saka Bahari

 1-2 Maret 2008 

Lanal Yogyakarta lantik 33 calon anggota Saka Bahari
Jogja...Usai menjalani pelatihan selama 1 bulan, sebanyak 33 pelajar dari berbagai SMA/SMK/MAN di kota Jogja, resmi menjadi calon anggota Saka Bahari binaan Lanal Jogja.Pelantikan angkatan ke-13 ini langsung dilakukan oleh Bp.Luckman ,Komandan Pos AL Glagah diDermaga GlagahIndah,Kulon Progo.
Sebelum pelantikan ke 33 calon anggota baru Saka Bahari mengadakan perkemahan selama 2 hari 1 malam, di pantai Area TPI Glagah Indah.
Pada kesempatan tersebut disampaikan bahwa, Saka Bahari didirikan sebagai wujud partisipasi Angkatan Laut dalam melakukan pembinaan terhadap generasi muda.

Selama Masa Pendidikan Dasar ke 13 Seluruh Peserta yang berjumlah 54 orang melalui seleksi yang cukup ketat dan mengikuti tes fisik ,cek kesehatan dan pemberian materi kepramukaan ,dari jumlah 54 pendaftar yang dinyatakan lolos hanya 33 peserta saja.sedangkan pembekalan anggota Saka Bahari dibina mental dan fisiknya, mendapat pelatihan baris berbaris, pengenalan selam dasar,pengenalan struktur organisasi serta tugas dan peran Angkatan Laut secara umum.

PERTIKA SAKA BAHARI

Minggu, 02 Desember 2007

Sejarah Pramuka Indonesia

Latar Belakang Lahirnya Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka lahir pada tahun 1961, jadi kalau akan menyimak latar belakang lahirnya Gerakan Pramuka, orang perlu mengkaji keadaan, kejadian dan peristiwa pada sekitar tahun 1960.

Dari ungkapan yang telah dipaparkan di depan kita lihat bahwa jumlah perkumpulan kepramukaan di Indonesia waktu itu sangat banyak. Jumlah itu tidak sepandan dengan jumlah seluruh anggota perkumpulan itu.

Peraturan yang timbul pada masa perintisan ini adalah Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana. Dalam ketetapan ini dapat ditemukan Pasal 330. C. yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila. Seterusnya penertiban tentang kepanduan (Pasal 741) dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana Pemerintah untuk mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30). Kemudian kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powellisme (Lampiran C Ayat 8).

Ketetapan itu memberi kewajiban agar Pemerintah melaksanakannya. Karena itulah Pesiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Hari Kamis malam itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia ini tentulah perlu sesuatu pengesahan. Dan kemudian terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebut oleh Presiden pada tanggal 9 Maret 1961.

Ada perbedaan sebutan atau tugas panitia antara pidato Presiden dengan Keputusan Presiden itu.

Masih dalam bulan April itu juga, keluarlah Keputusan Presiden RI Nomor 121 Tahun 1961 tanggal 11 April 1961 tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota Panitia ini terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, Achmadi dan Muljadi Djojo Martono (Menteri Sosial).

Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka.



Kelahiran Gerakan Pramuka

Kelahiran Gerakan Pramuka ditandai dengan serangkaian peristiwa yang saling berkaitan yaitu :

1. Pidato Presiden/Mandataris MPRS dihadapan para tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA

2. Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei adalah; Hari Kebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA.

3. Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA.

4. Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, diikuti defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului dengan penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka, dan kesemuanya ini terjadi pada tanggal pada tanggal 14 Agustus 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA.



Gerakan Pramuka Diperkenalkan

Pidato Presiden pada tanggal 9 Maret 1961 juga menggariskan agar pada peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI Gerakan Pramuka telah ada dan dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu Keppres RI No.238 Tahun 1961 perlu ada pendukungnya yaitu pengurus dan anggotanya.

Menurut Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, pimpinan perkumpulan ini dipegang oleh Majelis Pimpinan Nasional (MAPINAS) yang di dalamnya terdapat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Kwartir Nasional Harian.

Badan Pimpinan Pusat ini secara simbolis disusun dengan mengambil angka keramat 17-8-’45, yaitu terdiri atas Mapinas beranggotakan 45 orang di antaranya duduk dalam Kwarnas 17 orang dan dalam Kwarnasri 8 orang.

Namun demikian dalam realisasinya seperti tersebut dalam Keppres RI No.447 Tahun 1961, tanggal 14 Agustus 1961 jumlah anggota Mapinas menjadi 70 orang dengan rincian dari 70 anggota itu 17 orang di antaranya sebagai anggota Kwarnas dan 8 orang di antara anggota Kwarnas ini menjadi anggota Kwarnari.

Mapinas diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno, Presiden RI dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh.

Sementara itu dalam Kwarnas, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat Ketua dan Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari.

Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 bukan saja di Ibukota Jakarta, tapi juga di tempat yang penting di Indonesia. Di Jakarta sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan Apel Besar yang diikuti dengan pawai pembangunan dan defile di depan Presiden dan berkeliling Jakarta.

Sebelum kegiatan pawai/defile, Presiden melantik anggota Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari, di Istana negara, dan menyampaikan anugerah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia (Keppres No.448 Tahun 1961) yang diterimakan kepada Ketua Kwartir Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono IX sesaat sebelum pawai/defile dimulai.

Peristiwa perkenalan tanggal 14 Agustus 1961 ini kemudian dilakukan sebagai HARI PRAMUKA yang setiap tahun diperingati oleh seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka.

Data Pengunjung Februari 2010

Pelantikan Pinsakada Bahari Prop.DIY

Pelantikan Pinsakada Bahari Prop.DIY

Seragam Pramuka Saka Bahari

Seragam Pramuka Saka Bahari

Mendapat arahan dari Kakak-kakak

Mendapat arahan dari Kakak-kakak

Tongkat Pora

Tongkat Pora
Pernikahan Kak Fauzi & kak Wanti

Badgenya dipasang biar siap dilantik....

Badgenya dipasang biar siap dilantik....

Paling Populer

Menyediakan Berbagai Kebutuhan Atribut Pramuka :



Perlengkapan dan Peralatan Pramuka